HIGHLIGHT

Mahalnya 'Memperpanjang' Hidup...

25 April 2012 04:41:16 Dibaca :

Berawal dari antusias melihat perban seperti habis melakukan donor darah, saya menyapa seorang bapak, berusia sekitar 45 tahunan. Saya pikir, kalau memang dia habis melakukan donor darah di sekitar kantor, saya mau ikut. Ternyata perban itu karena bapak itu baru melakukan cuci darah. Saya sempat minta maaf atas ke-sok tau-an saya. Dan kami sempat bercerita, bahwa beliau sudah 8 tahun cuci darah, dengan intensitas 2 kali dalam seminggu. Bayangkan! Tadinya saya pikir 2 minggu sekali. Dan tiap proses memakan waktu sampai 5 jam! Bapak itupun bercerita bahwa proses itu sangat melelahkan. Soundtrack yang tepat dinyanyikan oleh Mus Modjiono di Arti Kehidupan, "Melelahkaann.. Jreng.."

Saya sampai menghitung berapa banyaknya waktu, tenaga dan biaya yang dikeluarkan untuk 'memperpanjang hidup' mereka yang kehilangan fungsi ginjal dalam tubuhnya.




  • Dari segi kuantitas, 2 x 1 minggu : Anggap 1 bulan ada 4 minggu, maka : 2 x 4 minggu x 12 = 96 x pertahun, selama 8 tahun = 768 x
  • Dari segi waktu, 5 jam x 2 = 10 jam/minggu, maka 10 x 4 minggu x 12 = 480 jam pertahun, selama 8 tahun = 3840 jam = 160 hari, artinya hampir setengah tahun
  • Dari segi biaya, informasi terakhir Rp 800.000/datang tanpa obat, maka dalam waktu sebulan saja perlu biaya sebesar Rp 6.400.000,- silahkan hitung sendiri selama setahun, dua tahun dan seterusnya. Wow.. what a cost!!


Dulu, ketidaktahuan saya tentang diabetes membuat ayah saya terlambat ditangani. Sejak itu saya terus membuka wawasan dan pengetahuan umum tentang macam-macam penyakit. Beruntunglah sekarang dengan bantuan internet, semua informasi yang saya perlukan bisa didapat. Dan hari ini saya masukkan informasi tentang penyakit gagal ginjal ini ke memori komputer dan otak saya.

Penyakit gagal ginjal adalah suatu penyakit dimana fungsi organ ginjal mengalami penurunan hingga akhirnya tidak lagi mampu bekerja sama sekali dalam hal penyaringan pembuangan elektrolit tubuh, menjaga keseimbangan cairan dan zat kimia tubuh seperti sodium dan kalium didalam darah atau produksi urine. Sebagai bagian dari sistem urin, ginjal berfungsi menyaring kotoran (terutama urea) dari darah dan membuangnya bersama dengan air dalam bentuk urin.

Penyakit gagal ginjal ini dapat menyerang siapa saja yang menderita penyakit serius atau terluka dimana hal itu berdampak langsung pada ginjal itu sendiri. Penyakit gagal ginjal lebih sering dialami mereka yang berusia dewasa, terlebih pada kaum lanjut usia.

Terjadinya gagal ginjal disebabkan oleh beberapa penyakit serius yang di dedrita oleh tubuh yang mana secara perlahan-lahan berdampak pada kerusakan organ ginjal. Adapun beberapa penyakit yang sering kali berdampak kerusakan ginjal diantaranya :




  • Penyakit tekanan darah tinggi (Hypertension)
  • Penyakit Diabetes Mellitus (Diabetes Mellitus)
  • Adanya sumbatan pada saluran kemih (batu, tumor, penyempitan/striktur)
  • Kelainan autoimun, misalnya lupus eritematosus sistemik
  • Menderita penyakit kanker (cancer)
  • Kelainan ginjal, dimana terjadi perkembangan banyak kista pada organ ginjal itu sendiri (polycystic kidney disease)
  • Rusaknya sel penyaring pada ginjal baik akibat peradangan oleh infeksi atau dampak dari penyakit darah tinggi.


Dalam dunia kedokteran dikenal dua macam jenis serangan gagal ginjal, akut dan kronik. Sedangkan gejala penyakit gagal ginjal antara lain :

· Gagal ginjal akut : bengkak mata, kaki, nyeri pinggang hebat (kolik), kencing sakit, demam, kencing sedikit, kencing merah/darah, sering kencing.

· Gagal ginjal kronik : lemas, tidak ada tenaga, nafsu makan kurang, mual, muntah, bengkak, kencing berkurang, gatal, sesak napas, pucat/anemia.



Pengobatan gagal ginjal selain cuci darah adalah cangkok ginjal. Tapi untuk sampai ke pilihan inipun sulit, karena memerlukan kecocokan antara pemberi dan penerima ginjal. Adapula pengobatan tradisional/herbal, yang tentunya harus dibuktikan terlebih dahulu.

Di sinilah kita harus lebih waspada terhadap ‘pertanda’ dari tubuh. Tak jarang ada yang menyepelekannya, menganggap ‘ah, hanya demam biasa...’. Padahal, dengan infeksi sekecil apapun yang menyebabkan badan demam, tentunya itu alarm dari tubuh agar kita mau memperhatikan sejenak apa yang sedang terjadi. Namun tidak berarti setiap demam harus ditanggapi dengan panik dan heboh. Dalam hal ini, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter apabila menemui gejala-gejala yang mengarah pada kelainan fungsi ginjal. Penanganan yang cepat dan tepat tentunya akan memperkecil resiko terkena penyakit ginjal tersebut.

Si suatu kesempatan, saya sering melewati klinik yang banyak didatangi orang-orang lansia berkursi roda atau dipapah keluarganya. Ternyata di sana adalah pengobatan bagi penderita stroke. Dari informasi yang saya dapat dari penjual makanan sekitar situ, katanya dokternya bagus. Banyak yang stroke bisa berjalan lagi. Lalu saya teringat pada ibu saya. Alhamdulillah beliau dikaruniai kesehatan yang prima sampai hari ini. Suatu saat beliau berkata “Kalau Mamah sakit, pengennya langsung mati aja biar nggak ngerepotin orang-orang...” Saya hanya diam, berdoa semoga Ibu- dan keluarga kami semua- selalu dalam keadaan sehat-sehat.

Menjadi tua itu pasti. Tapi tidak ada yang bisa menebak apakah masa tua itu akan dilewati dengan sehat atau penuh dengan bermacam-macam penyakit. Jadi sebaiknya selalu mempertahankan gaya hidup sehat. Untuk pengobatan yang harganya semakin menggila, uang memang bisa dicari (tapi dimana dan berapa besar???), tapi kalau sakit, uang sebesar apapun tentunya tidak akan berguna dan bisa ludes. Saya tutup catatan ini dengan doa, semoga kita semua selalu sehat wal afiat, lahir dan batin dan semoga melewati hari tua dengan sehat dan gembira.

Dirangkum dari berbagai sumber

Wienndy Dy

/wienndy

Suka baca, kayak pp-nya.. Suka pantai, jadi terbawa santai.. Suka tidur, tapi jarang bermimpi.. Karenanya, aku tidak punya banyak impian :)
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?