HIGHLIGHT

PENTINGNYA MENGENAL HARMONI, STRUKTUR LAGU DAN EKSPRESI DALAM BELAJAR MUSIK

26 Desember 2010 00:03:45 Dibaca :

HARMONI


Harmoni atau ilmu harmoni dapat diartikan sebagai ilmu untuk menyusun dan menyambung akor-akor.


Harmoni memiliki pernanan sangat penting sebagai dasar pengetahuan dan keterampilan dalam menyelenggarakan musik disertai dengan latihan dan praktek secara sungguh-sungguh dalam bermain musik, bernyanyi, sehingga diperoleh pengetahuan, kesenangan, apresiasi, dan keterampilan musik.



A. Akor/ Trinada/ Triad


Akor dapat diartikan sebagai susunan nada yang terdiri dari tiga nada (triad) atau lebih yang dibunyikan secara bersama sekaligus.


Akor yang didirikan dari tangga nada tersebut diberi nama, sebagai berikut:


a. Tingkatan I disebut akor tonika (tonic)


b. Tingkatan II disebut akor super tonic


c. Tingkatan III disebut akor median


d. Tingkatan IV disebut akor sub dominan


e. Tingkatan V disebut akor dominan


f. Tingkatan VI disebut akor sub median


g. Tingkatan VII disebut akor loading not/ pembimbing/ sub tonic.



Berdasar interval nada alas + terts + kwint, maka akor dibedakan:


a. Akor mayor; yaitu akor yang memiliki interval 2 + 1½.


Contoh:


1) Pada tangga nada mayor: akor tingkat I, IV, V


2) Pada tangga nada minor: akor tingkat V dan VI


b. Akor minor; yaitu akor yang memiliki interval 1½ + 2.


Contoh:


1) Pada tangga nada mayor: akor tingkat II, III, dan VI


2) Pada tangga nada minor: akor tingkat I dan IV




c. Akor berkurang; memiliki interval 1½ + 1½.


Contoh:


1) Pada tangga nada mayor: akor tingkat VII


2) Pada tangga nada minor: akor tingkat II dan VII


d. Akor berlebih; memiliki interval 2 + 2.


Contoh:


1) Pada tangga nada mayor: tidak ada


2) Pada tangga nada minor: akor tingkat III



Sajian musik atau tekstur dapat berujud: unisono, homofoni, polifoni, kannon, dan diskan.


Lagu sering berganti nada dasar baik di tengah atau diakhir lagu, perpindahan nada dasar lagu disebut modulasi. Modulasi dapat ke tingkat IV, V, mayor atau minor senama, dan mayor atau minor senama. Modulasi empat macam itu disebut perkeluargaan tangga nada.


Agar lagu dapat dinyanyikan oleh seluruh audiens dengan berbagai macam latar belakang, misalnya : kemampuan musik, wilayah suara, maka lagu kadang perlu disesuaikan atau diubah yang disebut ditransposisi. Transposisi meliputi not musik ke angka, not angka ke not musik, not musik ke musik sama kunci, not musik ke not musik lain kunci.



STRUKTUR LAGU DAN EKSPRESI


Bentuk / struktur lagu adalah susunan serta hubungan antara unsur musik dalam suatu lagu sehingga menghasilkam suatu komposisi atau lagu yang bermakna. Sedangkan yang dimaksud dengan komposisi adalah mencipta lagu (Atan Hamdju, 1989).


Sedangkan untuk memahami struktur lagu dapat diperbandingkan dengan struktur kalimat dalam bahasa, yaitu :


huruf = not


kata = motif


frase = frase


kalimat = kalimat musik


bait = alinea


lagu = karya (misal : puisi)



Unsur – unsur Struktur Lagu


1. Motif


Motif dapat diartikan suatu bentuk pola irama dan melodi yang pendek tetapi mempunyai arti. Motif berguna memberi arah tertentu pada melodi yang memberi hidup pada suatu komposisi.


2. Frase


Frase ialah bagian dari kalimat musik seperti halnya bagian kalimat dalam bahasa. Dalam syair lagu frase menunjukkan ketentuan diucapkan dalam satu tarikan nafas, sehingga diupayakan tidak mengambil nafas pertengahan frase.


3. Kalimat Musik


Kalimat musik adalah bagian dari lagu yang biasanya terdiri dari 4 – 8 birama. Kalimat musik terbentuk dari sepasang frase dan dua kalimat musik atau lebih akan membentuk lagu.



Ekspresi


Ekspresi merupakan ungkapan pikiran dan perasaan yang mencakup semua nuansa tempo, dinamik dan warna nada dari unsure-unsur pokok musik dalam pengelompokkan frase (frasering) yang diwujudkan oleh seniman musik atau penyanyi atau disampaikan pada pendengarnya.



Unsur Ekspresi


a. Tempo


Tempo adalah kecepatan lagu dan perubahan-perubahan kecepatan lagu. Untuk dilukiskannya dipakai tanda-tanda atau istilah tempo. Istilah-istilah ini menggunakan bahasa Itali yang telah menjadi bahasa musik internasional.


Jenis-jenis tempo antara lain:


a. Tempo untuk pernyataan lambat


1) Lambat sekali : largisimo, lentissimo, lentosasi, largosasi


2) Lambat : lento, grave, adagio, largo


3) Kurang lambat : largoecto, adagietto


b. Tempo untuk pernyataan sedang menjadi


1) Sedang lambat : andantino


2) Sedang : andance


3) Sedang cepat : moderatc con anima, tempo guesto


c. Pernyataan cepat menjadi


1) Kurang cepat : allegretto, sosotonuto, allegro non tropo


2) Cepat : allegro, presto, vivece


3) Cepat sekali : allegro assai, molto vivace, allegro agiatato, allegro vivace


Di samping istilah pernyataan cepat lambat tersebut, masih terdapat istilah-istilah tambahan. Hal ini karena merasa istilah tempo yang telah ada belum cukup memuaskan, istilah tambahan tersebut antara lain:


1) Con esppressione : dengan perasaan


2) Con biro : dengan gembira


3) Con spirito : dengan semangat


4) Vivace : bergelora


5) Fuoco : berapi-api



Contoh: jadi jika ada tanda tempo allegro con spirito artinya lagu tersebut harus dinyanyikan dengan cepat bersemangat. Andante con espresso artinya lagu tersebut harus dinyanyikan dengan sedang dengan perasaan.


1) Maestoso : dengan hormat, dengan mulia


2) Marcato : dengan tegas


3) Contabile : dengan berseru


4) Vivace con vivo : dengan hidup-hidup


5) Con anima : dengan bersemangat


6) Erisoluto : dengan tegas


7) Con mondo : dengan berseru


8) Mosso : dengan hidup-hidup


9) Sostenuto : dengan perasaan


10) Grazio : dengan manis


11) Calando : dengan berseru


12) Scherzo : dengan lucu gembira


13) Scherzando : seakan-akan lucu


14) Tempio dimarcia : cepat lambat seperti mars


15) Tempo di walz : cepat lambat seperti musik walz


16) Ali polka : cepat lambat seperti musik polka


17) Tempo rubato : cepat lambat semuanya



Dalam menyanyikan lagu seriosa, kadang lagu itu di tengah-tengah ada perubahan tempo, kemudian kembali ke asalnya, misalnya:


1) Accelerando (accel) : bertambah cepat


2) Rallentando (rall) : bertambah lambat


3) Ritardando (rit) : berkurang cepatnya


4) A tempo : kembali ke tempo awal


5) Molto : banyak


6) Assal : amat


7) Poco (un poco) : sedikit


8) Sempre : selalu


9) Ma non tropo : tetapi jangan terlalu


10) Piu : lebih


11) Ritenuto : tiba-tiba lambat


12) Allargando : makin cepat


13) Stringendo : makin berkurang


14) Diminuendo : makin berkurang


15) Sorzando : lebih lambat lagi seakan-akan berhenti


16) Dolce : lemah lembut


17) Con forza : dengan keras


18) Quasi : seakan-akan


19) Leggiero : dengan terus menerus


20) Mezza voce : dengan bunyi yang nyaring


21) Mezza voce : dengan bunyi yang nyaring


22) Tranquillo : dengan tenang


23) Con fuoco : dengan berapi-api


2. Dinamik


Dinamik adalah tanda untuk menyatakan tingkat volume suara atau keras lunaknya serta perubahan keras lunaknya.


Tanda dinamik ada empat macam, yaitu:


a. Tanda dinamik untuk pernyataan keras


1) F : forte (forto), lagu dinyayikan dengan keras


2) Ff : fortissimo, dinyanyikan/ dibunyikan dengan sangat keras


3) Fff : fortississimo, dinyanyikan dengan sekeras-kerasnya


4) Ffff : fortississimo posaible, dinyanyikan seperti fff


5) Mf : mezzoforte, dinyanyikan dengan sedang kerasnya


b. Tanda dinamik untuk pernyataan lunak


1) p: piano,dinyanyikan untuk pernyataan suara lunak


2) pp: pianissimo, dinyanyikan dengan sangat lembut


3) ppp: pianississimo, dinyanyikan dengan selembut-lembutnya


4) pppp: pianissimo possible, dinyanyikan seperti ppp


5) mp: mezzo piano, dinyanyikan sedang lembutnya


c. Campuran keras dan lunak


1) Cressendo : dari lembut menjadi keras dengan tanda
















2) Decressendo : dari keras ke lembut dengan tanda
















3) Gabungan cressendo dan decressendo dengan tanda

















d. Tanda dinamik untuk pernyataan tekanan


1) Staccato : titik-titik di atas atau di bawah not disebut staccato yang artinya ditekan dengan terputus-putus.


2) Staccatissimo (stakatisimo) artinya ditekan dengan kuat dengan terputus-putus.


3) Portato : titik-titik di atas atau di bawah not dengan sebuah garis lengkung (busur) di atasnya disebut portato artinya setengah stakato.


4) Marcato atau marcando: artinya ditonjolkan bagiam-bagian yang harus lebih nyata kedengarannya. Marcato terdiri dari tiga bagian, yaitu:


a) 5f (sfz) : sforzando artinya ditekan kuat pada nada atau akor


dengan tanda " ^ ".


b) fp : sforzato-piano artinya ditekan kuat dan segera lembut dengan tanda " > ".


c) pf: piano-forte artinya ditekan lembut dan segera kuat dengan tanda " < ".

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?