Boris Toka Pelawi (Bang Bo)
Boris Toka Pelawi (Bang Bo) karyawan swasta

IG: BORIS TOKA PELAWI

Selanjutnya

Tutup

Tekno headline

Beberapa Aplikasi Ini Memudahkan Anda dalam Mencari Pekerjaan

14 Agustus 2017   11:36 Diperbarui: 15 Agustus 2017   17:42 515 8 2
Beberapa Aplikasi Ini Memudahkan Anda dalam Mencari Pekerjaan
Sumber Gambar (Merdeka)

Salah satu alasan orang-orang malas resign dari pekerjaan adalah, pertama mencari kerja itu susah, kedua mencari kerja itu repot, ribetlah pokoknya. Harus mengetik surat lamaran, kalau perusahaan yang dilamar jumlahnya banyak, berarti harus mengetik surat lamaran sebanyak perusahaan yang dituju itu. 

Kecuali orang malas, biar nggak ribet, di surat lamarannya dia tidak cantumin perusahaan apa yang dia tuju. Semua pakai kalimat "perusahaan yang bapak/ibu pimpin" tanpa menyebutkan nama perusahaannya. Jadi bisa tinggal print surat lamaran sebanyak-banyak yang dia butuhkan. Jauh lebih simplekan ya. Tapi takutnya lamaran kita nanti jadi kurang dilirik, jangan sampai hal itu bikin lamaran kita jadi mines di mata HRD yang membaca lamaran kita.

Soalnya saya dulu juga pernah begitu, surat lamarannya saya bikin kayak yang saya ceritain di atas, terus yang di-print cuma satu, sisanya di photocopy. Alhasil tak satupun ada panggilan kerja menghampiri saya, bahkan perusahaan yang saya lamar karena ada orang dalam, yaitu teman saya, HRD nya menyemprot teman saya itu agar surat lamaran saya diganti plus jangan diphotocopy. Niat nyari kerja nggak sih ni orang! begitu mungkin pikiran si HRD.

Percayalah tak ada orang yang suka membuat lamaran kerja. Selain karena merasa ribet: harus ngetik surat lamaran kerja,photocopy ijazah, ngetik curiculum vitae,photocopy sertifikat, nyetak foto, minta surat kelakukan baik ke pak polisi, minta surat sehat ke dokter, beli amplop, nyiapin biaya transport buat mengantar tuhsurat lamaran kerja, dan setelah melakukan itu semua kan belum tentu juga bakal diterima kerja. 

Boro-boro diterima, dipanggil juga belum tentu. Apalagi pas ngebayangin surat lamaran kerja kita bertumpuk dengan surat lamaran kerja orang lain yang jumlahnya bejibun,makin dehmalas buat ngelamar kerja. Buang tenaga, bakar duit, semua harus dilalui untuk mendapatkan pekerjaan.

Namun, cara di atas adalah cara-cara lama dalam melamar sebuah pekerjaan (walaupun menurut saya masih efektif). Di zaman sekarang kita sudah bisa melamar kerja melalui internet, ataupun melalui email. Nah saya mau cerita bagaimana cara mudah melamar kerja, selain lebih gampang, cara ini juga lebih menghemat budget kita. 

Apalagi buat kita yang masih nganggur, setiap lembaran rupiah pasti amat berarti. Ini sih cara lama, saya yakin sudah banyak orang yang mengetahuinya, cuman yang mau saya bagikan itu pengalaman saya saat mencobanya. Apakah efektif dan membuahkan hasil? Saya juga nggak tahu, karena saya baru mencoba.

Nyoba-nyoba bikin (dokpri)
Nyoba-nyoba bikin (dokpri)

Cara yang saya maksud adalah dengan membuat akun  LinkedIn. Saya yakin teman-teman sudah tahu apa itu  LinkedIn. Saya sih sudah lama mendengar nama LinkedIn, cuma baru-baru ini saja mencoba. Seperti yang saya kutip dari sini, LinkedIn adalah sebuah jejaring sosial yang lebih diperuntukkan bagi kalangan profesional. 

Tujuannya selain untuk terhubung secara profesional, juga sebagai media untuk "menjual diri" dalam arti lain sebagai tempat di mana kita bisa menemukan, dipertemukan, hingga ditemukan oleh sebuah pekerjaan. Tercatat, para eksekutif dari semua perusahaan Fortune 500 menggunakan LinkedIn, dan banyak di antara mereka bahkan menggunakan LinkedIn untuk merekrut karyawan untuk dipekerjakan diperusahaan mereka.

Sampai sini dapat kita pahami bahwa LinkedIn dapat menjadi portofolio kita. Kita berkumpul dengan sebuah komunitas profesional dalam sebuah wadah di mana kemungkinan besar akan ada yang melirik profil kita untuk dipelajari. 

Jika ada perusahaan yang membutuhkan keahlian kita (sesuai dengan yang kita cantumkan pada profil) artinya peluang untuk mendapatkan pekerjaan juga lebih besar. Gambar di atas adalah akun LinkedIn milik saya yang baru saya bikin hehe. Tujuannya ya apalagi kalau bukan untuk melamar kerja.

Secara pengalaman saya belum bisa cerita, apakah menggunakan LinkedIn dalam mencari kerja efektif untuk berbagai kalangan. Karena bisa jadi LinkedIn akan efektif untuk para profesional yang skill dan pengalamannya sudah mencapai level top manajemen. Sementara buat yang masih fresh graduate dan punya sedikit pengalaman kerja kurang memberikan hasil. Namun secara  proses saya akui melamar kerja menggunakan LinkedIn jauh lebih simple dan murah.

contoh tampilan pengalaman kerja dan jenjang pendidikan yang telah kita lalui di LinkedIn (dokpri)
contoh tampilan pengalaman kerja dan jenjang pendidikan yang telah kita lalui di LinkedIn (dokpri)

Tapi untuk membuat LinkedIn harus mau ribet dulu, capek mengetik dan melengkapi biodata biar meyakinkan. Jangan langsung malas, repot sekali kedepannya tinggal klik-klik saja saat ingin melamar kerja. Lengkapi profil kita, seperti pengalaman kerja, kemampuan dan pendidikan. 

Gambar di atas adalah contoh pengalaman kerja dan pendidikan yang saya sudah alami. Ini adalah hal yang penting karena akan menjadi curiculum vitae kita secara digital, bagian inilah yang akan kita jual dan sodorkan pada perusahaan yang kita lamar.

penjabaran dari pengalaman kerja (dokpri)
penjabaran dari pengalaman kerja (dokpri)


Kenapa tadi saya bilang harus mau ribet dulu? Ya karena kita harus mau menjabarkan apa saja jobdesk, tanggung jawab dan kalau perlu cantumkan hal-hal apa saja yang kita pelajari dari setiap pengalaman kerja yang sudah kita lalui. Seperti gambar di atas, saya coba menjabarkan pengalaman kerja saya. 

Nah, biasanya banyak orang malas buat mengisi yang beginian. Saran saya sih mending bikin saja, ribet sekali tapi cuman sekali kedepannya kita tinggal melamar kerja dengan bermodalkan paket data dan klik doang. 

Tapi ya sekali lagi soal apakah membuahkan hasil saya belum bisa cerita. Tapi apa salahnya dicoba, ya kan? Dari pada sekedar mengandalkan surat lamaran yang dimasukin dalam amplop dan disebar kesana sini, apa salahnya kita sebar juga dari sisi digitalnya.

Kalau sudah begitu bagaimana cara melamar kerja di LinkedIn nya? Jujur saya juga agak sulit mencari perusahaan di LinkedIn, oleh sebab itu saya instal aplikasi yang namanya LinkedIn Job Search. Pada aplikasi ini kita akan menemukan banyak lowongan pekerjaan. 

Walaupun saat kita mengklik perusahaan yang ingin dilamar malah diantar ke web perusahaan tersebut, jadi tidak langsung bisa apply menggunakan akun LinkedIn kita. Tapi itu dari sebagian percobaan saya saja sih ya. Mungkin ada juga yang bisa langsung dilamar memakai akun LinkedIn milik kita.

Sebagai tambahan saya juga coba menggunakan aplikasi jobstreet, tapi saya kurang sreg sama aplikasi ini karena tidak bisa masuk menggunakan akun LinkedIn, melainkan melalui akun facebook atau email. Maksudnya kalau bisa pakai akun LinkedIn kan tidak usah mengisi biodata dua kali. Akhirnya saya coba menggunakan aplikasi Jobs.Id. Aplikasi ini memungkinkan kita untuk masuk melalui akun LinkedIn yang kita miliki. Namun ternyata tetap harus melengkapi profil biar profilnya menjual dan lengkap.

tampilan Jobs Id (dokpri)
tampilan Jobs Id (dokpri)

Tapi kali ini nggak seribet di awal kok. Dalam mengisi biodata di Jobs.Id kita tinggal copy paste saja dari akun LinkedIn kita. Menariknya di Jobs.Id akan ada pekerjaan yang direferensikan kepada kita sesuai dengan pengalaman kerja yang kita cantumkan. Cara melamarnya pun mudah saja, pilih perusahaannya dan tinggal klik untuk melamar.

tinggal klik kirim aplikasi untuk melamar (dokpri)
tinggal klik kirim aplikasi untuk melamar (dokpri)

tandanya lamaran sudah terkirim (dokpri)
tandanya lamaran sudah terkirim (dokpri)

Yang menariknya kita akan diberi konfirmasi sampai sejauh mana lamaran kita diproses melalui email

tampilan progres lamaran (dokpri)
tampilan progres lamaran (dokpri)

Dari gambar di atas dapat dilihat progres lamaran kita. Secara melamar kerja memang cara ini lebih mudah dan murah dibandingkan melamar secara konvensional layaknya si Doel anak sekolahan pas sudah jadi tukang insinyur. 

Tapi kembali apakah cara ini akan membuahkan hasil saya juga belum tahu, tapi ya menurut saya layaklah dicoba. Tulisan ini tidak ada maksud apapun, cuman berbagi pengalaman saja pada generasi pengangguran yang memang lagi butuh sebuah pekerjaan. Semoga bermanfaat!


Penikmat yang bukan pakar