PILIHAN

Gengsi Tidak Pada Tempatnya, Menghambat Langkah Maju

19 Juni 2017 11:36:11 Diperbarui: 19 Juni 2017 12:10:31 Dibaca : 118 Komentar : 2 Nilai : 4 Durasi Baca :
Gengsi Tidak Pada Tempatnya, Menghambat Langkah Maju
gengsi adalah kebanggaan semu ,ibarat pelayan toko,yang tampil seakan pemilik /depositphotos

Menerapkan gengsi gengsian tidak pada tempatnya,hanya akan menjadi penghalang bagi kemajuan diri sendiri. Kalau tidak tahu,terus terang saja bilang tidak tahu dan belajarlah.Bisa saja belajar dari anak ,bahkan cucu kita.Belajar Mungkin saja kita merasa diri orang pintar, S3,tamatan luar negeri lagi.Tapi jangan lupa, ijazah sarjana itu hanya mencakup materi dibidang tertentu.Tidak ada orang yang begitu jeniusnya,sehingga tahu segala galanya.


Misalnya kita tidak tahu,bagaimana mengedit gambar sebelum diupload,tapi malu bertanya,maka selamanya kita tidak akan pernah tahu caranya.Dengan bertanya dan mau belajar,maka dalam waktu singkat,sebuah ketrampilan sudah menjadi milik kita.


Yang Dulu Dianggap Ajaib,Kini Terbukti Hanya Sebuah Tehnologi


Banyak hal yang dulu dianggap ajaib. Mungkin ada yang masih ingat kisah :"Ali Baba dan 40 Penyamun" .Begitu diucapkan :"Sesam buka pintu!" ,maka pintu gua tempat menyimpan harta karunpun terbuka. 


Sampai terpana pana kita membaca kisah dongeng tersebut. Tapi kini ,ternyata apa yang dulu dianggap :" ajaib",terbukti hanyalah sebuah tehnologi .Kini siapapun bisa memasang peralatan elektronik di depan garasi mobilnya dan merekam suaranya. Maka ketika mengucapkan :"Buka pintu",maka tanpa perlu komat kamit,pintupun terbuka.Tapi tentu saja,hanya suara orang yang terekam di peralatan,yang namanya :"voice command" saya,yang dipatuhi. Kalau orang lain berteriak teriak,hingga suaranya parau,pintu tidak akan bergeming.


Piano  Bisa Main Sendiri


Bila dimasa dulu,ada piano yang bisa memainkan sendiri lagu lagu,maka dipastikan semua akan lari terbirit birit,sambil berteriak :"hantuuu hantuuu"Tapi belakangan,bukan hanya piano,tapi organ dan jam dinding pun sudah dapat diprogram untuk menyanyikan lagu lagu yang kita sukai.


Bola lampu,tanpa kabel ,bisa nyala sendiri?
 

Wah ,pasti ada hantunya.Kalau nggak mustahil,bola lampu dapat menyala,tanpa kabel dan tanpa baterai. Tapi kini,dengan hanya uang 5 dolar,sudah dapat membeli lampu solar cell. Ditancapkan ditanah atau diikat di pohon dan pada waktu malam tiba,ia akan menyala sendiri

Kunci Bisa Menjawab


Bersiul dan kunci menjawab :" I am here" .Wah,kalau dulu hal ini terjadi,maka sekampung akan heboh dan kita bisa jadi dianggap dukun besar. Karena dikira bisa memanggil benda mati  dan benda itu menjawab OMG! Nah,kini mainan itu harganya cuma 5 dolar.Gunanya bagi yang sering amnesia,sehingga lupa meletakkan kunci rumah atau kunci kendaraan,maka cukup bersiul dan kunci akan menjawab.


Selingkuh Jarak jauh


Dijaman serba canggih ini,bahkan orang dapat memanfaatkan peran tehnologi bukan hanya untuk hal hal positif,tapi juga melakukan selingkuh jarak jauh. Hal ini belakangan menjadi ngetrend ,dengan judul :"chatting mesra"


Menanak Nasi Jarak Jauh


Coba kalau dulu ,ada yang berani bilang demikian,pasti dianggap sudah kesurupan ,karena buang air kecil dikuburan. Mana mungkin bisa menanak nasi jarak jauh? Ini orang sudah gila kali? Atau kesurupan?


Nah,kini semua orang bisa melakukannya.Cukup menghubungkan HP kita dengan remote control di rumah. Dalam perjalanan pulang,tinggal tekan tombol dan rice cooker dirumah ,lampunya nyala dan mulai menanak beras yang sudah disediakan dalam rice cooker.
Kalau terus dilanjutkan,maka tak ubahnya bagaikan nenek nenek yang sudah nyinyir. Maka sebelum saya dianggap nyinyir,cukuplah contoh contoh kejadian,seperti yang sudah dituliskan.


Jangan Malu,Untuk Belajar


Bilamana ada hal hal yang tidak dipahami,maka jangan gengsi untuk mau belajar. Jangan langsung divonis :" tahayul " atau "nonsen" .Karena kalau hal ini diterapkan,maka tanpa sadar,kita sudah menutup jalan sendiri,dengan membangun tembok yang namanya :"mustahil".Semakin sering kita menebarkan kata kata :"tidak mungkin " atau " mustahil",maka semakin tinggi,kita membangun dinding ketidakmungkinan bagi diri sendiri.


Sesungguhnya,kita dikaruniai akal budi oleh Sang Mahapencipta, untuk mencapai sesuatu yang lebih baik bagi diri sendiri ,keluarga dan orang banyak.Karena  sesungguhnya  kemampuan manusia  tidak terbatas,hanya manusia itu sendiri yang membuatnya menjadi terbatas.
Ada ratusan ,atau bahkan ribuan hal yang dulu dianggap :"mustahil" sekarang sudah dapat diraih oleh setiap orang.Karena itu ,seandainya sudah terlanjur,mengoleksi kata kata tidak mungkin,maka mulai saat ini ,sudah waktunya kita hentikan. Bukan untuk siapa siapa,melainkan demi kebaikkan diri sendiri


Tjiptadinata Effendi

KOMPASIANA ADALAH PLATFORM BLOG, SETIAP ARTIKEL MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.
LABEL gayahidup

NILAI :

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana