Boris Toka Pelawi (Bang Bo)
Boris Toka Pelawi (Bang Bo) karyawan swasta

IG: BORIS TOKA PELAWI

Selanjutnya

Tutup

Gayahidup highlight

Mengekspresikan Pikiran Unik dengan Menggambar

19 Agustus 2017   10:43 Diperbarui: 21 Agustus 2017   06:02 693 7 6
Mengekspresikan Pikiran Unik dengan Menggambar
Sumber gambar (facebook Loganue Saputra Jr.(Alfian Noor)

Setelah meminta ijin pada penulisnya, Alfian Noor, atau yang lebih dikenal dengan nama penanya Loganue Saputra Jr, barulah saya berani menuliskan artikel ini.

Mungkin sebagian teman-teman sudah mengenal Loganue Saputra Jr lewat buku, lebih tepatnya novel yang ditulisanya. Tercatat sampai hari ini Loganue Saputra Jr telah menulis dan menerbitkan empat buah novel.

Sumber gambar (facebook Loganue Saputra Jr.(Alfian Noor)
Sumber gambar (facebook Loganue Saputra Jr.(Alfian Noor)
Sebagai penggemar berat Haruki Murakami, Loganue Saputra Jr adalah penulis yang sangat menyukai cerita-cerita "aneh", atau lebih tepatnya berbau surealis. Hal itu bisa dilihat dari novel dan tulisan-tulisan yang dia posting di blog pribadinya (blog pribadi Loganue Saputra Jr). Sebagai penggemar cerita-cerita yang unik, baik di film dan novel sudah barang tentu Loganue Saputra Jr memiliki imajinasi yang tidak biasa.

Mengutip pernyataan Pablo Picasso, "setiap anak adalah seorang seniman, masalahnya bagaimana tetap menjadi  seniman begitu kita dewasa. Pernyataan dan pertanyaan dari Pablo Picasso ini bisa dijawab dengan satu kata, yaitu imajinasi.Tak ada karya yang lahir ke dunia tanpa sebuah imajinasi. Imajinasilah yang telah banyak merubah dunia ini. Para ilmuan adalah seniman dalam bidangnya masing-masing. Lampu, telepon, pesawat terbang, semuanya hanyalah imajinasi penciptanya pada awalnya. 

Sampai titik ini jelaslah bahwa imajinasi adalah sesuatu yang sangat penting bagi majunya peradaban manusia. Saya kutip dari Kompas.com, tercatat Sejumlah penilaian internasional, nasional, dan daerah tentang pembelajaran siswa Indonesia di jenjang pendidikan dasar belum menggembirakan. Imajinasi tumpul karena metode hafalan. Padahal, jam pelajaran siswa di Indonesia lebih banyak daripada negara-negara maju lainnya.

Indonesia memiliki 1.095 jam pelajaran per tahun. Bandingkan dengan Korea Selatan yang punya 903 jam pelajaran per tahun dan Jepang yang memberlakukan 712 jam pelajaran per tahun berada di peringkat atas dunia. 

Tetapi pada kenyataannya, jam belajar yang lebih panjang tak membuat kita lebih unggul dari mereka yang jam belajar formalnya lebih pendek. Sebab metode pendidikan kita belum menstimulasi imajinasi peserta didik. Padahal, sepeti yang sudah dijelaskan sebelumnya, imajinasi adalah bagian yang sangat penting dalam proses kreatif manusia.

Kita contohkan saja film-film Hollywood, yang sangat kreatif dan memiliki tingkat imajinasi tinggi. Bukan hanya imajinatif, tapi mereka mampu memadukannya dengan logika ilmiah.  Salah satu keahlian dan media yang dapat digunakan untuk menyalurkan imajinasi adalah menggambar. Hanya bermodalkan pensil, pensil warna dan kertas kita sudah bisa menumpahkan kreativitas kita dengan murah dan sederhana.

Sumber gambar (facebook Loganue Saputra Jr.(Alfian Noor)
Sumber gambar (facebook Loganue Saputra Jr.(Alfian Noor)
Sebagai penulis yang kaya akan imajinasi, Loganue Saputra Jr sangat diuntungkan dengan keahliannya bisa menggambar. Seperti Pidi Baiq, penulis novel Dilan yang punya keahlian menggambar, sehingga bisa menggambar sendiri tokoh-tokoh dalam novelnya. Seperti Dilan, Milea dan lain sebagainya. Inilah keuntungannya jika seorang penulis, pandai atau bisa menggambar.
gambar Loganue Saputra Jr, gambar surealis yang kaya makna
gambar Loganue Saputra Jr, gambar surealis yang kaya makna
Jika ada sebuah keahlian yang bisa saya miliki sebagai orang yang suka menulis, maka menggambar adalah keahlian yang saya inginkan. Dengan gambar, seorang penulis bisa menuangkan dengan lebih imajinatif premis karyanya sebelum mengembangkannaya lebih lanjut. Bahkan saat karyanya sudah jadi dalam bentuk novel mereka yang bisa menggambar bisa membuat sendiri cover untuk novelnya tersebut.
Sumber gambar (facebook Loganue Saputra Jr.(Alfian Noor)
Sumber gambar (facebook Loganue Saputra Jr.(Alfian Noor)
Melalui gambar kita juga bisa menuangkan apa yang tengah kita rasakan dan pikirkan. Sehingga cara kita berimajinasi dan berekspresi lebih kaya dan berwarna. Selain mengasah kemampuan seni, menggambar juga penting karena bermanfaat untuk mengekspresikan emosi. Sehingga dalam proses berkesenian itulah kecerdasan emosi dan kognisi kita diasah.
Sumber gambar (facebook Loganue Saputra Jr.(Alfian Noor)
Sumber gambar (facebook Loganue Saputra Jr.(Alfian Noor)
Dengan menggambar, proses penyampaian ide menjadi lebih lucu, sehingga orang yang melihatnya merasa terhibur sekaligus mendapatkan pelajaran dari gambar tersebut. Seperti gambar di atas, terlihat perbincangan  seekor ayam dan burung. Sekalipun sama-sama punya sayap, tapi ayam bertanya kenapa dia tak bisa terbang seperti burung.

Sumber gambar (facebook Loganue Saputra Jr.(Alfian Noor)
Sumber gambar (facebook Loganue Saputra Jr.(Alfian Noor)

Melalui gambar kita juga bisa menyampaikan sikap kritis kita dengan cara yang menyenangkan.

Sumber gambar (facebook Loganue Saputra Jr.(Alfian Noor)
Sumber gambar (facebook Loganue Saputra Jr.(Alfian Noor)
Sumber gambar (facebook Loganue Saputra Jr.(Alfian Noor)
Sumber gambar (facebook Loganue Saputra Jr.(Alfian Noor)

Daripada sekedar membuat meme (mengedit foto untuk dijadikan gambar lucu) menggambar dengan murni  akan terasa lebih keren karena murni hasil kreasi sendiri.

Sumber gambar (facebook Loganue Saputra Jr.(Alfian Noor)
Sumber gambar (facebook Loganue Saputra Jr.(Alfian Noor)
Sumber gambar (facebook Loganue Saputra Jr.(Alfian Noor)
Sumber gambar (facebook Loganue Saputra Jr.(Alfian Noor)
Sumber gambar (facebook Loganue Saputra Jr.(Alfian Noor)
Sumber gambar (facebook Loganue Saputra Jr.(Alfian Noor)
Sumber gambar (facebook Loganue Saputra Jr.(Alfian Noor)
Sumber gambar (facebook Loganue Saputra Jr.(Alfian Noor)
Demikianlah menggambar dapat menumbuhkan rasa bahagia di dalam diri yang membuat dan melihatnya. Bahkan di tingkat dunia ada orang yang mampu menggambar dengan kualitas 3 dimensi. Sehingga karyanya terlihat begitu nyata dan memanjakan mata. Begitulah menggambar dapat memberikan dampak positif yang luas pada banyak orang.

Penikmat yang bukan pakar