Sains Untuk Anak Usia Dini

07 Juni 2012 21:54:38 Dibaca :

SAINS UNTUK ANAK USIA DINI


Sains: Pengetahuan sains lebih dari sekedar fakta, bagaimana fakta-fakta tersebut memberikan


informasi yang lebih bermakna


Ø Pengetahuan fisik: pengenalan tentang fisik benda dan gerakan yang dibuat oleh benda, misalnya bentuk, warna, menggelinding, melayang, dsb serta perubahan benda saat dicampur, saat dikocok, saat dituang, dsb.


Ø Pengetahuan kehidupan: pengetahuan tentang kehidupan makhluk hidup manusia, binatang dan tanaman (siklus hidup, habitat, cara makan, karakteristik hidupnya, perubahan saat tumbuh, hidup sehat, dsb


Ø Pengetahuan tentang alam dan lingkungan: pengetahuan tentang benda yang ada di lingkungan anak, termasuk benda angkasa yang terlihat secara garis besarnya saja, misalnya bulan, matahari, bintang; pengetahuan tentang cuaca, bagaimana menjaga lingkungan, dsb.


Mengembangkan Pengetahuan Sains


Ø Meletakkan benda-benda agar anak dapat mengamati objek seperti: magnet, kaca pembesar, cermin, timbangan, dll.


Ø Meletakkan benda-benda yang sudah rusak seperti: telepon, radio, mainan bongkar pasang, dll.


Ø Mengajak anak-anak menanam, memelihara binatang kesayangan serta mendiskusikan tumbuh kembang serta siklus hidupnya.


Ø Berbicara tentang benda-benda yang tampak di angkasa saat siang dan malam; cuaca dan benda-benda yang perlu disiapkan serta memelihara lingkungan terhadap perubahan cuaca


Pembelajaran sains pada AUD difokuskan pada pembelajaran mengenai diri sendiri, alam sekitar dan gejala alam.



Tujuan pembelajaran Sains pada anak usia dini, antara lain:




  • Membantu menumbuhkan minat untuk mengenal dan mempelajari benda-benda serta kejadian di lingkungan sekitarnya.
  • Membantu agar memahami dan mampu menerapkan berbagai konsep sains untuk menjelaskan gejala-gejala alam dan memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari.
  • Membantu agar dapat mengenal dan memupuk rasa cinta kepada alam sekitar sehingga menyadari keagungan Tuhan Yang Maha Esa.


KONSEP KURIKULUM PAUD


Ø Kurikulum PAUD menggunakan pendekatan holistic curriculum mencakup semua aspek perkembangan


Ø Proses belajar dilaksanakan secara integrated learning mencakup semua konsep pengetahuan (bahasa, matematika, sains, ilmu sosial, seni)


Ø Kegiatan pembelajaran dilakukan melalui bermain


MENENALKAN PERUBAHAN FISIKA BENDA PADA AUD


Beberapa benda dapat berubah wujud misalnya air akan membeku bila didinginkan, dan akan mencair bila dipanaskan kembali. Perubahan air menjadi es batu dan sebaliknya merupakan contoh perubahan fisika.


APA PERUBAHAN FISIKA ITU?


Perubahan fisika adalah perubahan wujud atau fisik dari suatu benda, tetapi benda tersebut dapat kembali kewujud asalnya. Kita dapat menyebutkannya sebagai perubahan wujud yang dapat kembali ke wujud semula.


Pada perubahan fisika, tidak terjadi perubahan yang melibatkan reaksi kimia. Dengan demikian, komposisi molekul pada benda tidak mengalami perubahan dan sifat kimiawinya tidak hilang. Perubahan fisika juga termasuk perubahan bentuk dan ukuran benda tersebut.


Perubahan fisika dapat terjadi diantaranya karena suatu benda dipanaskan atau didinginkan atau diberi tekanan.


Di dalam perubahan fisika, akan terjadi perubahan wujud benda diantaranya sebagai berikut:


Ø Perubahan benda cair ke gas dan sebaliknya


· Penguapan: perubahan benda ciar ke gas, contohnya air panas akan mengeluarkan asap, asap itu disebut uap air sedangkan uap air itu adalah benda gas.


· Pengembunan: perubahan benda gas ke cair contohnya bila air panas ditutup rapat beberapa saat maka pada tutup tersebut terdapat titik-titik air yang berasal dari uqap air yang berubah wujud menjadi cair.



Ø Perubahan benda padat ke cair dan sebaliknya


· Peleburan: perubahan benda padat ke cair, contohnya jika es dipanaskan akan berubah menjadi cair.


· Pengkristalan: perbahan benda cair ke pada, contohnya jika air didinginkan akan berubah menjadi padat kembali yang disebut es.



Ø Perubahan benda gas ke padat dan sebaliknya


· Pengkristalan: perubahan benda gas ke padat, contohnya jika udara terlalu dingin maka udara tersebut akan mengkristal yaitu berubah menjadi salju.


· Penyublunan: perubahan benda padat ke gas, contohnya kapur barus jika digantungkan didalam lemari, bila diperhatikan kapur barus lama-kelamaan akan mengecil kemudian menghilang karena kapur barus berubah menjadi gas dan bercampur dengan udara, dapa dirasakan dengan harum kapur barus pada lemari.



EKSPERIMEN


Nama anak : Fahiim Rasyid Akhmad


Usia : 6 tahun


Saya menbuat eksperimen pada anak saya sendiri, yaitu saya mengenalkan pada nya perubahan benda cair ke gas dan sebaliknya perubahan gas ke cair.


Untuk mengenalkan perubahan benda cair ke gas bahan-bahan yang saya perlukan adalah sebagai berikut:


Ø Saya menyiapkan 1 gelas air panas, besetra tutupnya.


Ø Kemudian saya meminta anak saya untuk membuka tutup gelas, maka akan terlihat kepulan asap keluar dari gelas tersebut, bila kepulan asap tidak terlalu terlihat maka saya meminta agar anak saya meletakkan tangannya diatas gelas kira-kira 4-5 cm dari permukaan gelas. Maka dia akan merasakan udara panas diatas permukaan gelas.


Ø Mengapa demikian? Karena bila air dipanaskan maka akan terjadi perubahan wujud dari benda cair ke gas, uap yang keluar dari gelas adalah benda gas. Air panas tersebut mengalami penguapan.


Dan untuk mengenalkan perubahan benda gas ke cair bahan-bahan yang saya gunakan adalah sama, karena mengingat perubahan fisika merupaka perubahan wujud atau fisik suatu benda, tetapi benda tersebut dapat kembali ke wujud asalnya, yaitu:


Ø Saya menggunakan 1 gelas air panas tadi beserta tutupnya.


Ø Saya mminta agar anak saya menutup air panas yang didalam gelas ditutup dan dibiakan beberapa saat.


Ø Setelah agak lama, saya meminta anak saya untuk membuka tutup gelas, dan membalik tutup gelas. Maka akan terlihat titik-titik air di permukaan tutup tersebut.


Ø Saya mengatakan itu adalah embun, karena uap air yang disebut gas mengalami pengembunan sehingga uap air tersebut berubah wujud menjadi cair.



HASIL EKSPERIMEN


Ø Anak dapat mengetahui dan mengenal hukum sebab akibat.


Ø Anak dapat mengetahui perubahan fisika benda secara sederhana.


Ø Anak dapat memahami konsep fisika secara sederhana.


Ø Anak dapat mengembangkan pengetahuannya.


Ø Anak dapat menggerakkan motorik halusnya.


Ø Anak dapat menggunakan panca indranya



DAFTAR PUSTAKA

1. Dr. Muntari, M. Phil, bahan pelatihan pengembangan kurikulum dan ape anak usia dini forum paud ntb.


2. Sanita Santi. SAINS UNTUK PEMULA. Ganeca Exact. 2007





Tina Tuslina

/tanamilmu

TERVERIFIKASI (HIJAU)

saya adalah ibu rumah tangga yang mempunyai anak 2, saya juga guru di RA. BANI YAHYA SOLEMAN, saya juga mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Tangerang semester IV. pernah menjadi ketua osis di MTs. di MAN aktif di PKS, Pramuka dan obade. pernah mondok di pesantren Riadlul Ulum Cipendeui Cipasung Tasikmalaya. di kampus sebagai ketua mahasiswa pg-paud angkatan 2010-2011. ketua UKM Tari FKIP PG-PAUD
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?