PILIHAN

Bercakap-cakap dalam Bahasa Inggris? Bagaimana?

11 Januari 2017 10:46:10 Diperbarui: 11 Januari 2017 11:07:49 Dibaca : 177 Komentar : 0 Nilai : 0 Durasi Baca :
Bercakap-cakap dalam Bahasa Inggris? Bagaimana?
sumber: wespeaklanguageschool.com

Banyak sekali dari kita di Indonesia yang sudah belajar bahasa Inggris lama sekali, bahkan banyak dari kita sudah belajar bahasa Inggris sejak kita dari sekolah dasar. Tetapi, apa yang menyebabkan kita tidak pernah bisa berbicara dalam bahasa Inggris? Banyak disebabkan dari kebiasaan kita dan juga sistem pendidikan kita bahkan rata-rata negara-negara di Asia yang mengutamakan nilai di atas segalanya. Sehingga, yang dikorbankan adalah penggunaan bahasa Inggris tersebut, demi menambah kosa-kata yang digunakan untuk bisa berbahasa Inggris, yang tentu adalah hal yang sangat baik, kita terus menerus diberika kosa-kata yang sebetulnya tidaklah bisa gunakan di dunia nyata. Kita memiliki kosa-kata yang luar biasa menarik dan terdengar pintar tetapi banyak dari kita yang bahkan tidak tahu bagaimana merangkai kata-kata saat kita berhadapan dengan seorang penutur asli di dunia nyata.

Sekali lagi, penguasaan kosa-kata adalah hal yang baik, tetapi hal tersebut seharusnya bukanlah esensi utama jika kita tidak bisa menguasai percakapan dasar dalam berbahasa Inggris. Banyak sekali yang bertanya bagaimana caranya bisa berbicara dalam bahasa Inggris? Tentu bukan karena disekolah tidak mendapat pelajaran bahasa Inggris atau tidak pernah mendengar bahasa Inggris sama sekali, melainkan karena tidak tahu bagaimana menggunakan dan memasukkan kosa-kata yang banyak itu kedalam bentuk kalimat.

Banyak sekali dari kita yang belajar bahasa asing dan pada akhirnya menyerah karena mengalami hal yang sama dengan saat belajar bahasa Inggris di sekolah? Saya salah satunya beberapa tahun yang lalu. Saya daftar di sebuah sekolah bahasa Jepang selama 1 tahun dan saya tidak bisa berbicara bahasa Jepang sama sekali selama 1 tahun saya disana, kemudian 5 tahun kemudian saya kembali mencoba bahasa Jepang dengan cara ini dan terbukti dalam waktu 3 bulan saya mulai mencoba berbicara dalam bahasa Jepang dan berhasil. Apakah saya berbicara dengan tata bahasa yang sempurna tanpa salah? Jelas tidak, jelas banyak sekali kesalahan.

Perlu kita ingat kembali inti dasar dari komunikasi manusia, yaitu menerima dan memberikan pesan, saat kita tidak bisa menyampaikan pesan meskipun kita memiliki kemampuan dan kosa-kata yang cukup untuk melakukan hal tersebut, berarti kita gagal dalam berkomunikasi dan sebaliknya walaupun kita memiliki kosa-kata yang terbatas tetapi kita mampu melakukan sebuah percakapan, berarti kita sudah berhasil dalam mengkomunikasikan apa yang kita maksud. Tentu saat kalian membaca ini, pasti ada yang merasa kesal karena sudah banyak waktu yang dibuang tanpa bisa berbicara bahasa yang dipelajari sama sekali, padahal hal yang diperlukan untuk bisa memulai percakapan pertama kali bukanlah kosa-kata yang melimpah ruah melainkan keberanian untuk memulai percakapan pertama.

Memang untuk memulai percakapan kita perlu beberapa set kata-kata dan tata bahasa yang baik, meskipun itu adalah tata-bahasa dan kosa kata yang sederhana. Tetapi, saat kita berkomunikasi apakah kita peduli akan tingkat kerumitan dari kosa-kata dan tata-bahasa, saya rasa tidak. Hal terpenting dari berkomunikasi bukanlah hal-hal aksesoris seperti itu, kecuali kita berbicara di depan pengusaha atau berbicara hal-hal ilmiah. Tetapi, untuk percakapan sehari-hari, kemampuan untuk membuat percakapan menjadi lebih halus dan lancar adalah yang terutama dalam berkomunikasi. Kita perlu ingat tujuan utama dari belajar bahasa adalah komunikasi entah seberapa tinggi kemampuan kita dalam bahasa tersebut. Coba kita lihat, seorang yang mungkin memiliki nilai IELTS yang tinggi, sebutlah 8.0. di titik itupun mereka tetap menggunakan bahasa Inggris untuk mengkomunikasikan apa yang ada di dalam pikiran mereka. 

Hanya saja, hal-hal yang mereka komunikasikan dan percakapan yang mereka lakukan adalah percakapan dengan tingkat yang jauh lebih rumit dan membutuhkan kosa-kata dan tata-bahasa yang rumit pula. Tetapi, untuk kita yang tidak ingin membicarakan hal-hal tersebut, perlukah kita menunggu sampai kita memiliki nilai IELTS 8.0 untuk berbicara dan memiliki percakapan dalam bahasa Inggris dengan penutur asli? Saya rasa tidak demikian.

Jika demikian hal-hal apa yang perlu kita pelajari agar bisa berbicara dengan penutur asli jika secara tidak disengaja kita bertemu ditengah jalan dan kita diminta untuk berbicara dengan mereka. Tentu hal-hal mendasar adalah hal-hal yang diperlukan, sebagai contoh:

  • How are you?
  • What are you doing here?
  • How’s your work? Is everything alright?
  • Do you live here alone or with your family?
  • How’s Indonesia? Which one is better your country or Indonesia?
  • Do you like Indonesian food?
  • Do you enjoy living here? Even though the traffic is a bit crazy down here
  • Etc

Hal-hal sederhana seperti itu adalah yang kita sebut sebagai ice-breaker. Ice breaker adalah pemecah kesunyiaan di antara kita manusia dan adalah salah satu teknik dari komunikasi. Tidak banyak orang yang memiliki kemampuan ini karena memang banyak orang khususnya yang cenderung introvert akan sangat segan untuk melakukan hal ini. Tetapi, jika kita ingin bisa berbicara dan bercakap-cakap dalam bahasa Inggris, ini adalah hal yang wajib kita kuasai.

Kalau kita lihat 7 pertanyaan diatas, bukanlah hal yang sulit bukan? Tidak ada kosa-kata yang rumit, begitupula dengan tata-bahasa. Semuanya adalah hal yang telah kita pelajari disekolah saat kita masih kecil.

Kemudian, salah satu hal penting lain mengenai komunikasi adalah umpan-balik. Apa yang dimaksud dengan umpan-balik? Yang saya maksud adalah saat kita bertanya tentu mereka akan bercerita tentang apa yang ditanya dan pasti ada waktunya mereka yang akan bertanya balik kepada kita. Di saat itulah kemampuan kita di uji. Disaat seperti itu, kita harus berbicara bahasa Inggris dengan lebih panjang dan lebih bisa dimengerti. Beberapa hal penting yang perlu kita perhatikan saat berbicara bahasa Inggris adalah:

  • Bahasa inggris di Menjelaskan - Dijelaskan

Jadi sebagai contoh:

Bahasa Indonesia: Buku merah

Bahasa Inggris: Red book

  • Ingat penanda waktu

Past Tense

Present Tense

Future Tense

  • Ingat siapa yang berbicara

Mungkin ini adalah 3 hal sederhana yang kalian bisa ingat sama mulai bercakap-cakap dengan orang Amerika, Inggris atau mungkin orang asing lainnya. Bahwa ada beberapa hal yang berbeda dengan bahasa Indonesia dan tidak segala hal bisa diterjemahkan dengan bebas tanpa mengerti apa yang sedang dibicarakan.

Hal terakhir, meskipun diatas saya berbicara mengenai bukan soal tata-bahasa yang sempurna atau kosa-kata yang sempurna, tetapi jangan sampai melakukan kesalahan-kesalahan yang bodoh dengan menerjemahkan bahasa Inggris dari bahasa Indonesia dengan bebas. Banyak sekali kita temukan di sosial media Indonesia yang mengupload foto-foto kesalahan dalam berbahasa Inggris yang seharusnya tidak kita lakukan.

Sebagai contoh: kali bisa diartikan sebagai waktu bisa juga sebagai river. Tetapi, kita juga harus bisa mengerti konteks perbincangan jangan sampai kita mau berbicara “ saya sehari makan 2 kali “ dan kita terjemahkan dengan asal dari bahasa Indonesia menjadi “ I eat two rivers a day” tentu hal ini akan menjadi sangat bodoh dan orang yang kita ajak berkomunikasi tidak akan mengerti apa yang kita maksudkan dan komunikasi kita menjadi gagal meskipun kita sudah memiliki keberaniannya.

Banyak-banyaklah menonton film Amerika dan Inggris, kemudian pelajari bagaimana mereka bercakap-cakap dalam bahasa Inggris. Tentu kita tidak perlu persis bisa seperti mereka, meskipun akan sangat baik jika kita bisa, tetapi kita perlu ingat bahwa kita harus berkomunikasi dengan orang asing dan tidak perlu menunggu kita memiliki IELTS 8.0.

William Lukman Djaja

/williamldj

A language geek! tukang belajar dan ngajar bahasa asing dan bahasa Indonesia :DD Certified Behavior Consultant Founder of weespeak language school www.weespeaklanguageschool.com
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH PLATFORM BLOG, SETIAP ARTIKEL MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.
LABEL humaniora

NILAI :

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana