Lebih Dekat dengan Keuangan Syariah

18 Juni 2017 11:51:31 Diperbarui: 18 Juni 2017 12:03:00 Dibaca : 11 Komentar : 0 Nilai : 0 Durasi Baca :
Lebih Dekat dengan Keuangan Syariah
Hadir di dialog lebih dekat dengan keuangan syariah

Senang sekali sore ini saya bisa hadir  diacara dialog bersama OJK sekaligus buka puasa bersama di Double Tree Hotel, Cikini Jakarta. Jujur saya belum begitu memahami apa itu keuangan syariah, perbankan  syariah, juga industri keuangan syariah. Bagaimana keuangan syariah, bagaimana pertumbuhannya juga bagaimana komitmen syariah itu sendiri.

Keuangan syariah instrumennya  adalah syariah dan akhlak. Syariah merupakan aturan yang bersumber dari Hadist dan Alquran. Bagaimana syariah ini sendiri dijalankan di Indonesia. Menurut Pak Setiawan Budi Utomo selaku Kepala Bagian Departemen  Perbankan Syariah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) siapapun yang bertransaksi di bank syariah apapun agama nya berarti dia siap tunduk dengan aturan-aturan dalam syariah.

Sudah saatnya keuangan syariah nggak sekadar dekat tapi juga menjadi lifestyle. Seperti Ramadhan ini ujar Pak Setiawan baik umat muslim maupun non muslim yang berdagang di bulan Ramadhan sudah menjadikan Ramadhan sebagai lifestyle.

Saudara tuanya OJK itu adalah Industri Keuangan Non Bank (IKNB) dan pasar modal, sedangkan perbankan syariah adalah saudara muda karena masih baru bergabung di OJK tahun 2013. Perbankan syariah sama dengan lembaga keuangan dan jasa keuangan yang lain, dalam pengembangannya ada filosofi yang mendasari, itulah visinya dan ini tertuang dalam undang undang perbankan syariah 21 yang merupakan konsesus nasional yang diawali dengan akidah yaitu keyakinan kepada nilai-nilai tertentu.

Sistem keuangan syariah atau sistem perbankan syariah merupakan rangkumam nilai-nilai yang memberikan harapan untuk masa depan dunia keuangan dan ekonomi. Sehingga dikembangkanlah perbankan syariah. Apa instrumennya untuk mengembangkan perbankan syariah di Indonesia? Instrumennya adalah syariah dan akhlak. Syariah adalah rangkuman nilai-nilai atau aturan tentang boleh tidak boleh juga benar dan salah.

Siapapun yang bertransaksi di bank syariah apapun agamanya berarti dia menundukkan diri dengan aturan dan hukum-hukum syariah, tidak perlu disunat ataupun mengucapkan syahadat, yang penting tunduk terhadap hukum-hukum syariah.

Akhlak terkait dengan etika, terkait dengan baik buruk sehingga didalam perbankan syariah kita dikenal dengan halalan thoiban. Halal itu domainnya syariah sedangkan thoiban itu domainnya nilai tambah dan nilai kebajikan.

Jadi dalam perbankan syariah interaksi antara lembaga keuangan huhungan dan interaksi tidak seperri konvensional seperti penjual dan pembeli tapi ukuwah atau persaudaraan. Makanya tidak boleh ada kezaliman disitu. Makanya penting ada keadilan keseimbangan dan kemaslahatan dalam perbankan syariah.

syafiatuddiniah

/tutymohamad

TERVERIFIKASI

●travelling ●kuliner ●movie ●photography ●socialmedia ●nge-blog ●email: tuty.utut@gmail.com ● fb : https://www.facebook.com/iamtutyqueen ● ig : https://www.instagram.com/tutyqueen/ ● twitter :https://twitter.com/tuty_utut ● Blog: http://www.tutyqueen.com/
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH PLATFORM BLOG, SETIAP ARTIKEL MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

NILAI :

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana