Asal-Asalan ke Bangka-Belitung, yang penting nyampe dan pulang dengan selamat....

13 Juni 2011 05:27:34 Dibaca :

Malam-malam bersenda gurau dengan junior yang gak jadi ndaki gunung kerinci di basecamp, tiba-tiba muncul ide.. "Kita ke laut aja!" "Kemana-kemana?" "Bangka-Belitung yok!" "Boleh-boleh.." "Berapa dananya?" "hhmmm.. Rp.600.000-an lah..." (hitungan asal) "Kakak tau daerahnya?" "Enggak. Tapi aku ada buku panduan wisatanya." "Ok lah, Jum'at kita berangkat!" (Berangkatlah dua orang anak perempuan dengan tujuan bangka-belitung.. Apapun yang terjadi-terjadilah..) Pergi dadakan, panduan cuma buku! Perjalanan dimulai dari Jambi menuju ke Palembang menumpang teman yang tujuan nya juga mau ke palembang. Berangkat pukul 13.45 WIB dan sampai di Palembang pukul 19.10 WIB. Menikmati malamnya Palembang hingga pukul 02.00 WIB, kemudian istirahat untuk keberangkatan pagi. tinunit tinunit, alarm jam 05.00 berbunyi... heh! sebentar sekali istirahatku..  Kemudian kami berdua bersiap-siap tuk ke pelabuhan boom baru Palembang, membeli ticket jet foil kelas ekonomi (ngirit) seharga Rp.140.000. Jam 07.00 WIB teng jet foil pun berlayar cepat. Kondisi dikelas ekonomi sangat memusingkan kepala. Bapak-bapak dan Abang-abang penumpang merokok sembarangan. Resiko kelas ekonomi! Hahahaha Kurang lebih tiga jam kemudian, tepatnya pukul 10.05 WIB kami sampai di pelabuhan mentok pulau bangka.. Perjalanan dilanjutkan kembali dengan menaiki bus dengan tujuan pangkal pinang selama 3 jam dengan harga ticket Rp.30.000. Pukul 13.45 kami sampai di pangkal pinang. Beristirahat dihotel sebentar, Pukul 16.00 kami pergi ke pantai padi... (hmmm.. View yang lumayan... gumamku..)                 Esoknya aku dan temanku pergi ke Pantai Parai...  view yang aku suka cuma ini... Karena cuma ini yang menarik bagiku. Selebihnya biasa saja.. :)     Siangnya pukul 13.45 WIB kami melanjutkan perjalanan ke Belitung, mengendarai jetfoil juga, tapi tidak memilih kelas ekonomi lagi... hehe.. Kurang lebih 4,5 jam menuju Belitung dari pelabuhan pangkal balam pangkal pinang. Sampai di pelabuhan Tanjung Pandan Belitung sekitar pukul 18.35, sudah mulai gelap.. Kami berdua memtuskan berjalan kaki (ngirit lagi.. :D) tuk mencari hotel.. Kira-kira 1km berjalan, ketemu hotel... nanya nanya berapa harganya, "ok! malam ini kita tidur dihotel ini"... cukup murah hanya Rp. 165.000 plus AC, double bed, TV n toilet. Kelaperan..? cukup jalan kaki saja, clingak clinguk, ketemu restoran fastfood. Hmmm.. kenyang.. Esok paginya kami berdua jalan-jalan menggunakan motor rental seharga Rp.50.000/hari.. Cukup murah bukan? Asal kita tahu tempat tujuan, silahkan bertanya dengan orang yang kita temui dijalan.. Aku bertanya dengan seorang bapak tepat di simpang lampu merah, ketika sama-sama berhenti menunggu lampu hijau. "Pak, jalan ke Tanjung Kelayang lewat mana ya?" "Oh, ikutin saya saja, nanti saya kasih tau, karna saya menuju ke arah situ juga" "Ok pak." Bertanya tiga kali dengan penduduk setempat, akhirnya sampai juga di Pantai Tanjung Kelayang... (indahnya.. walau panas terik!)     Setelah asyik mengitari pinggiran pantai, kami menyewa perahu seharga Rp.350.000. Mengelilingi pulau-pulau kecil yang ada di dekat pantai tanjung kelayang.                          

  Puas berkeliling pulau, sambilan menunggu sunset ditengah pulau babi kecil, eh malah kehujunan... diputuskan untuk pulang saja. Waktu juga menunjukkan pukul 18.10... Esoknya kami menuju ke belitung timur,  bermain-main sejenak di kampung laskar pelangi, dan kemudian melanjutkan perjalanan ke manggar  yang terkenal dengan tempat wisata 1000 warung kopi.. Minum kopi dingin... (hmmm... harumnya kopi ini...) Setelah menghabiskan segelas kopi, perjalanan dilanjutkan kembali ke pantai burung mandi.. hingga sore..

 

 

Puas berkeliling pantai di belitung timur, saat nya kami pulang ke hotel.. hari sudah mulai malam..

Besok harus pulang ke palembang trus ke jambi!

..........Belitung indah nian ^_^

Viverani Desmera

/viverani

TERVERIFIKASI (HIJAU)

i love myself
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?