Achmad Suwefi
Achmad Suwefi karyawan swasta

You will never walk alone

Selanjutnya

Tutup

Bola highlight

Indra Sjafri Dikeroyok 3 Pelatih Eropa di Semifinal Piala AFF 2017

14 September 2017   18:44 Diperbarui: 14 September 2017   18:55 2012 10 5
Indra Sjafri Dikeroyok 3 Pelatih Eropa di Semifinal Piala AFF 2017
(Indra Sjafri diantara tiga pelatih Eropa di semifinal Piala AFF U18/sumber foto dilansir dari fourfourtwo.com)

Ada yang menarik dalam gelaran semifinal Piala AFF U18 2017 di Myanmar kali ini,apa itu?Apalagi kalau bukan Indra Sjafri yang Dikeroyok tiga pelatih asing dari negara yang lolos ke babak semifinal.Dan bukan kebetulan kalau ketiga pelatih tersebut berasal dari benua eropa yakni Bojan Hodak (Kroasia/Malaysia), Marcos La Sandra Palacios (Spanyol/Thailand) dan Rabah Benlarbi (Perancis/Myanmar).

Indra Sjafri sudah bentrok dengan Rabah Benlarbi dilaga perdana grup B kala Timnas Indonesia U19 asuhnya sukses membekap Myanmar 2-1.Sedangkan Bojan Hodak sudah adu pintar dengan Marcos Palacios dilaga pamungkas grup A yang berkesudahan 1-1 antara Malaysia dan Thailand.Kini Indra Sjafri yang sukses membawa Evan Dimas dkk juara Piala AFF U19 2013 akan adu taktik dan strategi dengan Marcos Palacios, pria Spanyol yang tentu sudah paham pola tiki taka yang kerap jadi anutan Indra Sjafri.

Bagaimana profil ketiga pelatih asal Eropa yang 'mengeroyok' Indra Sjafrie dibabak semifinal Piala AFF U18 2017?Berikut ulasan singkat tentang profil ketiga pelatih diatas,dimulai dengan Marcos Palacios yang menjadi pelatih Thailand U19.

Marcos Lasandra Palacios,diangkat FAT (Asosiasi sepakbola Thailand) sebagai pelatih kepala Timnas Thailand U19 per juli silam.Marcos meraih gelar master ilmu olahraga di Universitas Barcelona serta memiliki lisensi kepelatihan dari UEFA.Pernah menjadi Direktur Teknik dan Pelatih kepala Yarra U17 serta pelatih Akademi Espanyol U12 dan sempat menjadi pelatih akademi Barcelona U18 saat tim tersebut melakukan tur ke Amerika Serikat.

Dibawah bimbingannya,Thailand lolos kebabak semifinal Piala AFF U18 2017 dengan status runner up grup A dibawah Malaysia.Permainan kolektif yang dibangun dari sisi tengah permainan menjadi ciri khas permainan Thailand U19 alas Marcos Palacios namun kelemahan timnya adalah disisi produktivitas yang hanya mencetak 9 gol dari 5 laga (rata-rata 1,8 gol/laga) tertinggal dari Malaysia (15 gol dari 3 laga) ataupun Indonesia yang mencetak 19 gol.

Rabah Benlarbi,didatangkan MFF (Asosiasi Sepakbola Myanmar) untuk membentuk Timnas muda Myanmar yang kuat secara fisik sehingga mampu tetap tampil spartan selama 2x45 menit.Laga pamungkas kontra Vietnam yang berakhir 2-1 untuk kemenangan Myanmar menjadi bukti kemampuan anak asuhnya untuk tetap fight walau tertinggal 0-1 hingga babak pertama selesai.Pengalaman pria asal Perancis pun cukup mumpuni dan didatangkan MFF melalui FIFA Goal Project. 

Benlarbi pernah menjadi asisten pelatih Timnas Cina (2015-16) serta memegang posisi pelatih Timnas Putri Cina pada waktu yang bersamaan.Sebelumnya,Benlarbi menjadi pelatih fisik di Shenzen Ruby, FC Chongqing, Timnas UEA serta klub UEA,Al Ahly.Selain itu Benlarbi juga menjadi bagian dalam tim pelatih fisik diklub ternama Italia,Juventus selama hampir lima tahun.Sebuah catatan yang membuat MFF mengontraknya per November tahun lalu.

Bojan Hodak, bisa jadi inilah salah satu pelatih yang sudah kenyang asam garam persepakbolaan dikawasan ASEAN.Sejak menekuni posisi manajerial klub,pria kelahiran Kroasia 46 tahun silam tersebut menjadi manajer diklub-klub ASEAN seperti UPB My team, Kelantan dan Johor Darul Takzim di Malaysia serta pelatih kepala di klub Laos,Phnom Penh Crown FC.Selain itu,namanya tercatat menjadi Asisten Pelatih diklub Shandong Luneng.

Prestasi Hodak bersama klub yang dilatihnya cukup apik yakni memenangkan Liga Super Malaysia bersama Kelantan FA (2012) dan JDT (2014),memenangkan Liga Kamboja bersama Phnom Penh Crown (2011), dua kali juara Piala FA Malaysia bersama Kelantan FA (2012 dan 2013) serta membawa klub UPB My Team FC promosi ke Liga Super Malaysia.Catatan yang membuat pelatih asal Kroasia tersebut dilirik melatih Timnas Malaysia sebelum akhirnya FAM menunjuknya sebagai pelatih Malaysia U18.

Menarik adu kepintaran strategi antara Indra Sjafri dengan ketiga pelatih semifinalis Piala AFF U18 2017 usai mengalahkan Rabah Benlarbi dilaga perdana grup B.Kekalahan yang membuat pelatih asal Perancis tersebut penasaran dan ingin kembali menantang Indra Sjafri dibabak final Piala AFF U18 2017 (17/9) mendatang.Tentunya harapan tersebut dapat terwujud jika INDONESIA dan Myanmar lolos kebabak final.

"Bertemu Indonesia lagi?Saya memang sudah mengutarakan niat itu sejak mereka memecundangi kami (2-1 dipartai pembuka). Mengalahkan mereka dipartai final akan memberi kepuasan lebih bagi kami,"ungkap Rabah sebagaimana dilansir fourfourtwo.com

#AyoTimnasU19
#GarudaNusantaraJuara