Mohon tunggu...
Veronika Yasinta
Veronika Yasinta Mohon Tunggu... Jurnalis -

Kembali tertarik menulis...

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Cerita Ibu: Kundi dan Goncangan Air!

8 Mei 2016   22:22 Diperbarui: 8 Mei 2016   23:00 56
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

 

[caption caption="Saya ambil dari google images."][/caption]

Beberapa kali kalau lagi ngobrol sama Ibu, pasti cerita soal masa kecilnya. Ya, masa kecil waktu dia masih SD.

Banyak guyonan dan kata baru dalam istilah bahasa Jawa yang terkadang aku baru dengar.

Ibuku lahir dan besar di Kunden, Kelurahan Jetis Wetan, Kabupaten Klaten. Aku tahu beberapa teman SD-ku juga ada yang masih tinggal disana. Maklum, dari SD sampai kuliah, saya tinggal sama Ibu di rumah mbah di Kunden. Kembali ke cerita semasa kecil Ibu.

Ibu menggambarkan Dukuh Kunden sebagai wilayah yang sangat miskin. Belum ada listrik. Ibuku lahir pada 1961, jadi kalau dia kelas 2 SD kemungkinan saat itu sekitar tahun 1969-1970.
(Catatan: Kunden sekarang presentase rumah tangga miskin sudah berkurang drastis. Berdasarkan penghilatan saya terakhir pulang, sudah banyak yang punya mobil).

Kunden, dinamakan begitu karena banyak warganya bergantung hidup menjadi 'kundi' atau pembuat kerajinan gerabah. Bayangkan, harga gerabah kala itu sangat murah. Aku tidak tahu pastinya. Yang pasti, nenekku (Ibunya ibuku) tidak bisa hidup layak dengan pekerjaan itu. Kakekku (ayahnya ibuku) seorang pekerja seni. Bisa dikatakan seni yang sangat keren bahkan sampai sekarang. Dalang. Tapi kakek juga bisa main banyak alat musik, menari, dan kesenian Jawa lainnya. Tapi itu juga tidak cukup karena tiap hari beluk tentu ada yang 'nanggap' wayang. Apalagi, anak kakekku ada 7.

Hehehe

※Plek plek ser!!

Ibuku cerita kalau di sekolah dia dan teman-temannya yang berasal dari Kunden dibully. Yes, bullying sudah dari dulu memang.
Mereka dikatain 'Dasar plek plek ser!'
Ini istilah baru yang saya dengar dari cerita ibuku. Plek plek ser... haha
Plek plek ser adalah suara yang biasanya terdengar saat kundi membuat gerabah. Plek plek merupakan suara yang keluar saat tangan memukul tanah liat yang basah untuk membentuk gerabah. Sementera suara ser keluar saat kundi memutar gerabah yang sedang dibuat di atas piringan yang bisa berputar.
Tapi bagaimanapun, sekarang profesi kundi sudah semakin menipis. Bahkan di Dukuh Kunden yang namanya diambil dari kata kundi pun sudah jarang yang berprofesi sebagai kundi. Hanya bisa dihitung pakai jari tangan saja.

※Layar tancap

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun