Syaripudin Zuhri
Syaripudin Zuhri profesional

Saya senang bersahabat dan suka perdamaian. Moto hidup :" Jika kau mati tak meninggalkan apa-apa, maka buat apa kau dilahirkan?"

Selanjutnya

Tutup

Kalau Najwa Shihab Mau Jadi Menteri, Jangan Sekarang

11 Agustus 2017   21:14 Diperbarui: 11 Agustus 2017   21:58 410 0 0
Kalau Najwa Shihab Mau Jadi Menteri, Jangan Sekarang
Najwa Shihab sedang bergaya di saat acara Mata Najwa: ilustrasi: fennyrosario.wordpress.com

Waduh... apa pula ini? Berita Mata Najwa yang mau ditutup saja belum reda ... sudah muncul berita  baru tentang Najwa Shihab, bahwa Najwa Shihab dilirik menjadi Menteri sosial yang akan menggantikan Ibu Khofifah, yang kebetulan juga akan ikut Pilkada Jatim 2018 mendatang, klop lah berita tersebut? Tapi benarkah demikian adanya?

Ya belum tentu juga, namanya juga berita, karena setiap berita tidak semua benar adanya, apa lagi kalau tidak ada  konfirmasi kepada yang menjadi sumber beritanya, yaitu Najwa Shihab, yang sekarang menjadi Duta Baca Nasional, Najwa Shihab  sedang di Nusa Tenggara Timur. Dan baru saja berada di sana untuk mensosialisasikan dunia baca membaca. Jadi entah dari mana sumbernya Najwa Shihab dilirik untuk dijadikan menteri social?

Kalau saya yang ditanya, lebih baik Najwa Shihab kembali ke acara Mata Najwa, kalau memang di Metro TV Najwa Shibah sudah berhenti atau diberhentikan, ya sudah biarkan saja, cari TV lainnya, saya yakin pintu buat Nana, Panggilana kesayangan Najwa Shihab di tengah keluarganya, terbuka lebar-lebar. Silahkan buat format baru, tapi tetap dengan pertanyaan atau dialog yang bernas, yang menggigit, yang menukik tajam, dan nara sumber yang kosong akan gelegapan dan "mati gaya". Yang memang menjadi ciri khas Nana ketika sedang berdialog dengan nara sumbernya.

Kalau Nana dilirik menjadi menteri sosial tolaklah, jangan mau. Mengapa? Karena kalau Nana terima sekarang, umur kabinetnya Jokowi tinggal  kurang lebih satu setengah tahun lagi, sayang kalau Nana menerima jabatan tersebut sekarang, Nana hanya akan sebentar, tak bisa mengembangkan apa-apa di Depsos. Karena waktu yang terbatas, dan Pilpres 2019 mendatang akan berat, dan belum tentu juga Jokowi terpilih lagi, masih fifty-fifty, karena pergulatan politik begitu cepat dan berkembang, tak terduga.

Kalau mau menjadi menteri, ya bukan sekarang, tapi pada periode berikutnya, 2019-2024, itu lebih banyak waktu untuk berkreasi sebagai menteri, jadi bukan yang sekarang. Lagi pula Nana lebih pas di acara Mata Najwa, ini memang dunia Nana, kalau menteri kan harus dari awal lagi, menyesuaikan diri lagi, beradaptasi lagi dan seterusnya,  dan jangan lupa juga, kalau sudah masuk birokrasi Nana tak akan bebas lagi berkreasi, seperti yang dikeluhkan oleh Bu Susi, menteri Perikanan dan Kelautan, yang susah bergerak, karena harus mengikuti aturan berokrasi atau protokoler.

Begitu juga Nana bila masuk ke dalam birokrasi, siap-siap bergesekan di sana-sini, tidak bebas berkreasi sebagaimana di acara Mata Najwa. Di Mata Najwa, Nana seperti seorang Dewi  berpedang tajam, yang siap menebas kebohongan, kemunafikan, oportunisnya nara sumber! Itu luar biasa cantiknya, seorang Dewi membabat habis para pejabat yang berjiwa koruptor dengan pertanyaan-pertanyaan yang menukik tajam, bernas dan teruji. Sehingga siapapun yang diwawancarainya akan mengakui sang Dewi yang bermata tajam ini, mata yang seakan menguliti para narasumbernya.

Makanya jangan heran jutaan permirsa terus saja merasa prihatin, dan ini terbukti, dua kali tulisan saya tentang Mata Najwa atau Najwa Shihab terus saja dibanjiri pembaca, dan ini tulisan berikut tentang Najwa Shihab, tentang Mata Najwa, saya yakin masih akan tetap dibaca pembaca, karena pembaca ingin tahu kelanjutan dari episode ditutupnya acara Mata Najwa. Kalau acaranya Mario Teguh yang ditutup okelah, itu karena memang ada penyebab yang tak mudah ditutup-tutupi, yang faktanya akhirnya terbongkar, bahwa Mario Teguh punya anak kandung yang tak diakuinya, yang sampai saat ini kasusnya masih saja bergulir.

Nah kalau acara Mario Teguh ditutup, okelah, nah ini acara Mata Najwa, tak ada angin, tak ada hujan, tak ada badai dan penyebab lainnya yang terdengar jelas, kok tiba-tiba saja acara Mata Najwa mau ditutup akhir bulan Agusutus ini. Ada apa ini? Sampai-sampai saya tulis " Siapa sih yang jahil sehingga Mata Najwa mau ditutup?" Silahkan dibaca tulisan saya kemarin di kompasiana ini juga.

Mata Najwa ditutup . Ini seperti petir di siang bolong... coba mana ada petir di siang bolong, iyakan? Ini untuk menunjukkan bahwa pemirsa TV begitu terkejut, mungkin kalau pecinta Nana begitu melekat dan punya penyakit jantungan, bisa-bisa jantungnya copot alias koit, mati menadadak. Jadi, berita Mata Najwa mau ditutup ini bukan berita biasa, bukan berita hoax, bukan berita ecek-ecek, tapi ini berita besar, berita yang menggugah orang banyak, khsususnya jutaan pemirsa acara Mata Najwa, semuanya prihatin, semuanya tertunduk lesu, diam seriba bahasa, karena tak bisa berbuat apa-apa untuk menarik keputusan Najwa Shihab untuk membatalkan keputusannya untuk mundur dari acara Mata Najwa tersebut.

Wah kalau saya punya kekuasan yang dapat menyetop atau membatalkan keputusan Najwa Shihab sudah saya lakukan hari ini, saat ini, sekarang juga, minjam istilahnya AA Gym. Ya... kalau saja punya kekuasaan untuk menghalangi agar Najwa Shihab membatalkan keputusannya untuk mundur dalam acara Mata Najwa sudah saya lakukan, seperti  Nirmalanya majalah Bobo, yang dengan tongkat wasiat bisa merubah sesuatu dengan cepat, saat itu juga.

Kecerdasan dan kecantikan Najwa Shihab telah menyihir pemirsa Mata Najwa; Ilustrasi: winnetnews.com
Kecerdasan dan kecantikan Najwa Shihab telah menyihir pemirsa Mata Najwa; Ilustrasi: winnetnews.com

Tapi sayang, saya seperti Anda juga, tak bisa mencegah keputusan Najwa Shihab untuk mundur dari acara Mata Najwa. Ada yang bilang biarlah Mata Najwa menjadi legenda. Tapi jangan lupa juga,  legenda itu tidak hanya yang ditutup, tapi juga yang masih aktif atau masih hidup. Jadi Mata Najwa atau Najwa Shibah tetap bisa menjadi legenda, walau masih hidup dan tetap aktif dalam acara yang diasuhnya atau Nana menjadi tuan rumahnya.

Jadi kalau boleh saran, silahkan Nana istirahat, mau seminggu, sebulan atau setahun, tapi janganlah acara Mata Najwa ditutup. Najwa Shihab bukan Mario Teguh yang punya skandal, sehingga acaranya ditutup. Nana bersih, tak terdengar  berita miring tetang Nana, lalu mengapa harus ditutup acara Mata Najwanya.

Oya, kalaupun mau dijadikan menteri sosial misalnya. Ya silahkan saja, namun jika mungkin tetap mengadakan acara Mata Najwa, bisa dua minggu sekali atau sebulan sekali, tapi repot memang, tak mungkin jabatan menteri dijadikan sambilan, karena mengurus masalah social dari Sabang Sampai Merauke, tak akan cukup untuk membagi waktunya, memang salah satunya harus dilepaskan. Sebaiknya memang tawaran menteri yang Nana harus tolak, tetap berdiri teguh di acara Mata Najwa.  Saya yakin pemirsa akan senang bila Nana kembali dan menjadi tuan rumah di Mata Najwa lagi.... Ayolah kembali....jutaan pasang  mata pemirsa menantimu, Nana.