Vinsensius Patno
Vinsensius Patno GURU DAN JURNALIS

VINSENSIUS PATNO TINGGAL DI LABUAN BAJO MANGGARAI BARAT SEORANG GURU DAN JURNALIS

Selanjutnya

Tutup

Media highlight

Biarawati Pelopor Kemanusiaan di Mabar

21 April 2017   10:19 Diperbarui: 21 April 2017   10:34 102 2 2
Biarawati Pelopor Kemanusiaan di Mabar
dokumen pribadi

Rasa kemanusiaan dan turut menderita bersama orang lain yang menderita hanya bisa diwujudkan jika ada niat yang tulus dari dalam hati. Tidak semua orang mampu mewujudkan cita-cita yang mulia ini. Hal ini dikatakan oleh biarawati Suster Yosefina Palawati, SSPS saat diwawancarai di kantornya dikomunitas SSpS Labuan Bajo. Ia menyampaikan bahwa  misi yang kami emban adalah misi Tuhan. Kami hanyalah sarana  dimana misi Tuhan itu menyentuh setiap orang dan alam ciptaan. Kerinduan akan integrasi manusia dengan alam ciptaan sudah ada dalam Kitab Suci, dan kini ingin diwujudkan melalui karya misi di bidang Keadilan dan kedamaian(Justice and Peace) atau (JPIC) Propinsi SSpS Flores Barat.

Kepala JPIC Propinsi SSpS Flores Barat Suster Maria Yosephina, SSpS menjelaskan latar belakang lahirnya keinginan untuk terjun dalam bidang kemanusiaan bahwa tahun 2001 Propinsi Maria Pengantara Segala Rahmat SSpS Flores Barat  mulai berdikari secara penuh, Wilayah misi meliputi Manggarai, Manggarai Barat, Manggarai Timur, Sumba Barat dan Sumba Timur. Semua urusan kehidupan kerasulan Propinsi berada di bawah tanggungjawab Propinsi Maria Pengentara Segala Rahmat FLOBAR ” bagaikan sekuntum bunga mawar Propinsi mulai mekar . Melihat situai dan kebutuhan dalam propinsi, komunitas dan unit kerja serta penekanan dalam Kapitel General XII serta prioritas Kapitel Propinsi-II tentang Formasi, keprihatinan kami adalah orang-orang kecil /marginal, pemberdayaan terhadap  perempuan dan HIV/AIDS, maka Tim Pimpinan Propinsi SSpS Flores Barat dan semua suster dalam propinsi merasa penting untuk membuat Tim guna menjawabi prioritas tersebut di atas. Kami sangat membutuhkan dukungan dan partisipasi dari setiap suster dalam propinsi” tegasnya.

Adapun data dan kasus yang sudah ditangani dan yang sudah dilaksanakan adalah sosialisasi  HIVdan Aids dari tahun 2010 sampai dengan tahun 2015. Jumlahnya mencapai 10.094 orang, sosialisasi  Human trafficing idem jumlah mencapai  5.086 orang, kass Human Trafficing mencapai 50 orang, kekerasan seksual ada  3 orang, kass gadis hamil diluar nikah ada 10 orang, kass KDRT  ada 6 kasus. Dengan melihat dan mengalami sendiri realitas yang terjadi dengan kasus-kasus yang semakin meninggkat dan para korban mulai berdatangan bahwa dengan inisiatif sendiri untuk datang ke lembaga JPIC. Mereka datang untuk melaporkan kasusnya dan meminta bantuan untuk dilindngi dan didamping. 

Dengan kondisi nyata yang ada, maka JPIC Propinsi Flores Barat berencana membangun pembangunan rumah singgah para korban. Rumah ini digunakan untuk perawatan sampai kondisi korban pulih kembali dari trauma serta emosionalnya pulih kembali melalui konseling yang dilakukan secara rutin. Tapi lembaga JPIC mengalami kekurangan dan kesulitan untuk menampng para korban, “Bagi saya korban harus mendapat tempat untuk mereka berekspresi,berlindung dan paling tidak mendapat pertolongan. Untuk itu sangat dibutuhkan satu rumah untuk  mereka khususnya bagi kaum perempan dan anak yang mengalami kekerasan, korban trafficking, kekerasan dalam rumah tangga dan anak anak gadis yang sudah terlanjur dalam pergaulan bebas” kata suster yang ramah senyum ini. Maka dorongan dari hati nurani dan melalui doa. Prinsispnya jika menghendaki maka mukjisat ada serta kesabaran.

Melalui Tim KOMPAS Group  datang  sekitar bulan Juni 2016  dan mewancarai saya apa yang dibutuhkan untuk rencana rumah singah tersebut. Pada bulan November 2016 terjadi peletakan batu pertama yang hadiri oleh ibu wakil Bupati Manggarai Barat Maria Geong dan ketua  DPRD Manggarai Barat Blasius Jeramun dan tim dari kompas. Pembangunan masih dalam proses pengerjaan dan rencananya akan di resmikan pada tangga l 4 Mei 2017.Besar harapan agar semakin banyak orang yang peduli dan terlibat aktif utuk mengambil bagian dalamnya. Kami selalu membangun mitra dengan Vivat Internasional Indonesia, Lembaga Swadaya Masyarakat, JPIC SSpS dan JPIC SVD, keuskupan dan kepolisian.**Vino

  •