Salam dari Mahasiswa Malaysia untuk Indonesia

30 November 2016 15:44:12 Diperbarui: 30 November 2016 16:40:44 Dibaca : Komentar : Nilai :
Salam dari Mahasiswa Malaysia untuk Indonesia
sam-1620-jpg-583eec8d6323bdbb058b4569.jp

Wan dan Tami, begitu antusias,sejak pagi hingga petang ,menekuni passionnya,yakni melukis,sesuai dengan fakultas yang dipilihnya.yakni fakultas seni lukis./foto: tjiptadinata effendi

Salam dari Mahasiswa Malaysia untuk Indonesia.

Bagi yang berdomisli di kota kota besar,bertemu dengan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi dan aneka jurusan.Bukan hanya yang bertempat tinggal di Indonesia,tapi juga dikota kota besar di negeri manapun. Jadi kalau hanya sebatas pertemuan,mungkin tidak ada hal hal menarik,yang dapat diangkat menjadi sebuah artikel yang menarik. Akan tetapi ada sisi lain, yang mungkin dapat dijadikan masukan bagi generasi muda ,bahwa  untuk meraih cita cita ,tidak hanya harus mencintai pekerjaan kita,tapi justru diawali dengan mencintai pelajaran kita.

Antusias menekuni mata pelajaran ,yang sesuai dengan pilihan di fakultas dimana kita menggali ilmu. Nah,dari sisi inilah saya tertarik untuk menuliskan ,sepotong dialog saya dengan dua orang mahasiswa Malaysia

sam-1619-jpg-583eefaddd22bd6d0b954920.jp
sam-1619-jpg-583eefaddd22bd6d0b954920.jp

Wan dan Tami ,tampak ceria ,setelah selama dua hari ,dari pagi hingga sore menekuni karya mereka berdua /tjiptadinata effendi

Wan dan Tami

Sore ini kami bertemu dengan dua orang Mahasiswa U.I.T.M ,yang kampusnya berlokasi di Syah Alam.Selangor,Malaysia.  Wan  dan Nami ,adalah mahasiswa seni lukis,yang sedang menyelesaikan lukisannya di dinding First World Hotel,bersama dengan beberapa teman teman sekampusnya yang lain.

Lukisan :"Kupu Kupu" yang terpampang di dinding,tampak indah. Wajah keduanya berseri seri ,memperhatikan hasil karya dan kerja keras mereka selama dua hari.Karena cat masih basah,maka mereka membatasi dengan pembatas yang terbuat dari kain yang dihubungkan dengan dua buah tiang besi .

sam-1613-jpg-583ef23322afbdc608e62f0a.jp
sam-1613-jpg-583ef23322afbdc608e62f0a.jp

Namun karena kami akan berfoto bertiga dengan mengambil latar belakang lukisan ,maka tanpa diminta, keduanya bergerak memindahkan besi pembatas tersebut.Sebagai mahasiswa yang menekuni seni lukis di fakultas seni dan budaya,adalah wajar mereka mempersiapkan diri,agar setelah lulus ,mereka sudah siap untuk mengintegrasikan diri kedalam berbagai sektor ,sesuai dengan bidang yang ditekuni.

Entah mereka hanya mereka  berhenti sampai di akademik,maupun hingga ke PhD.Karena sebagai Pelaku seni, mereka sangat memahami betapa pentingnya, ketrampilan dan kreaivitas ,yang mencerminkan bahwa mereka benar benar menjiwai jurusan yang mereka pilih.Disinilah peran fakultas diharapkan akan memainkan peran besar dalam memberikan motivasi dan kesempatan kepada mereka ,untuk melakukan uji coba ketrampilan.

Sehingga dengan demikian ,kelak akan menelorkan Sarjana yang sesuai dengan jurusannya.Yang merupakan rujukan untuk menjaga kompetensi dalam beragam ilmu pengetahuan, termasuk menciptakan kreasi kreasi seni ,yang merupakan keunggulan masing masing mahasiswa


sam-1614-jpg-583ef093ba22bd40058b458a.jp
sam-1614-jpg-583ef093ba22bd40058b458a.jp

Sarjana Siap Pakai

Dengan terbukanya peluang dan kesempatan bagi mereka untuk menuangkan ide idenya secara bebas dan bertanggung jawab,maka secara tidak langsung mahasiwa ini sudah dipersiapkan,untuk kelak menjadi :'Sarjana Siap Pakai"

Beruntung ,mereka bukan hanya mendapatkan perhatian dari universitas dimana mereka menangguk ilmu, tetapi sekaligus diberikan jalan dan wadah untuk menampung aspirasi dan kreasi mereka.  Magang tidak harus dikantor kantor,tapi bisa dimana saja,seperti yang tampak dilakukan oleh kedua mahasiswa ini. Tentu mahasiswa jurusan seni tidak hanya mereka berdua, tapi ada ratusan  jumlahnya,yang berpencar diberbagai sektor dan bangunan. Wan dan Nami,hanyalah merupakan wakil dari mahasiswa lainnya,yang kami jumpai siang ini.

sam-1590-jpg-583ef11a517a61130a7ab05f.jp
sam-1590-jpg-583ef11a517a61130a7ab05f.jp

keterangan foto: para mahasiswi ini adalah mahasiswi jurusan seni musik. sedang action,mempertontonkan kebolehan mereka dihadapan para tamu hotel./foto tjiptadinata effendi.

Ncik Menulis Dimana? 

Sebelum berpisah,Wan dan Nami,sempat menanyakan ,saya menulis dimana? Langsung saja saya tuliskan disecarik kertas :" Kompasiana" dan mengajak mereka untuk ikut menikmati tulisan di Kompasiana. Yang akan saya sharingkan di facebook,untuk mempermudah keduanya mencari artikel dimaksud.Sebuah contoh,bahwa tidak hanya mahasiswa di Australia saja,yang begitu selesai studynya, secara serta merta menjadi Sarjana siap pakai. Ternyata di Malaysia juga sudah diterapkan metoda ini.Setidaknya,untuk jurusan seni ,seperti yang saya saksikan. Mereka sudah mendapatkan pekerjaaan ,sebelum menjadi sarjana. 

Mungkin tulisan kecil ini,dapat menjadi masukkan bagi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Kalau ada hal yang baik,walaupun dari negara lain,tidak ada salahnya ,dijadikan acuan,demi masa depan anak anak didik kita. Agar istilah :"sarjana  pengganguran" secara bertahap akan pupus dari kamus kita. 

"Titip salam untuk Indonesia" kata keduanya dengan senyum penuh ketulusan dan persahabatan.

Kami berpisah,karena keduanya tampak sudah membereskan kelengkapan kerjanya dan kami juga akan kembali ke kamar untuk istirahat.

Genting Highland, Malaysia,30 November, 2016

Tjiptadinata Effendi

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.
LABEL humaniora
Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana

Featured Article