Mohon tunggu...
Aang Suherman
Aang Suherman Mohon Tunggu... Wiraswasta - Perantau

Ekspresi apa adanya semoga bermanfaat.

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Webcam Laptop Madam Saudi Ditutup Handyplast

20 Mei 2012   18:49 Diperbarui: 25 Juni 2015   05:03 1507
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Pembaca pasti penasaran bukan ? dengan teman-teman kompasianer wanita dari Saudi.

Profil mereka bukan dengan foto diri asli dan kalau tidak kenal secara personal tidak akan bahkan haram untuk memberitahu akun jaringan pribadi, jejaring sosial, dan jenis kegiatan interaksi maya yang asli kepunyaan mereka.Haram,Mamnu, dilarang.

Misalnya, jangan harap Bunda Khadijjah,Teh Nining,Neng Moona,Usi Pebrianti,Syla ,Teh Rindang dan yang lainnya, Kompasianer wanita Saudi akan dengan mudah memberikan jaringan pribadi apalagi nomor Handphone atau telepon rumah,wah.. jauh deh,atau kalau anda laki-laki sangat tidak mungkin.

Semacam Yahoo Masenger,Skype atau Facebook dan lainnya pasti akan berprofil bukan dengan jati diri asli,hal ini bukan berarti  palsu tetapi memakai nama maya,nama pena ,atau nama samaran saja karena tuntutan budaya dan adat serta hukum yang berlaku di sini.

Itu warga negara kita yang berdomisili di Saudi,sudah demikian ketatnya  cara pergaulan antara sesama lain jenis kelamin yang bukan muhrim.

Apalagi wanita asli Saudi yang dari sejak di kandungan sudah terbiasa dan terikat dengan budaya tertutup masalah pribadinya,terutama  pergaulan dengan lain jenis kelamin dan bukan muhrim.

Tidak heran jika di Saudi,dengan saudara kakak atau adik ipar sampai " mati"pun istilahnya, tidak akan kenal akrab dan dekat dengan suami atau  isteri saudara kandungnya sendiri.

Tetapi kalau yang wanita bisa saja mengintip wajah suami saudara wanitanya dari balik gata (penutup wajah) atau dari balik abaya-nya namun jangan harap berkenalan lebih dekat layaknya berhubungan dengan saudara ipar seperti di tanah air.

Pria Saudi berkemungkinan tidak akan pernah melihat wajah isteri adik atau kakak kandungnya sendiri sampai meninggal sekalipun,karena jika bertemu muka,jisim isteri saudara kita itu akan selalu memakai abaya atau penutup wajah.

Termasuk berinteraksi di dunia maya,meskipun hari ini dipastikan hampir semua Madam (wanita bersuami) di Saudi mempunyai Personal Computer lengkap dengan jaringan internetnya,tetapi sangat susah untuk bisa berinteraksi dengan teman maya wanita, tidak mungkin bisa video call-an dengan mereka.

Menurut sumber, rekan TKI PRT dan beberapa kali pengalaman penulis sendiri ketika beberapa anak-anak cewek Saudi menitip memperbaiki laptopnya,ternyata di bagian web cameranya semua ditutup dengan lapban atau handyplast,semacam plester untuk membalut luka.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun