PILIHAN

4 Fakta Unik Dosen Universitas Al-Azhar Mesir yang Harus Kamu Ketahui

21 April 2017 15:30:37 Diperbarui: 21 April 2017 15:57:00 Dibaca : Komentar : Nilai : Durasi Baca :
4 Fakta Unik Dosen Universitas Al-Azhar Mesir yang Harus Kamu Ketahui
4 FAkta Unik Dosen Al-Azhar Yang Jarang Diketahui (dokumentasi pribadi)

Membahas tentang Mesir memang tidak ada habis nya ya Sob! Negeri pyramid ini memang memiliki pesona tersendiri yang gak ada habis nya, sama seperti kesan tersendiri orang yang pernah hidup di negeri ini yang tidak ada habis nya walau sudah puluhan tahun meninggalkan negeri kinanah ini.

Kali ini saya akan mengajak sobat semua untuk mengenal Universitas Al-Azhar Asy-Syarif yang berada di Mesir. Siapa sih yang gak tahu Universitas Al-Azhar Asy-Syarif ini? Salah satu Universitas tertua di dunia yang sudah ada sejak 1000 tahun yang lalu, tepat nya ketika Kekhalifahan Islam Bani Fathimiyyah yang berkuasa di Mesir.

Tak hanya itu, Al-Azhar juga menjadi rujukan keilmuan bagi Umat muslim di seluruh dunia saat ini, contoh nya saja ada sebuah lembaga naungan Al-Azhar yang bernama “Daar Al-Ifta’” adalah sebuah pusat Fatwa yang ada di Mesir, yang setiap hari nya datang Email dan panggilan telefon dari seluruh dunia yang berisi pertanyaan mengenai hukum-hukum keislaman.

Universitas Al-Azhar Juga menjadi Penasehat kepresidenan Mesir dalam menjalankan roda pemerintahan, jadi presiden Mesir akan selalu berkonsultasi dengan pihak Universitas Al-Azhar dalam pengambilan keputusan terutama dalam keputusan yang berkaitan dengan Keagamaan.

Sehingga tak heran, walaupun negara arab, Mesir sangat menghargai keragaman dalam beragama, bukti nya saja Umat Muslim dan Kristen Koptik hidup damai di Mesir selama Ribuan Tahun tanpa Konflik yang berarti.

Dibalik besar nya pengaruh Universitas Al-Azhar dalam perkembangan pendidikan Modern Mesir maupun dunia Islam ternyata menyimpan sejumlah fakta unik yang jarang diketahui oleh orang loh sob! Salah satu fakta uniknya ada pada para dosen nya.

Apa yang Kamu bayangkan ketika mendengar kata dosen sob? Kebanyakan dari kita pasti membayangkan dosen itu menggunakan jas dan setelan tuxedo yang rapi, sepatu dan jam tangan yang mahal ditambah dengan kendaraan yang bagus, rumah yang megah ditambah dengan gaji yang sangat tinggi apalagi jika dia memilki gelar Professor dan mengajar di Universitas terkemuka di dunia, gaji nya bisa mencapai puluhan hingga ratusan juta.

Ada beberapa hal yang tidak mengenakkan dengan beberapa dosen yang sudah terkenal atau popular, kadang kita menemui dosen itu sulit ditemui, mesti menjadwalkan dulu pertemuan dan lain-lain sebagainya, sehingga kita sangat susah menemui dosen tersebut untuk sekedar bertanya atau meminta saran untuk skripsi dan lain-lain, apalagi jika dosen popular itu mengajar di Universitas terkemuka di dunia.

Nah bayangan kita diatas agak nya tidak tepat jika kita alamatkan kepada para dosen dan Professor Universitas Al-Azhar, karena jika kamu pergi melihat lansung bagaimana para dosen dan professor Universitas Al-Azhar itu, kamu pasti akan geleng-geleng kepala tidak percaya, lah kenapa?

Karena dosen Al-Azhar memliki Style tersendiri yang membuat kita terkagum-kagum, bahkan heran karena para dosen yang mengajar di salah satu Universitas populer di dunia ini tidak seperti apa yang dibayangkan oleh kebanyakan orang.

Penasaran bagaimana fakta unik dari dosen Al-Azhar yang mendunia Itu? Yuk mari kita kepoin!

  • Sederhana

“Sederhana” ya! Kata inilah yang cocok diberikan kepada para Dosen dan Profesor di Universitas ternama dunia ini, Kesederhanaan adalah pakaian para dosen Al-Azhar, hampir seluruh aspek kehidupan mereka baik di kampus dan di luar kampus diliputi dengan kesederhanaan.

Hal ini bisa dilihat dari gaya berpakaian para dosen nya, para dosen Al-Azhar sangat jarang memakai jas apalagi Tuxedo yang mahal, kebanyakan dari dosen ini memakai baju “Jalabiyah” atau baju gamis yang kita kenal, lalu di kepala para dosen ini ada semacam peci yang dinamakan “Turbus Al-Azhar” Turbus dan Jalabiyah inilah pakaian kebanggaan para dosen Al-Azhar, walaupun terlihat sederhana namun bagi mereka, pakaian itu jauh lebih berwibawa daripada memakai jas atau tuxedo.

Pakaian Ini juga digunakan Para dosen untuk menghadiri acara-acara resmi Universitas ataupun pemerintah. Kadang ada juga Dosen Al-Azhar yang datang menggunakan baju Kemeja dan celana dasar biasa, padahal mereka sudah bergelar Profesor dan Doktor, di Universitas yang bergengsi lagi,  namun dari kesederhanaan berpakaian ini sehingga mereka tidak kelihatan berbeda dengan orang kebanyakan biasa ketika di luar Universitas. Sehingga banyak para mahasiswa yang tidak menyadari kehadiran para Doktor dan Dosen ini ketika di Luar Universitas seperti di Pasar ataupun ketika diatas bus.

Sederhana adalah Pilihan Mereka (dokumen Dakwatuna.com)
Sederhana adalah Pilihan Mereka (dokumen Dakwatuna.com)

Kesederhanaan para dosen tidak hanya terlihat dari gaya berpakaian, namun jika di gaya hidup nya itu sendiri. Ketika kamu masuk ke Universitas Al-Azhar di Kairo, Kamu gak akan melihat banyak mobil terparkir di halaman parkir universitas, Karena tidak banyak Dosen yang menggunakan Mobil ke Universitas, bahkan sebagian diantara para Dosen dan Profesor Al-Azhar tidak memiliki kendaraan pribadi! Sehingga mereka menggunakan angkutan umum untuk datang ke Universitas setiap hari nya, beberapa dosen terlihat menggunakan Vespa dan sepeda Motor di Universitas, sungguh mengherankan bukan?

Jujur, Aku pun juga merasa heran melihat para dosen yang datang menggunakan mobil Bus dan ikut-ikutan berdesak-desakan dengan mahasiswa diatas bus, namun karena para dosen ini memiliki akhlak yang mulia, mereka pun tidak merasa malu, apalagi merasa gengsi untuk naik bus bersama mahasiswa.

Syekh Fahti Hijazi, Berpakaian Sederhana walaupun sudah menjadi Profesor Senior Al-Azhar (dokumen Ruwaq Azhar)
Syekh Fahti Hijazi, Berpakaian Sederhana walaupun sudah menjadi Profesor Senior Al-Azhar (dokumen Ruwaq Azhar)

Bahkan seorang teman aku pernah bercerita, kalau dia pernah naik taxi pergi kesebuah tempat, dan diperjalanan, sopir taksi itu selalu bercerita mengenai agama,politik dan berbagai hal ilmiah lain nya, sehingga teman saya ini pun menjadi penasaran, karena sopir taxi ini bukan lah sopir biasa, karena ilmu dan wawasan nya yang luas, maka iseng teman aku ini bertanya, selain nyupir taksi kerjaan nya bapak itu apa, lalu sopur itu menjawab “saya Profesor di Universitas Al-Azhar, dan saya juga ngajar di kelas Pasca sarjana Univ. Al-Azhar”  sontak temanku itu kaget dan bertakbir krn kagum dengan sopir taksi yang luar biasa itu.

Pasti sangat heran kan jika kita melihat seorang yang sudah sekelas professor pun masih tidak segan untuk menjadi sopir taksi untuk memenuhi kehidupan nya, walau sebenarnya gaji yang didapat sudah lebih dari cukup untuk menghidupinya. Luar biasa!

Padahal mereka adalah dosen-dosen terbaik yang dimiliki oleh Al-Azhar dan Mesir! Tidak hanya Mesir saja, Namun juga Negara Arab. Banyak dari dosen Al-Azhar menjadi dosen terbang di beberapa Universitas di Negara-Negara arab lain nya seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab dan Qatar serta dibeberapa negara Eropa.

Agak nya kita memang harus banyak belajar dari kehidupan para Dosen Al-Azhar ini, bukan nya mereka miskin atau kekurangan gaji yang didapatkan dari Universitas sekelas Al-Azhar, namun memang gaya hidup sederhana itu sudah menjadi bagian dari hidup mereka.

  • Tetap mengajar Walaupun hanya dihadiri oleh satu atau dua orang Mahasiswa saja.

Ini fakta unik lain nya dari para dosen ini, karena mereka tidak terlalu mempedulikan jumlah mahasiswa ketika dosen ini akan mengajar, bagi para dosen itu ilmu ini harus disampaikan kepada mahasiswa walaupun jumlah mahasiswa yang hadir kadang sangat sedikit.

Seperti yang pernah aku rasakan ketika belajar tentang Sejarah Perkembangan Umat Islam, ketika itu hanya hadir 2 orang mahasiswa saja ketika beliau akan memulai pelajaran, namun dosen itu tetap melanjutkan pelajaran seperti biasa nya, tidak ada raut wajah kecewa sedikitpun terlihat dari wajah beliau, bukan nya marah beliau malah berpesan kepada yang hadir untuk mengajarkan mahasiswa yg tidak hadir mengenai pelajaran hari ini.

Tetap Semangat Berdakwah walaupun sedikit mahasiswa yang hadir (dokumentasi pribadi)
Tetap Semangat Berdakwah walaupun sedikit mahasiswa yang hadir (dokumentasi pribadi)

Tidak hanya itu saja, pernah ketika aku belajar bahasa inggris yang ketika itu hanya dihadiri oleh beberapa orang mahasiswa saja, namun pelajaran tetap dilanjutkan seperti biasa tanpa ada rasa kekecewaan sedikitpun di wajah dosen itu.

Karena memang niat mereka sangat tulus untuk mengajarkan para mahasiswa nya, sehingga walaupun hanya sedikit mahasiswa yang hadir, beliau tetap menghormati mahasiswa yang hadir ini lalu memberi pesan kepada mereka untuk mengajari yang tidak hadir, tanpa mengancam akan mengurangi nilai mereka yang tidak hadir.

Pelajaran Yang Hanya diikuti oleh Tiga Orang Mahasiswa (Dokumentasi pribadi)
Pelajaran Yang Hanya diikuti oleh Tiga Orang Mahasiswa (Dokumentasi pribadi)

Hal ini patut kita contoh karena kadang kita malas untuk mengajari para anak murid disebabkan hanya sedikit yang hadir, kadang kita merasa tidak dihargai dan lain sebagainya, coba lihat para dosen ini, padahal pangkat dan jabatan mereka sangat dihargai oleh orang, namun tidak merasa rendah diri jika banyak mahasiswa yang tidak hadir oleh sebab tertentu.

  • Tidak Ada Istilah Pensiun Untuk Memberikan Ilmu

Ini Fakta Lain nya, yaitu tidak ada istilah pensiun bagi para dosen  Al-Azhar, mereka tetap akan mengajar selagi mereka masih sanggup. Oleh karena itu kita bakal banyak melihat para dosen yang sudah tua namun masih tetap enerjik dalam mengajar di kelas, contoh nya saja salah seorang dosen senior yang bernama Sykeh Thoha Hibisyi yang sudah berumur 80 tahun lebih, namun masih aktif mengajar di Universitas Al-Azhar tak kalah dengan dosen-dosen muda lain nya.

Tidak Ada Istilah Pensiun Untuk Mengajar Ilmu Agama (Dokumen PPMI Mesir)
Tidak Ada Istilah Pensiun Untuk Mengajar Ilmu Agama (Dokumen PPMI Mesir)

Karena bagi mereka tidak ada istilah Pensiun dalam mengajarkan Ilmu, bahkan ketika mereka sudah sakit-sakitan pun masih tetap mengajar di rumah mereka, itulah bukti kecintaan mereka kepada ilmu.

  • Disabilitas Tidak Menghalangi Dosen Untuk Tetap Mengajar.

Inilah yang paling aku kagumi dari para dosen AL-Azhar, karena saking cinta nya kepada ilmu pengetahuan, kekurangan yang mereka miliki malah menjadi penyemangat mereka dalam menuntut ilmu. Kekurangan fisik yang paling banyak dimiliki oleh para dosen ini adala Kebutaan sejak lahir.

Walaupun Tidak Bisa melihat Secara Sempurna, Syekh Thoha Hibisyi Tetap Bisa Menjadi Petinggi Univ. Al-Azhar (dokumen dakwatuna.com)
Walaupun Tidak Bisa melihat Secara Sempurna, Syekh Thoha Hibisyi Tetap Bisa Menjadi Petinggi Univ. Al-Azhar (dokumen dakwatuna.com)

Banyak dari dosen dan professor Al-Azhar yang memiliki keterbatasan fisik dari lahir, seperti buta atau tidak melihat,  namun karena kedalaman dan kehebatan ilmu yang mereka miliki, maka para dosen ini tetap diperbolehkan mengajar para mahasiswa dan ditemani oleh seorang asisten untuk membantu mereka.

Dosen-dosen disabilitas ini kadang menjadi motivasi tersendiri bagi kami para Mahasiswa, karena dengan fisik kami yang sempurna ini harus nya kami bisa menjadi orang yang lebih luar biasa lagi, karena dosen yang memiliki kekurangan fisik saja mampu untuk menuntaskan gelar mereka hingga professor.

Seperti seorang dosen yang bernama Dr. Jamal Afifi, beliau seorang dosen ilmu Filsafat yang hampir Buta, namun beliau tetap semangat dalam mengajar bahkan jauh lebih semangat dari dosen yang tidak memiliki cacat fisik. Beliau tidak mampu untuk melihat, namun beliau adalah salah satu dosen yang paling rajin yang ada di Universitas ini.

Itulah 4 Fakta Uni dosen Al-Azhar semoga menambagh wawaasan kamu dan mendapatkan contoh tauladan ketika kamu kelak menjadi dosen ya sob!

Sekian dulu tulisan saya, semoga bermanfaat dan tolong Share tulisan ini ke teman-teman dan Dosen mu ya  :D

Tareq Al Bana, Kairo-Mesir

Tareq Albana

/tareq

TERVERIFIKASI

Mahasiswa Universitas Al-Azhar, Mesir. Jurusan Islamic Theology. Bekerja sebagai Reporter dan Penyiar Radio PPI Dunia dan sebagai Founder Ikatan Pelajar Minang Internasional, Founder Komunitas Sepeda ASEAN "GOWES KAIRO" di Kairo Dan Anggota Forum Mahasiswa Internasional.
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH PLATFORM BLOG, SETIAP ARTIKEL MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

NILAI :

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana