BBM Naik: Masyarakat Hemat, Penguasa...

18 Juni 2013 00:19:01 Dibaca :

Ketika palu sudah diketok Maka apa yang terjadi jika BBM benar-benar dinaikkan? Maka harga kebutuhan pokok akan naik, harga angkutan umum akan naik, listrik akan naik, semua harga-harga yang menggunakan BBM sebagai bahan pokok akan naik. Lalu apa yang harus kami lakukan? Karena sekarang sudah bulan sya'ban, mungkin rakyat harus perbanyak puasa sunnah untuk persiapan bulan ramadhan, sekaligus menghemat pengeluaran. Mungkin rakyat harus menggunakan sepeda dan tidak lagi menggunakan kendaraan bermotor. Mungkin rakyat harus mematikan lampu di siang hari, mencabut charger jika sudah penuh, tidak menyalakan tv jika tidak ditonton, dan berbagai cara lainnya untuk menghemat listrik. Mungkin ada baiknya juga naik BBM, rakyat akan belajar untuk hidup hemat. Tapi bagaimana dengan para penguasa? Apakah mereka juga akan hidup hemat? Ooo iya, mereka kan punya banyak uang. Jadi tak perlulah berhemat, pergi kekantor naik mobil mewahnya namun tetap membeli premium, karena sekarang sudah tak bersubsidi lagi katanya. Komputer kantor dinyalakan setiap hari untuk melihat komen-komen di twitter dan di facebook. Mereka makan di restoran mewah dan berbelanja di mall-mall, dengan maksud membantah pendapat, bahwa dengan BBM naik daya beli masyarakat akan turun. Yah inilah negeri kita, negeri yang kaya raya. Yang kaya makin kaya, walaupun hutang dimana-mana. Yang miskin makin miskin karena tak mampu mengurusi badannya yang sedang masuk angin. Mudah-mudahan kebijakan yang diambil pemerintah itu adalah yang terbaik bagi rakyatnya. Agar rakyat Indonesia ini bisa hidup lebih hemat dan penguasa bisa foya-foya.

Yogi Setiawan

/wayoujiai

TERVERIFIKASI (HIJAU)

Pemuda yang penuh semangat, senang berbagi dan pantang menyerah.
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?