HEADLINE

Menyedihkan, Cara NET TV Mencuri Karya Foto Saya di Kompasiana

24 Oktober 2013 16:18:10 Diperbarui: 24 Juni 2015 06:05:44 Dibaca : Komentar : Nilai : Durasi Baca :
Menyedihkan, Cara NET TV Mencuri Karya Foto Saya di Kompasiana
1382604835153629981

Perlu waktu agak lama untuk saya meyakinkan diri sendiri bahwa telah ada hak dari karya cipta saya yang dilanggar. Saya pun merasa perlu waktu untuk mengamati dengan teliti dan seksama terlebih dulu tentang apa yang saya lihat di layar kaca sebelum akhirnya saya yakin foto-foto saya telah diambil dengan cara yang sangat menyedihkan.

Selasa sore, 22 Oktober 2013 di sebuah kamar hotel di wilayah Jakarta Pusat saya terkejut melihat tayangan Entertainment News (E-News) NET TV yang disiarkan langsung pukul 16. 30 WIB.Saat itu E-News menyiarkan liputan tentang Pernikahan Agung Keraton Yogyakarta sekaligus rencana kirab pengantin yang akan digelar esok harinya (23/10/2013). Dalam tayangan tersebut E-News NET TV menampilkan kumpulan foto persiapan kirab pengantin. Saat itulah saya terkejut dan bangun dari tempat tidur untuk segera maju mendekat ke layar TV. Dari sejumlah foto yang ditampilkan saya merasa mengenali dengan baik beberapa di antaranya. Sayang saat itu saya belum sempat mengamati detail foto-foto tersebut.

Beruntung ternyata foto-foto tersebut tak hanya sekali ditayangkan. Beberapa menit kemudian E-New NET TV memutar lagi kumpulan foto tersebut. Saat itulah saya yakin bahwa beberapa foto tersebut adalah foto karya saya. Saya pun beranjak meraih kamera dan segera mengambil gambar dari tayangan NET tersebut. Meski beberapa foto tayangan terlambat saya potret, namun saya berhasil menangkap satu dari beberapa foto karya saya yang “diambil” dengan cara menyedihkan oleh NET TV saat itu. Foto di bawah ini adalah bagian dari tayangan E-News NET TV 22 Oktober 2013 yang saya maksud.

Tayangan Entertainment News NET TV (22/10/2013) menampilkan beberapa foto mengenai persiapan Royal Wedding Keraton Yogyakarta. Foto di atas dan beberapa foto lainnya yang ditampilkan E-News NET TV saat itu adalah foto yang menjadi bagian dari sebuah tulisan saya di kompasiana. Selain meng-crop, tayangan tersebut juga menghilangkan watermark nama saya dari foto.

1382605407528264306
1382605407528264306

Sementara inilah foto saya dalam kondisi sebenarnya seperti yang saya tampikan dalam sebuah tulisan di Kompasiana.

1382605664137028879
1382605664137028879

Foto karya saya lainnya lainnya yang diambil secara kurang beretika oleh E-News NET TV.

Dalam foto di atas telihat sebuah gambar yang merupakan bagian dari rangkaian gladi resik Pernikahan Agung Keraton Yogyakarta. Saya jelas mengenali foto tersebut, juga foto-foto lainnya yang ditayangkan bersama-sama foto tersebut. Ada sekitar 3-4 foto saya yang digunakan dalam tayangan E-News NET TV saat itu.Foto-foto tersebut adalah bagian dari tulisan saya di Kompasiana 19 Oktober 2013. Tulisan dan foto-foto tersebut bisa dilihat di sini.

Sebenarnya ini bukan pertama kali foto-foto karya saya muncul di tayangan TV. Selama itu saya tak keberatan karena foto tersebut ditayangkan dengan tidak menghilangkan watermark saya. Namun kali ini, apa yang dilakukan oleh E-News NET TV sangat menyedihkan.

Net TV dan Entertainment News mungkin beranggapan foto-foto tersebut tergolong konten umum seperti halnya “common knowledge” yang bisa digunakan secara bebas karena diambil dari sebuah tulisan blog mainstream. Tapi jika alasan itu yang digunakan maka betapa menyedihkannya pengetahuan dan etika E-News NET TV tentang pemakaian karya cipta karena selain jelas pemiliknya, foto-foto tersebut juga melekat pada sebuah tulisan yang juga jelas dan sah pemiliknya.

Saya beranggapan bahwa NET TV telah melanggar hak dan karya cipta saya dengan cara yang buruk karena mengambil foto dan “memanipulasi” sehingga foto tersebut tampak tak bertuan. Saya katakan “memanipulasi” karena selain meng-crop sedikit bagian foto, tayangan tersebut juga menghilangkan watermark nama saya dari foto. Bagian inilah yang paling sangat menyedihkan.

Saya sedih sekaligus kecewa dengan cara NET TV memperlakukan hak dan karya foto saya. Saya tak keberatan foto-foto saya digunakan untuk beberapa keperluan termasuk digunakan untuk mendukung sebuah tayangan. Tapi cara NET TV yang menghilangkan watermark dan meng-crop beberapa bagiannya adalah cara buruk yang sangat menyedihkan untuk sebuah media. Apa yang dilakukan oleh NET TV dengan mencuri foto-foto dalam tulisan saya tanpa izin, melakukan crop dan menghilangkan watermark adalah sebuah pengingkaran terhadap pengakuan dari sebuah karya.

Saya tak memahami apa yang menjadi alasan NET TV dan Entertainment News mengambil foto dengan cara menghilangkan watermarknya. Andai saja foto tersebut digunakan dengan tidak membuang watermark-nya, mungkin saya tidak akan keberatan dan geram. Saya tak mengerti apakah pelaksana tayangan tersebut memahami etika penggunaan karya sebagian bagian dari kekayaan dan hak yang melekat kuat pada pemiliknya.

Kebiasaan buruk TV yang secara permisif mengambil kontent dari google atau youtube tak ingin saya samakan dengan pengambilan foto-foto saya ini. Apalagi dengan menghilangkan watermark dan mengambilnya tanpa izin. Jika ini dianggap pelanggaran biasa, maka bagi saya yang sekian lama dididik dalam dunia akademis, hal ini adalah pelanggaran berat terhadap kerya cipta. Dengan cara yangburuk, miskin etika dan penghargaan akan karya cipta, apa yang dilakukan oleh NET TV dalam tayangan E-News nya adalah hal yang sangat menyedihkan di mata saya.

Sebenarnya saya tak ingin mengatakan NET TV dan E-News telah “mencuri” foto-foto karya saya, tapi apa yang tepat untuk mengambarkan pengambilan karya dengan cara menyedihkan seperti di atas?.

13826057622124842683
13826057622124842683

Sekali lagi sebuah perilaku menyedihkan dari TV Indonesia.

Hendra Wardhana

/wardhanahendra

TERVERIFIKASI

Anggrek Indonesia & KAHITNA | tidak suka rokok & masakan pedas | Kompasiana Award 2014 Kategori Berita| @_hendrawardhana | wardhanahendra.blogspot.com
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH PLATFORM BLOG, SETIAP ARTIKEL MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

NILAI :

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana