PILIHAN

Mending Perduli Omongan Orang, tapi Nggak Dipikirin

24 September 2016 01:19:57 Diperbarui: 24 September 2016 01:59:46 Dibaca : Komentar : Nilai :
Mending Perduli Omongan Orang, tapi Nggak Dipikirin
sumber gambar (dhanapalascout.blogspot.com)

Pada sebuah adegan dalam film berjudul Pinocchio yang dibintanginya, Lee Jong Suk, yang tengah berperan sebagai seorang anak yang kehilangan orang tuanya  dan dikucilkan karena berbagai rumor berujar,” Bahwa rumor bahkan lebih berbahaya dari kematian itu sendiri.”Hal itu di ucapkanya sebab ibu nya bunuh diri saat dia masih anak-anak karena tak tahan dengan  rumor yang dituduhkan kepada keluarganya.Contoh kasus di ini membuktikan, bahwa terkadang isu atau rumor yang menyertai sebuah permasalahan, bisa menimbulkan beban yang jauh lebih besar dari  masalah itu sendiri.

Nah seperti biasa tulisan saya ini hanya sekedar intermezzo, berbagi pandangan saja.Nah di berbagai media sosial, bahkan terkadang saya juga sering mendengarnya secara langsung, tak jarang orang yang tengah diterpa sekelumit permasalahan hidup berusaha mengabaikan masalahnya dengan berkata,”terserah apa kata orang, yang penting aku begini-begini dan begini.Aku yang tahu apa yang aku lakuin, dan lain sebagainya, dan seterusnya.”Kenapa saya tahu?Selain karena memang saya tahu, saya juga kadang mengalaminya kok.

Apalagi permasalahan itu terlanjur tercium banyak orang.Tersebar dari satu mulut ke mulut yang lain, tentu hal itu bikin   nggak enak hati kita sebagai orang yang dibicarakan. Alasanya, tak jarang cerita yang tersebar dari satu orang ke orang yang lain, menjadi sebuah cerita yang kehilangan konteksnya.Inilah yang disebut rumor atau isu. Contoh, saat seorang anak sedang ribut dengan orang tuanya dan berkata,”Kalau mama tidak suka ya sudah pergi saja dari rumah.”Padahal latar belakang ucapan itu adalah, kalau misalnya mantan suaminya datang ya sudah sementara pergi saja dulu dari rumah.

Tapi saat itu ada orang yang mendengar dan menyimpulkan bahwa si anak telah mengusir ibu nya.Disebarlah berita itu menjadi isu yang membuat si anak dilabeli sebagai anak durhaka. Dalam kasus ini terasa sekali bukan bahwa rumor yang ditimbulkan oleh masalah itu bahkan jauh lebih bermasalah dari pada masalah sesungguhnya.Jadi wajarlah jika seseorang yang ditimpa masalah begini berusaha mengabaikan omongan orang lain.

Tapi dari hasil observasi sederhana saya , baik pada diri sendiri atau orang lain.Tak jarang lontarakan kalimat yang menyatakan tak perduli dengan “apa kata orang “ ini sesungguhnya bukanlah sebuah pernyataan, melainkan sebuah usaha untuk memotivasi diri.Jadi tak benar bahwa saya dan kamu tidak memikirkan apa yang orang lain katakan tentang diri kita. Semakin sering kita berkata   nggak perduli dengan omongan orang lain, sesungguhnya kita sangat memikirkan gambaran diri kita yang tengah di cabik-cabik dengan perspektif orang lain terhadap diri kita.

Sebab kalau mau jujur sebenarnya saya yakin beberapa orang bakal setuju, kalau pandangan orang lain itu memang penting.Itu sebab harus di akui, kalau kita merasa terganggu dengan cara mereka memandang kita saat masalah kita sampai kepada mereka.Sebenarnya sih belum tentu orang di luar sana bakal mikirin atau menciptakan gambaran atas diri kita.Sebab mikirin artis yang terjerat masalah saja kadang   nggak sempat, boro-boro mikirin kita.

Hanya saja kadang kita sudah terjebak asumsi lebih dulu, seolah tiap kali mereka melihat kita, mereka bakal ngomongin kita.Padahal belum tentu.Kadang kita lebih terbebani asumsi dari pada masalah itu sendiri.

Saya sudah terapin sama diri sendiri, ternyata semakin saya mengabaikan pandangan orang lain, semakin saya sulit untuk tidak memikirkanya.Apa sebab?Penyebabnya adalah karena saya berusaha melawan respon natural diri terhadap sebuah masalah.Karena tanpa dikomando pun, diri kita akan mengambil sikap defensive saat sesuatu menyerangnya.Itu sebab saya berkesimpilan mereka yang bilang,”nggak perduli sama omongan orang lain” masihlah sebuah bentuk pernyataan yang belum benar-benar bebas.Memang sih nggak perduli omongan orang lain, tapi pada kenyataanya terus dipikirin.

Lalu bisakah rumor itu di abaikan?Jawabanya bisa!Ini bukan motivasi ya, tapi lebih kepada metode dan pengalaman saja.Caranya sederhana,tinggal bersikap jujur terhadap diri sendiri dan melakukan usaha yang benar dengan berkata,”Saya perduli dengan omongan orang lain , tapi  nggak saya pikirin.”Sebab lebih sulit untuk tidak perduli dari pada tidak memikirkan.Misalnya kita ketemu anak kecil yang ngemis dijalanan, terus  nggak sempat ngasih uang karena keburu lampu hijau, terus kita merasa  nggakbisa berhenti mikirin nasib tuh anak.Sebenarnya kita bukanya nggak bisa berhenti mikirin, yang benar kita  nggak  bisa berhenti untuk perduli.

Ini hanya sekedar tulisan ringan, efek tidak bisa tidur, padahal nggak minum kopi.Jadi mending mana nih,”Ngaku tidak perduli omongan orang lain tapi terus dipikirin, atau perduli omongan orang lain tapi tidak dipikirin?”Saya juga bingung menjawabnya..

Bandung,24 September 2016

Penikmat yang bukan pakar

Boris Toka Pelawi (Bang Bo)

/tokapelawi

Penikmat yang bukan pakar|Jakarta 1992|Instagram boris Toka Pelawi|fb:Boris Toka Pelawi|Email Toka.boris@yahoo.com Pelawi.boris@gmail.com
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.
Featured Article