Pengelolaan Lingkungan Berwawasan Lingkungan Hidup

25 April 2012 13:57:11 Dibaca :

 

L

ingkungan hidup  adalah suatu kawasan alam yang didalamnya mencakup unsur-unsur hayati dan non hayati serta hubungan timbal balik antara unsusr-unsur tersebut. Hubungan timbal balik yang terjadi  dalam lingkungan hidup merupakan hubungan yang fungsional  sebab prosesnya berjalan secara harmonis dan stabil antara komponen-komponen  yang berintegrasi. 

Lingkungan hidup dapat dikatakan merupakan bagian dari kehidupan manusia. Manusia mencari makan , minum dan kebutuhan  hidup lainnya, karena  lingkungan hidup sebagai sumber pertama dan  terpenting bagi pemenuhan berbagai kebutuhan.

 

Lingkungan hidup mempunyai konsep sentral dalam ekologi yang disebut ekosistem, yaitu mempunyai  hubungan antara komponen-komponen  dan bekerja secara teratur sebagai suatu kesatuan. Tanpa perbuatan atau campur tangan manusia yang berlebihan sesungguhnya sikuls alam akan tetap. Karena kerusakan oleh alam sendiri, dapat dikembalikan lagi oleh alan secara alami. Tetapi kerusakan oleh manusia  sulit untuk dikembalikan lagi oleh alam, bahkan  tidak mampu lagi seperti semula.

 

Ledakan penduduk dan perkembangan kebuidayaan manusia  menyebabkan hubungan manusia dengan lingkungan alam berubah. Dengan bergesernya hubungan tersebut  ,  merubah wajah alam  dan lingkungan. Perkembangan tehnologi dapat menguasai alam sesuai dengan apa yang diinginkan manusia, sehingga menuntut permintaan sumber daya alam yang besar dari jumlah sumber daya alam yang terbatas.

Dalam perkembangan pembangunan  dewasa ini  menurut  Emil Salim ,  berbagai masalah sering timbul apabila tidak mengambil langkah-langkahdikawatirkan akan terjadi gangguan pada lingkungan. Dampak gangguan pada lingkungan  yang akhirnya merugikan manusia dan seluruh  mahluk di dalamnya.

 

 Semakin berkembangnya industri di berbagai negara , maka masalah lingkungan hidup memerlukan perhatian beberapa negara industri . Justru masalah lingkungan hidup ini timbul  berkaitan dengan demngan kemajuan ekonomi di negara – negara industri . Masalah lingkungan hidup bukan hanya dirasakan oleh negara-negara maju saja ,  bahkan bagi negara-negara berkembang lebih para didera oleh masalah lingkungan hidup ini. , karena masayarakatnya masih miskin . Jelasnya, kemiskinan penduduk menimbulkan masalah lingkungan hidup,  sebagai contoh penduduk miskin disekitar hutan merusak lingkungan dengan menebangi hutan untuk mencari nafkah hidup.

 

A.      Unsur-unsur Lingkungan

 

    Unsur-unsur lingkungan ialah faktor-faktor yang membentuk lingkungan. Unsur-unsur pembentuk lingkungan itu dibedakan 3 masam yaitu :

·         Unsur Fisik

Ialah faktopr pembentuk lingkungan yang berasal dari alam atau berasal dari lingkungan itu sendiri  yang terbentuk secara alamiah.

·         Unsur biotik

Ialah faktor mahluk hidup yang akan membentuk sustu lingkungan , yaitu : manusia, hewan dan tumbuh-tumbuhan.

·         Budaya

Ialah faktor kehidupan sosial dan budaya masyarakat  yang mencerminkan  kebiasaan dan ciri khas suatu daerah. Contohnya : kebiasaan menurunkan adat dan istiadat kepada generasi berikutnya , seperti di Bali  kebiasaan menari diwariskan secara turun menurun.

 

B.      Arti Pentingnya Lingkungan Bagi Kehidupan

 

Lingkungan sangat penting bagi kehidupan manusia karena didalamnya lingkungan itu terdapat mahluk hidup dan mahluk tak hidup yang saling bergantungan. Jika lingkungan hidup tidak terpelihara maka akan menyebebkan  bencana bagi penghuninya . Contohnya bencana alam yang sering terjadi akibat lingkungan hidup yang tidak terpelihara. Selain bencana alam , wabah penyakit juga sering timbul  melanda lingkungan hidup yang tidak terpelihara.

 

Manusia selalu memanfaatkan sumber daya alam lingkungan  dalam memenuhi kebutuhan hidupnya yang identik dengan istilah pembangunan. Pmebangunan  yang terus berjalan  selalu memanfaatkan lingkungan baik langsung maupun tidak langsung. Meskipun perkembangan Ilmu Pengetahuan Dan Tehnologi dapat mengatasi batas hambatan yang ditimbulkan alam, tetapi kenyataannya masalah dan kerusakan lingkungan sulit dihindari sehingga mengganggu dan mengancam keberadaan manusia dan habitat penghuninya.

 

C.      Bentuk-bentuk Kerusakan Lingkungan

 

Masalah lingkungan adalah ulah manusia, dal;am kegiatannya yang mengancam manusia dan lingkungan hidupnya.  Masalah lingkungan hidup terjadi berurutan dari kegiatan manusia dan menyebabkan siklus permasalahan  lingkungan yang berpanjangan. Masalah lingkungan wujudnya berupa kerusakan-kerusakan lingkungan yang terjadi.

 

Bertuk-bentuk kerusakan lingkungan  disebabkan oleh 2 macam penyebab, yaitu :

#      Proses  Alam

Ialah bentuk kerusakan  lingkungan yang disebabkan oleh peristiwa-peristiwa yang terjadi secara alami  dari alam . Contoh kerusakan lingkungan oleh alam antara lain adalah :

1.       Gunung meletus , ini  merupakan peristiwa alam dimana gunung tersebut menyemburkan lava, lahar panas, pasir, batu, lumpur, dan debu ketika meletus.Gunung meletus akan merusak alam dan memakan korban dan kerugian materi yang tidak sedikit. Tetapi dampak dari letusan gunung tersebut  membawa keuntungan  antara lain : menyuburkan tanah, mememperluas lahan pertanian, letak mineral dekat demngan permukaan bumi, dan tempat wisata.

2.       Tanah Longsor  , biasanya terjadi karena penebangan hutan yang sembarangan. Untuk mencegah tanah longsor perlu digalakan reboisasi.

3.       Gempa Bumi, ialah getaran yang terjadi akibat dari dalam bumi. Gempa tersebut menurut terjadinya  ada tiga macam :

·       Gempa Vulkanis , karena letusan gunung berapi

·       Gempa tektonik , karena adanya patahan dan atau pergeseran lapisan batuan

·       Gempa runtuhan , karena tanah runtuh

4.       Erosi dan abrasi , proses pengikisan permukaan bumi oleh air dan air laut

 

#      Kegiatan Manusia

Ialah kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh ulah manusia itu sendiri. Manusia memanfaatkan lingkungan  tanpa disadari dapat merugikanm lingkungan hidup. Contoh kegiatan manusia yang menimbulkan kerusakan lingkungan alam adalah sebagai berikut :

1.Sampah

Masalah sampah ini dapat membawa akibat berantai bagi pencemaran lingkungan  berupa :

·       Bau busuk menggagu orang disekitarnya

·       Mempercepat terjangkitnya penyakit dan sumber penularan penyakit

·       Tersumbatnya got-got dan aliran air yang berakibat banjir

·       Dampak merusak kenyamanan  dan  keindahan kota

2. Terkurasnya Flora dan Fauna

adalah suatu penciptaan kondisi  keberadaan flora dan fauna menjadi langka. Hal ini disebabkan oleh terputusnya jaringan kehiduipan . Kelangkaan flora dan fauna dapat  dikawatirkan akan terjadi kepunahan . Yang akhirnya manusia pada generasi berikutnya  sulit menemukan jenis flora dan fauna yang langka  bahkan hanya tinggal legenda.

3. Pencemaran

Percemaran atau polusi terjadi karena pertambahan penduduk yang pesat dan tidak ditopang  dengan daya dukung lingkungan serta tidak memperhatikan kaidah pemanfaatan sumber daya alam yang berwawasan lingkungan hidup. Pencemaran tersebut terdiri dari pencemaran air, pencemaran udara, pencemaran tanah dan pencemaran suara.

4.Tanah Kritis

Adalah merupakan kerusakan tanah  karena produktivitas tanah sebagai tempat tumbuhnya tanaman akan menurun bahkan tidak berfungsi lagi. Akhirnya tanah menjadi tandus dan gersang serta tanaman tidak dapat tumbuh lagi  dan menghasilkan sesuai dengan harapan manusia.

5.       Penyimpangan Iklim

Merupakan masalah kerusakan lingkungan  terjadi kondisi dimana iklim  telah bergeser atau berubah. Hal ini menimbulkan kecemasan  dan ketakutan penghuninya terutama petani, nelayan, pelayaran dan penerbangan. Ramalan cuaca yang tidak akurat, timbulnya angin topan, kekeringan dan curah hujan yang berlebihan  merupakan dampak pergesera iklim.

6.       Hujan Asam

Hujan asam adalah hujan yang airnya tercemar oleh poluta (debu dan asap) dan korosit. Apabila hijan ini menimpa benda-benda yang mengdung besi atau metal maka akan mengalami keropos dan berkarat, dan apabila menimpa manusia dan hewan akan mengalami terserang penyakit kulit dan pernapasan, serta  bila menimpa tanaman  akan membuat pertumbuhannya kerdil dan menurunkan produktivitas tanaman tersebut.

Hujan asam banyak terjadi di negara-negar industri maju, dimana penetralisir hujan yakni hutan dan tanaman yang ada sangat sedikit atau berkurang.

       8.   Menipisnya Ozon     

Fungsi atmosfir antara lain sebagai pelindung bumi dari panasnya sinar ultra violet dan infra merah dari matahari , terutama lapisan ozon ( 03)di atmosfir. Saat ini lapisan ozon di bumi telah menipis bahkan telah berluban di kedua kutub bumi, sehingga sinar infra merah dapat menembus atmosfir bumi dan tidak dapat dipantulkan kembali. yAng akhirnya dapat menaikkan suhu bumi dan kondisi bumi semakin panas. Penyebab menipisnya ozon karena pemakaian gas CFC (Carbon Fluoro Oksida) Freon, Foem,Metanol sebagi imbas dari pemakaian AC, barang-barang busa dan plastik. Kenaikan suhu bumi berakibat mencairnya secara besar-besaran gletzer di kedua kutub bumi yang dapat meninggikan peremukaan aior laut dari waktu-kewaktu. Hal ini dapat menggelamkan kota-kota yang di daerah pantai atau didataran rendah  pada beberapa puluih tahun mendatang.

 

E.   Usaha   Pelestaraian Lingkungan Hidup

 

Makin teracam suatu lingkungan hidup  karena peratambahan penduduk dengan segala kebutuhannya, maka giatlam nanusia  berusaha  memulihkan hubungan keseimbangan dan keselarasan  ekologi. Manusia  mulai sadar lagi keberadaanya teracam dalam melangsungkan  kehidupannya. Bentuk nyata dari usaha dalam memulihkan hubungan manusia dengan liongkungannya harus diwujudkan untuk menghindari dan mencegah masalah-masalah dan kerusakan liongkungan. Manusia  dalam memanfaatkan lingkungan  perlu pendekatan ekologi agar lingkungan tetap lestari.

 

Pendekatan ekologi adalah  dalam pembangunan  dengan memperhatikan  unsur-unsur lingkungan sebagai sumber daya  dalam menjalankan pembangunan yang sedang dilaksanakan Kelestarian  lingkungan dalam hal ini bukannya lingkungan yang dilestarikan, tetapi kemampuan fungsi  lingkungan yang dilestarikan. Jadi lingkungan dapat berubah dalam proses pembangunan , tetapi fungsi lingkungan harus tetap terpelihara secara utuh.

Contoh usaha pelestarian lingkungan hidup  antara lain meliputi :

·     Dengan menggalakkan program penghijauan dan reboisasi.

·     Meningkatkan usaha kebersihan , penanganan sampah, dan keindahan kota dan desa.

·     Meningkatkan kesadaran masayarakat terhadap masalah lingkungan hidup dengan pendidikan lingkungan hidup lewat jalur pendidikan sekolah dan luar sekolah.

·     Melaksakan Undang-undang Lingkungan hidup  No. 4 Tahun 1982 secara konsekwen.

·     Mencegah kerusakan hutan  dengan pelarangan terhadap penebangan hutan yang sembarangan, praktek ladang berpindah, dan menindak pemegang HPH  yang nakal.

·     Adanya suatu peraturan  dan pengaturan tentang izin mendirikan industri  yang ramah lingkun gan.

·     Usaha mengurangi atau memperkecil dampak pencemaran lingkungan.

·     Usaha mencegah bahaya banjir dan erosi secara terpadu meliputi :  penanganan  sampah yang baik, pengerukan pada sungai-sungai yang dangkal, pembuatan terrasering pada lahan miring, pembuatan tanggul-tanggul  disungai yang rawan banjir, pembuatan kanal – kanal , dan pembauatan bendungan .

·     Pemurnian kotoran dan limbah industri .

 

F.   Hakekat  Pembangunan  Berwawasan  Lingkungan

 

Masalah pembangunan dan pengembangan  lingkungan hidup adalah rutin dan komplek. Karena itu sulit ditanggulangi  dan harus ditangani oleh pemerintah dan masayarakat . Untuk itu perlu adanya kesadaran pelaksanaan program dan pemahanan  tentang apa yang mau dicapai dan harus mendorong masyarakat  untuk membangun pengembangan lingkungan. Pembangunan yang dilaksanakan harus dengan pendekatan ekologis, dimana pembangunan yang memperhatikan kelestarian dan menghindari kerusakan lingkungan  yang sangat diperlukan dalam menjalankan roda pembangunan , dengan pembangunan berwawasan lingkungan hidup .

Pembangunan berwawasan lingkungan hidup  diterapkan dengan tujuan untuk mengolah sumber daya alam secara bijaksana .  Hal ini agar pembangunan yang dilaksanaikan dapat menopang pembangunan yang berkelanjutan bagi peningkatan kualitas hidup dari generasi kegenerasi.

 

Hakekat pembangunan berwawasan lingkungan ialah pembangunan yang terus dilaksanakan sebaik-baiknya, sehingga tidak terjadi pengaruh-pengaruh yang merugikan  bagi lingkungan.

Ciri-ciri pembangunan berwawasan lingkungan hidup , antara lain :

·       Pembangunan harus direncanakan dengan baik dan dipertimbangkan dampak  lingkungan  yang merugikan.

·       Pembangunan harus mempertibangkan aspek-aspek lingkungan.

·       Dalam melakukan pembangunan harus diikut sertakan usaha pelestariannya.

 

G.    Arah  Pembangunan  Berkelanjutan

 

Pembangunan ,merupakan proses yang berkesinambungan dan manfaatnya dirasakan tidak hanya untuk generasi sekarang saja, tetapi juga untuk generasi mendatang.Usaha pembangunan berkelanjutan mengandung pengertian  mengusahakan  pelestarian, keutuhan fungsi lingkungan hidup seiring dengan usaha pembangunan secara menyeluruh.Pembangunan yang dilaksanakan hendaknya menganduing  memebarapa arah antara lain :

1.       Menciptakan iklim yang merangsang pembangunan industri  di negara berkembang  untuk menggeser  tekanan pembangunan  dari sumber alam kehutanan atau tanah menuju pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknolofgi.

2.        Mengembangkan sistem perdagangan internasional  untuk mendorong ekspor barang dan jasa diproses guna memperoleh nilai tambah yang meningkat  dan mengurangi tekanan pada alam sebagai sumber bahan mentah.

3.       Mengembangkan pariwisata lingkungan , yakni kegiatan pariwisata kedaerah-daerah yang mempunyai ciri lingkungan khas  untuk mendorong timbulnya sifat kenal lingkungan  dan cinta lingkungan.

