Bisakah Bahasa Indonesia Menjadi Bahasa Utama Kita Sehari-hari?

23 September 2012 06:13:25 Diperbarui: 24 Juni 2015 16:51:56 Dibaca : 963 Komentar : 0 Nilai : 5 Durasi Baca :

Pernyataan yang pernah diungkapkan oleh Ketua Harian Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO Arief Rahman di Kompas.com sangat menarik perhatian saya. Beliau optimis bahasa Indonesia bisa menjadi bahasa internasional dan beliau menghimbau agar bahasa Indonesia bukan hanya dipelajari di sekolah tetapi dipakai juga sebagai bahasa komunikasi harian. Saya sangat setuju jika kita semua warganegara Indonesia dapat menggunakan bahasa Indonesia dalam komunikasi harian karena dengan membiasakan penggunaan bahasa Indonesia dalam komunikasi harian , kita akan terbiasa dan semakin dapat meningkatkan kemampuan berkomunikasi dengan bahasa Indonesia dengan baik dan benar. Dengan membiasakan diri menggunakan bahasa Indonesia juga menunjukan kecintaan kita terhadap bahasa Indonesia dan sekaligus juga merupakan bentuk dukungan dan salah satu tindak nyata dalam upaya kita untuk merealisasikan terwujudnya bahasa Indonesia menjadi bahasa internasional disamping usaha usaha lain dari pihak terkait dan berkompeten. Seperti juga pernah dilansir disebuah media bahwa semakin banyak warganegara asing yang mempelajari bahasa Indonesia seiring dengan semakin banyaknya pusat bahasa Indonesia dan kebudayaan Indonesia, tetapi tanpa dukungan dan kecintaan dari warganegara sendiri, maka hal itu kurang berarti.


Cobalah kita perhatikan dengan seksama di lingkungan sekitar kita, apakah bahasa yang kita pakai dalam komunikasi harian? Apakah kita sudah menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar? Dalam pengamatan saya, di lingkungan sekitar saya baik itu lingkungan pekerjaan yaitu di kantor, di dalam pergaulan dan di rumah bahasa yang digunakan adalah bahasa Indonesia yang bercampur dengan bahasa daerah tempat tinggal, bahasa daerah asal dan juga bahasa gaul dan terkadang bahasa asing. Ketika sayapun bepergian ke daerah lain atau bertemu orang baru dari daerah lain bahasa yang digunakan sangat dipengaruhi oleh daerah asal kami masing – masing. Menurut pendapat saya, sebagian besar kita lebih sering menggunakan bahasa Indonesia yang bercampur dengan bahasa daerah, bahasa asing dan juga bahasa gaul. Sebagai contoh bahasa Palembang yaitu bahasa yang digunakan oleh warga Palembang, bahasa Jakarta yang dipakai oleh warga Jakarta, bahasa lampung yang dipakai olehwarga Lampung demikian juga dengan daerah – daerah lain di Indonesia, dan itu juga bukan bahasa daerah, murni dari daerah tersebut melainkan campuran dengan bahasa Indonesia. Hal ini menunjukan bahwa banyak dari kita yang belum menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar.


Dalam pasal 36 UUD 1945 berbunyi bahasa Nasional adalah bahasa Indonesia. Sebagai bahasa Nasional bahasa Indonesia berkedudukan diatas seluruh bahasa daerah di Indonesia terlebih lagi bahasa Asing. Sebagai bahasa Nasional bahasa Indonesia berfungsi antara lain sebagai alat pemersatu, alat penghubung antar daerah dan juga sebagai identitas bangsa. Menurut pendapat saya, sudah seharusnyalah komunikasi yang kita gunakan adalah bahasa Indonesia walaupun dipengaruhi oleh bahasa daerah ataupun bahasa asing harus sudah dibakukan dalam bentuk bahasa Indonesia karena dapat menunjukan identitas Nasional dan bukan daerah sekaligus identitas bangsa Indonesia. Hal ini juga bukan berarti kita tidak dapat menggunakan bahasa daerah ataupun bahasa asing lainnya, namun bagaimana penempatan pemakaian bahasa tersebut pada kesempatan yang tepat dan tertentu. Bahasa Daerah juga merupakan kekayaan budaya yang perlu dijaga kelestariannya. Sedangkan bahasa Asing juga diperlukan kita sebagai komunikasi antar bangsa dan Intenasional. Dengan menempatkan bahasa Indonesia sebagai bahasa utama dalam komunikasi berarti kita sudah menjunjung bahasa persatuan bahasa Indonesia seperti yang tercantum juga dalam Sumpah Pemuda.


Dalam realisasi tercapai hal tersebut di atas dan bagaimana aplikasinya memerlukan usahadan tindak nyata yang didukung program – program dari pihak terkait dan berkompeten dengan didukung seluruh lapisan masyarakat. Seperti gerakan cinta bahasa Indonesia, bulan bahasa, masih juga perlu diadakan program – program lain yang sifatnya menyeluruh dan dapat menyentuh seluruh lapisan masyarakat di Indonesia untuk menumbuhkan rasa cinta dan kesadaran untuk menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar ditengah arus kesadaran warganegara yang juga besar untuk mempelajari bahasa asing. Ayo kita tunjukan kecintaan terhadap bahasa Indonesia dengan menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar sebagai bahasa utama dalam komunikasi kita sehari – hari.


KOMPASIANA ADALAH PLATFORM BLOG, SETIAP ARTIKEL MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

NILAI :

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana