Teruntuk Jiwa yang Suci

27 September 2012 08:13:10 Diperbarui: 24 Juni 2015 23:36:36 Dibaca : Komentar : Nilai :

Tertunduk kelu mengiringi pergimu

Kau belum lagi menghirup udara fana ini

Sang Kasih telah membawamu kembali

Ke dalam dekapan cahaya abadi

.

Wahai jiwa yang tak bernoda

Jiwa suci berselimut kerahiman

Dalam rahim ibumu kau membujur

Manis kau terekam semestamu

.

Duhai jiwa yang tak mengerti gelap dan terang

Kau kini bagian dari surga itu

Maafkan mereka, kedua orang tuamu

Doa-doa dan rantai harapan tak kan pernah terputus darinya

.

Sayang,

Ini puisi untukmu

Kau yang lemah tak berdaya, kini telah kembali bersatu denganNya

Air mata ini masih saja berkaca di pelupuk mataku

Pergilah dalam keilahianNya yang penuh kedamaian

.

* Bayi mungil di dalam kandungan Intan akhirnya telah kembali kepadaNya. Detak jantungnya kini telah berhenti. Ada doa untuknya di sela-sela aktivitasku. Semoga damai senantiasa menyertai, dan orang-orang yang ditinggalkan diberikan ketabahan. Amin.

Diana Wardani

/windflowers

TERVERIFIKASI

I Love You, Kangmas Matahariku. I love your sign and signature - I always be with you wherever you are, because we are one.

Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.
LABEL puisi fiksi
Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana

Featured Article