PILIHAN

Mahalnya Buah Markisa di Amerika

19 Juni 2017 11:03:05 Diperbarui: 22 Juni 2017 07:13:14 Dibaca : 450 Komentar : 1 Nilai : 2 Durasi Baca :
Mahalnya Buah Markisa di Amerika
Passionfruit || Gambar: authoritynutrition.com

"Whattttt? Dua dolar setengah 1 biji?" saya kaget banget ketika mendengar suami bilang kalau harga Satu Biji buah berwarna ungu yang belakangan selalu dia beli itu harganya ternyata hampir Tiga dolar Satu biji. Buahnya segede buah Sawo, dalemannya bijinya kayak anak kodok begitu. Saya nggak tahu nama buah itu karena asalnya nggak peduli sama itu buah sampai suami bilang harganya yang bagi saya sih dua langit, bukan selangit lagi. Kalau buahnya segede Melon atau Kelapa sih mending, lha ini segede upil begitu? Give me a break, man.

Maka saya pun memeriksa sticker atau label yang tertempel di buah itu "Passion Fruit" ternyata namanya. Saya nggak tahu bahasa Indonesianya apa tapi saya rasanya pernah melihat buah ini di kampung cuma gak pernah memakannya. Tapi buah ini tidak populer di kampung kami, tidak seperti buah Jambu Biji atau Mangga atau yang lainnya. Karena ketidakpopulerannya inilah makanya buah ini agak ditakuti waktu di kampung dan kami namakan Buah Ular.  Karena kami pikir itu buah makanan ular. Ternyata ini buah manusia, mahal pula harganya.  

Dok.pri
Dok.pri

Suami beberapa kali belakangan ini membeli buah ini.  Karena dia bilang sangat bagus buat tubuh. Asalnya memang tidak saya pedulikan namun berhubung harganya yang aduhai ini maka sesampainya di rumah, saya mencobanya dan bwaaahhhhhhh... asem kecut, bro. Udah mahal, asem pula, mana kecil lagi. Saya bilang sama suami, udah jangan beli buah itu lagi, buang2 duit apalagi kita ini judulnya lagi menghemat karena mau lunasin tagihan Pajak Penghasilan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.  Iya, 

Pajak Penghasilan ini lumayan menguras isi kantonglah karena jumlahnya yang hampir Sepertiga penghasilan kami(penghasilan  suami maksud saya karena saya nggak kerja diluar rumah).  Melihat angka kewajiban bayar pajak ini menjadikan saya mengerti kenapa waktu kemarin2 banyak yang setuju dengan wacana Presiden Donald Trump mendeportasi para pekerja yang tidak memiliki surat2 resmi di Amerika. Alasannya ya itu, karena mereka nggak punya dokumen resmi untuk bekerja, otomatis penghasilan mereka nggak kena pajak, sedangkan mereka masih bisa menikmati fasilitas publik seperti jalan2 luas, taman, perpustakaan dsbnya yang notabene pembangunan dan kemajuannya berasal dari pajak, salah satunya pajak penghasilan rakyat Amerika yang bekerja dengan resmi tentu saja.  Ternyata ya memang angka pajak ini nggak main2 dan kalau telat bayar, bunganya pun nggak sedikit.

Nah, kembali ke acara menghemat duit kami yang kini tersita dengan 5 buah ungu tadi.  Intinya  gimana mau hemat kalau duitnya dibeliin buah ular ini?  Karena buah ini cukup mengganggu stabilitas budget belanja kami  belakangan ini (iya karena itu kemarin belinya kalau ditotal adalah 20 biji dalam dua minggu. Nah 20 biji x 2,50 = 50 dolaran) maka saya pun mencari tahu apa sih buah ini dalam bahasa Indonesianya? Setelah digoogle, oh ternyata ini yang namanya Markisa. Waktu di kampung ya itu tadi buah ini kurang populer, populernya buah ini malah dalam kemasan botol yaitu Sirup Marjan rasa Markisa.  Itu sirup yang lakunya pas bulan puasa2 begini.

Di kitamah sirup tuh kayak sirop ya, artinya minuman kental yang diseduh air terus diminum.  Atau minuman manis campur kayak es campur begitu. Di Amerikamah Syrup itu kayak karamel tapi lebih encer untuk pemanis seperti pemanis Pancake, fungsinya lebih ke seperti Susu Kental Manis.  Buat temen2 yang duitnya banyak dan lagi main kesini, bolehlah beli buah ini, tapi bagi orang kere macam saya ya jangan macem2 gaya2an beli buah ini, ntar nggak bisa pulang ke Indonesia wkwkwkwk... maksudnya kalau belinya dua ton kan tentu saja bakal bikin kantong megap2.  Oh iya, buah ini tidak dijual di semua supermarket lho, soalnya saya menemukannya cuma di supermarket organik. Di toko Asia aja yang biasanya komplit buah-buah anehnya, nggak ada.

Nah, itulah sekilas tentang cerita Buah Markisa di Amerika sini.

KOMPASIANA ADALAH PLATFORM BLOG, SETIAP ARTIKEL MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.
LABEL wisata wisata

NILAI :

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana