PILIHAN HEADLINE

Kerja di Hari Libur? Orang Australia No, Tapi Orang Indonesia Sih Yes

17 Februari 2017 20:42:34 Diperbarui: 19 Februari 2017 19:45:25 Dibaca : Komentar : Nilai : Durasi Baca :
Kerja di Hari Libur? Orang Australia No, Tapi Orang Indonesia Sih Yes
exprosearch-dot-com-58a992f32bb0bd114579ccac.jpg

Ketika Orang-orang Australia Bilang, "No, Way", Orang Indonesia Berteriak, "Yes, I will!"
Rata rata orang Australia hidupnya sangat santai. Kerja Senin hingga Jumat, lalu hari Sabtu dan Minggunya libur. Kalau pekerjaan lagi banyak, misalnya mendekati Natal atau Tahun Baru, maka tidak jarang, karyawan diminta tetap masuk pada hari Minggu atau libur. Tapi biasanya orang Australia,amat jarang yang mau menerima pekerjaan di hari hari libur. Bagi mereka, libur itu wajib hukumnya.

Sebaliknya, orang Indonesia,sangat senang bila di hari hari libur ditawari kerja lembur. Tidak usah diminta dua kali, langsung ok. Mengapa saya tahu persis ceritanya? Karena anak dan cucu cucu kami, serta ponakan-ponakan menceritakan, bahwa justru di hari hari libur, pegawai bisa dibayar jauh lebih tinggi. Apalagi kalau masuknya malam hari atau dini hari, di luar jam kerja resmi.

Putri kami, contohnya. Memilih kerja malam di kantor pos. Dan di ruang kerja yang sama, ada juga orang Indonesia. Keuntungannya kerja malam apa? Pertama ada overtime, karena kerja malam, plus ditambah lagi gajinya bila bekerja di hari Minggu atau hari libur.

Memilih Masuk Kerja di Hari Libur
Salah satu dari cucu kami, setiap hari Minggu dan hari libur, malahan masuk kerja jam 4 subuh karena harus menghitung stok barang yang akan dikeluarkan dari gudang untuk dipajang di rak barang-barang, Karena itu, kemarin saya tanyakan, mengapa harus masuk subuh dan terkadang pulangnya malam?

“Grandpa tahu, kalau hari Minggu dan hari libur, apalagi masuk kerja jam 4.00 subuh atau pulang malam karena banyak kesibukan, berapa gaji saya per jam?“ Yaa, setahu saya, gaji rata-rata mahasiswa adalah antara 20 -22 dolar per jam. Jadi sebagai mahasiswa, bisa kerja 4 jam sehari sudah lumayan. Karena pelajar memang resminya hanya diizinkan kerja maksimal 20 jam per minggu. Jadi total penghasilan seminggu cucu kami adalah 20 jam x 20 dollar = 400 dollar atau 4 juta rupiah. Lumayan kan? Itu juga baru satu minggu. Jika sebulan maka total gajinya bisa sekitar 1.600 dollar.

Pingin tahu, kalau masuk kerja di subuh hari pada Minggu atau hari libur berapa gaji per jamnya? Kata cucu kami, ”Grandpa. Gajinya 48 dollars for one hour.”
“Haaa, masa iyaaa?" tanya saya kurang yakin.
Sure, kalau hari biasa cuma 20 dolar. Tapi kalau libur, plus malam atau subuh, maka hitungannya total persatu jam 48 dolar,” kata cucu kami, tanpa bermaksud bercanda.
“Wah,kalau gitu Grandpa juga mau ikut kerja dong,” kata saya bercanda..
“Yaa, tapi kita tidak bisa menambah hari Minggu dan libur, Grandpa. Semua sesuai kalender,” kata cucu kami.

Hadiah Ultah Kami Dibeli dengan Uang Masing-masing
Setiap kali kami rayakan ulang tahun di sini, cucu-cucu kami selalu membelikan kado. Sejak dari SMA, mereka sudah dididik untuk me-manage keuangan sendiri, mencari uang belanja sendiri dengan bekerja paruh waktu. Maka untuk pacaran, mereka tidak pernah minta uang pada orang tua. Hal ini, bukan hanya anak Indonesia, tapi berlaku unrtuk semua remaja di sini.

Selain orang Indonesia, anehnya rata-rata orang Asia senang bekerja kala orang Australia mengatakan, ”No, way!” ketika diminta masuk kerja di hari libur. Sebaliknya, orang Indonesia, dengan nada antusias mengatakan, ”Yes, I will.”

Sebuah contoh baik, yang ditunjukkan orang Indonesia di negeri orang. Walaupun demi untuk kebutuhan diri sendiri, tapi setidaknya, hal ini telah membentuk imej bahwa orang Indonesia adalah orang yang rajin bekerja! Sehingga secara tidak langsung, sudah ikut mengharumkan nama bangsa Indonesia di negeri orang.

Tjiptadinata Effendi

KOMPASIANA ADALAH PLATFORM BLOG, SETIAP ARTIKEL MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.
LABEL ekonomi

NILAI :

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana