Politik

Esensi Sistem Politik Ideal di Indonesia

14 September 2017   16:32 Diperbarui: 14 September 2017   17:54 225 0 0
Esensi Sistem Politik Ideal di Indonesia
revolusiilmiah.com

Sistem Politik adalah berbagai macam kegiatan dan proses dari struktur dan fungsi yang bekerja dalam suatu unit atau kesatuan (masyarakat/negara). Ada beberapa definisi mengenai sistem politik, diantaranya. 

Menurut Almond, Sistem Politik adalah interaksi yang terjadi dalam masyarakat yang merdeka yang menjalankan fungsi integrasi dan adaptasi. Menurut Drs. Sukarno, sistem politik adalah sekumpulan pendapat, prinsip yang membentuk satu kesatuan yang berhubungan satu sama lain untuk mengatur pemerintahan serta melaksanakan dan mempertahankan kekuasaan dengan cara mengatur individu atu kelompok individu satu sama lain atau dengan Negara dan hubungan Negara dengan Negara. 

Maka dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa sistem politik adalah mekanisme seperangkat fungsi atau peranan dalam struktur politik dalam hubungan satu sama lain yang menunjukan suatu proses yang langsung memandang dimensi waktu (melampaui masa kini dan masa yang akan datang). Sistem politik Indonesia merupakan sistem politik yang dianut oleh Indonesia yang berdasarkan nilai budaya Indonesia yang bersifat turun-temurun dan juga bisa diadopsi dari nilai budaya asing yang positif bagi pembangunan sistem politik di Indonesia.

Sistem politik Indonesia diartikan sebagai kumpulan atau keseluruhan berbagai kegiatan dalam Negara Indonesia yang berkaitan dengan kepentingan umum termasuk proses penentuan tujuan, upaya-upaya mewujudkan tujuan, pengambilan keputusan, seleksi dan penyusunan skala prioritasnya.Sistem politik Indonesia dalam rangka mewujudkan cita-cita bangsa dan mencapai tujuan nasional maka harus sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945.

 Dalam menyelenggarkan politik negara, yaitu keseluruhan penyelenggaraan politik dengan memanfaatkan dan mendayagunakan segala kemampuan aparatur negara serta segenap daya dan dana demi tercapainya tujuan nasional dan terlaksananya tugas negara sebagaimana yang ditetapkan dalam UUD 1945. Di Indonesia, sistem politik yang dianut adalah sistem politik demokrasi pancasila yakni sistem politik yang didasarkan pada nilai-nilai luhur, prinsip, prosedur dan kelembagaan yang demokratis.Sebagai suatu sistem, prinsip-prinsip ini saling berhubungan satu sama lain.

Politik merupakan aspek kehidupan manusia yang mempunyai nilai fundamental dan selalu menarik untuk didiskusikan. Politik merupakan ruang publik dimana kepentingan dan aspirasi rakyat berkuasa. Pada dasarnya sifat manusia adalah keinginan untuk hidup bersama, saling membutuhkan dan tidak dapat eksis tanpa kehadiran yang lain. Inilah essensi politik yang sesungguhnya. Politik dianggap wilayah yang penuh intrik, padahal kenyataan-kenyataan buruk bisa muncul dalam kehidupan bersama karena manusia itu sendiri yang tidak punya sensitivitas untuk kehidupan sosial. Karena itu politik harus dipahami dari hakikatnya untuk menata kehidupan masyarakat agar berjalan menurut prinsip-prinsip keadilan. 

Hal ini penting mengingat berpotensi lahirnya konflik politik dan bukan tidak mungkin dapat mengorbankan rakyat. Untuk itu dibutuhkan kesadaran elite politik dan rakyat dalam berpolitik. Sistem politik demokrasi akan rusak jika salah satu komponen tidak berjalan atau ditiadakan.Kenyataan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar, tidak perlu diragukan lagi kebenarannya. 

Tetapi fakta bahwa banyak masyarakat yang justru merasa tertindas oleh pemerintahannya sendiri. Masalah ketidakadilan pemerintah menjadi persoalan yang memicu disintegrasi bangsa karenanya sistem politik Indonesia diharapkan merupakan penjabaran nilai-nilai luhur pancasila dalam keseluruhan penyelenggaraan tugas-tugas pemerintah, pembangunan dan kemasyarakatan, dalam rangka mewujudkan masyarakat adil dan makmur.

Makna ideal politik akan terkikis, jika politik dipahami hanya sekedar urusan merebut dan mempertahankan kekuasaan untuk kepentingan pribadi atau kelompok. Politik merupakan usaha untuk mengelola dan menata sistem pemerintahan untuk mewujudkan kepentingan atau cita-cita dari suatu Negara. Karena itu Aristoteles yang dianggap sebagai orang pertama yang memperkenalkan kata politik menjelaskan bahwa hakikat kehidupan sosial adalah politik. Aristoteles memandang politik sebagai kecenderungan alami dan tidak dapat dihindari manusia. Kegiatan dalam suatu sistem politik menyangkut proses menetukan tujuan-tujuan dari sitem tersebut dan melaksanakan tujuan-tujuan itu. 

Hakikat politik yang berkiblat pada kepentingan rakyat atau berorientasi menjawab kepentingan dan kebaikan bersama, selalu menjadi tema utama orasi elit politik. Namun realitanya, seringkali disalahgunakan para elit politik sehingga tujuan politik menjadi tidak jelas. Akibatnya politik tidak lagi dirancang untuk melahirkan kebaikan bersama, tetapi menjadi batu loncatan untuk mencapai kepentingan pribadi atau kelompok. Pada titik inilah, makna politik menjadi menyimpang. Meningkatnya intensitas korupsi sejumlah elit politik dan absennya mereka berada di tengah rakyat pada musim reses, menunjukkan politik mudah dibelokkan untuk memenuhi naluri pragmatisme elit sekaligus menelantarkan kepentingan rakyat.

Jika politik dipahami sekadar urusan merebut dan mempertahankan kekuasaan untuk kepentingan pribadi dan kelompok tanpa memikirkan kepentingan masyarakat, maka makna politik paling esensi dan ideal tergerus. Untuk itu perlu adanya pemahaman agar makna esensi system politik sesuai dengan makna yang terkandung didalamnya diantaranya: Pertama, politik harus dipahami dari makna dan esensi dasarnya untuk menata kehidupan masyarakat agar berjalan menurut prinsip-prinsip keadilan. Hal ini penting mengingat konflik politik berpotensi lahir dan bukan tidak mungkin dapat mengorbankan rakyat. Untuk itu dibutuhkan kesadaran para elite politik dan rakyat dalam berpolitik. Kedua, elite politik perlu menyadari peran politiknya dan secara sadar menata kehidupan guna mewujudkan cita-cita menggapai kebaikan bersama yang lebih sejahtera, berkeadaban, dan berkeadilan.