4.       Mengusahakan dunia internasional menanami  kembali hutan-hutan tropis dan menetapkan sistem tebang pilih  dalam mengeksploitasi  hutan produksi.

5.       Mengusahakan pengembangan keanekaragaman hutan hayati ditempat hutan asli  dan diluarnya untuk menjaga kelangsungan hidup  tumbuh-tumbuhan dan satwa , menciptakan bibit-bibit unggul bakal sumber obat –obatan, pangan dan industri di masa depan.

 

H.      Pembangunan Industri Ramah Lingkungan

 

Dalam pembangunan industri harus dikaji ulang berbagai pendekatan dan metode industrialisasi dengan memperhatikan lingkungan.

 Pendekatan  yang seharusnya  mengarah pada pembangunan industri yang ramah lingkungan , yang merupakan industri bertumpu pada manajemen  yang melalu memeperhatikan kaidah kelestarian lingkungan.

 

Pembangunan industri dewasa ini telah banyak menimbulkan masalah lingkungan , seperti : menipisnya hutan  dan bahan galian , terbentuknya bahan buangan limbah, kebisingan , dan sebagainya. Berpedang dari ketentuan pembangunan berkelanjutan, maka industri diarahkan agar mempekecil dapat negatif  kepada liongkungan melalui upaya pelestarian sumber daya alam dan pengendalian pencemaran.

 

Dinegara-negar maju penerapan industri ramah lingkungan sudah dilaksanakan  setelah mengetahi dan merasakan sendiri dampak yang ditimbulkan dan industrialisasi. Misalnya hujan asam yang membuat pencemaran dan rusaknya lingkungan hidup di danau-danau besar Amerika Serikat dan Canada , bocornya reaktor nuklir Cernobybe Rusia yang mengancam kehidupan bangsa Eropa, Asap hitam di Brimingham  Inggris yang mengganggu peranapasan, dan sebagainya.

Masalah lingkungan hidup  merupakan masalah global , artinbya masalah  lingkungan hidup yang terjadi  juga dapat dirasakan dinegara lain  di muka bumi ini , contoh kebakaran hutan Kalimantan Dan Sumatera dampaknya juga dirasakan negara tetangga Singapura dan Malaysia. Masalah  lingkunga dunia ini akan banyak menimbulkan kekawatiran  penghuninya , sehingga muncul beberapa gagasan ahli lingkungan dunia untuk salaing bersama-sama  saling memecahkan  atau memngurangi masalah lingkungan. Gagasan bersama  para ahli dunia diwujudkan dengan konfrensi lingkungan hidup dunia di Stockhom  Swedia tahun 1972. Dua puluh kemudian ditindak lanjuti dengan konfrensi  lingkungan hidup dunia  di Rio De Jainero Brasil tahun 1992 , yang dihadiri pemimpin negara-negara didunia dan dikenal dengan konfrensi bumi. Dari peristiwa tersebut setiap tanggal  14 juni sebagai hari bumi. Setelah itu sepuluh tahun kemudian  tahun 2002  diadakan lagi konfrensi bumi di Johannesborg  Asfrika Selatan.

 

Pembangunan industri ramah lingkungan  harus memperhatikan banyak hal yang mengarah  pada segala sepak terajangnya dan memacu pada kelestarian  lingkungan serta tidak ada upaya merusak hutan. Misalnya industri  yang ada dan pendirian induistri baru harus lolos dalam kelayakan rencana industri dari lingkungan atau analisa dampak lingkungan (ANDAL). Industri harus  juga memiliki  sarana pembuangan limbah dan cerobong asab serta penetralisirnya terhadap masalah lingkungan yang ditimbulkan.

 

Memang jika dilihat hal ini  dianggap pengelolaan limbah adalah sepele atau mudah  tetapi dampaknya sangat besar terhadap lingkungan secara global. Dari segi haban baku hendaknya  industri mengurangi atau meninggalkan jenis bahan yang merusak lingkungan seperti : gas CFC,feom,Neon, Metanol ,Plastik dan sebagainya. Seharusnya  pemerintah saat ini melarang  industri yang memproduksi barang-barang yang menambah kerusakan lingkungan secara umum.

 

Industri  yang ramah lingkungan , dalam pendiriaanya tidak hanya memperhatikan kaidah ekonomi, tetapi harus adanya perubahan sentra industri (sentralisasi industri) untuk dirubah dengan adnya pembatasan pendirian industri didaerah tertentu.  Selanjutnya duiperlukan daerah penyanggah yang bebes industri dan adanya keseimbangan  keberadaan industri  dengan mengalihkan daerah yang masih kosong atau di pedesaan , sehingga antara desa dan kota terjadi pembagian pemerataan industri, misalnya di pedesaan  terdapat industri kecil dan di kota besar terdapat industri lanjutan yang mengolah bahan baku menjadi barang jadi. Dengan dwemikian  akan saling mendukung  dan melengkapi , agar indonesia menjadi negara industri yang tangguh sebagai perwujudan dari pembangunan yang berwawasan liongkungan.

 

I.        Kesimpulan

 

Dalam melaksanakan pembangunan harus memperhatikan unsur-unsur lingkungan hidup  agar pembangunan dapat dilaksanakan berkelanjutan. Pelaksanaan pembangunan yang baik dengan memperhatikan keadaan lingkungan turut membinan keadaan lingkungan agar tetap lestari, serta tidak mengganggu keberadan lingkungan.

 

Pembangunan berusaha  meniadakan kemelarata dan sekaligus mengembangkan lingkungan hidup. Pembangunan yang sekaligus juga memengembangkan lingkungan , akan menjamin kegairaan hidup masyarakat  yang dapat dirasakan pula kelak untuk generasi mendatang.Oleh karena itu seluruh manusia Indonesia  harus turut berusaha melestarikan lingkungan yang sangat berarti bagi kehidupan generasi  di masa mendatang.

 

 

 

J.       Daftar Pustaka

 

Amsari, Fuad, 1976. Prinsip-prinsip Masalah Pencemaran Lingkungan. Surabaya : Ghalia Indonesia.

Bintarto,  dan Surastopo Hadisumarno, 1985. Metode Analisa Geografi. Jakarta : LP3ES.

Dahlan, M. Alwi, 1990. "Interaksi dan Kelestarian Lingkungan Hidup dan Pembangunan", Serasi. Jakarta : Departemen Kependudukan dan Lingkungan Hidup.

Daljoeni, N, 1980. Pokok-pokok Klimatologi. Bandung : Alumni.

Daljoeni, N dan A. Suyitno, 1982. Pedesaan Lingkungan dan Pembangunan. Bandung : Alumni.

Danusaputro, Munadjat, 1984. Hukum Lingkungan. Jakarta : Bina Cipta.

Ginting, M, 1978. Analisa Tentang Kemiskinan di Sriharjo Pedesaan Jawa (disajikan dalam seminar 17 Agustus 1978). Canberra : HIPPIA-ACT.

Hagul, Peter, 1985. Pembangunan Desa dan Lembaga Swadaya Masyarakat. Jakarta : Rajawali.

Hardjasumantri, Koesnadi, 1988. Hukum Tata Lingkungan. Yogyakarta : Gajah Mada University Press.

Mubyarto, 1985. Pengantar Ekonomi Pertanian. Jakarta : LP3ES.

Prayitno, Hadi, 1986. Pembangunan Ekonomi Pedesaan. Yogyakarta : BPFE.

Ruchijat, E, 1980. Pengolahan dan Penanggulangan Sumber Daya Alam dan Lingkungan. Bandung : Bina Cipta.

Riyadi, Slamet, 1981. Ekologi Ilmu Lingkungan Dasar-dasar Pengertiannya. Surabaya : Usaha Nasional.

Sandi, I. Made, 1990. Dimensi Lingkungan dan Sumbangannya Dalam Mengantisipasi Pembangunan Berkelanjutan (disajikan dalam seminar nasional). Malang : Geografi IKIP Malang.

Salim, Emil, 1981. Pembangunan Berwawasan Lingkungan Hidup. Bandung : Alumni.

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?