Mohon tunggu...
Syarif Yunus
Syarif Yunus Mohon Tunggu... Konsultan - Dosen - Penulis - Pegiat Literasi - Konsultan

Dosen Universitas Indraprasta PGRI (Unindra) - Direktur Eksekutif Asosiasi DPLK - Edukator Dana Pensiun - Pendiri TBM Lentera Pustaka Bogor - Kandidat Dr. Manajemen Pendidikan Pascasarjana Unpak - Ketua IKA BINDO FBS Univ. Negeri Jakarta (2009 s.d sekarang)), Pengurus IKA UNJ (2017-sekarang). Penulis dan Editor dari 47 buku dan buku JURNALISTIK TERAPAN, Kompetensi Menulis Kreatif, Antologi Cerpen Surti Bukan Perempuan Metropolis. Penasihat Forum TBM Kab. Bogor, Education Specialist GEMA DIDAKTIKA. Salam DAHSYAT nan ciamikk !!

Selanjutnya

Tutup

Gaya Hidup

Kamu itu Suka, Sayang atau Cinta ?

25 Januari 2015   17:21 Diperbarui: 24 Agustus 2015   21:38 142
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
14221560231941047925

SAVE KPK, SELAMATKAN KPK !! Begitu bunyinya. Mungkin, slogan itu bisa juga dipakai untuk SAVE POLRI, SAVE PRESIDEN, SAVE ANAK KITA, SAVE HUTAN KITA, dan SAVE..... SAVE lainnya. Secara maksud dan spirit, kita semua setuju. Intinya untuk menjadikan segalanya lebih baik dari keadaan sekarang. Betul gak? Gak tau deh.

 

Tapi kalo dari sudut bahasa, mungkin istilah atau slogan “SAVE ......”itu gak sepenuhnya benar. Kalo kata orang Inggris, SAVE itu artinya SELAMAT, bukan SAFE yang AMAN. Makanya ada “Safety Belt” yang harusnya “Sabuk Pengaman”, bukan “Sabuk Keselamatan” dan gak usah diganti jadi “Salvation Belt”. Sabuk kan cuma bisa mengamankan pemakainya, bukan menyelamatkan pemakainya. Yang MENYELAMATKAN kita hanya satu, TUHAN.

 

[caption id="attachment_393125" align="aligncenter" width="300" caption="Sumber: Pribadi - #SAVE Indonesia"][/caption]

Makanya, ada ucapan Selamat Pagi, Selamat Jalan, Selamat Ujian, Selamat Ulang Tahun. Dalam Bahasa Jawa, SELAMAT itu ungkapan spiritual untuk memohon perlindungan kepada Tuhan dari segala bahaya. Itu doa. Untuk bisa SELAMAT, kita harus ikuti adab, budaya, dan tindakan yang mengarah pada keselamatan. Naik kendaraan di jalan, harus berdoa dulu, tidak ugal-ugalan, sehingga bisa sampai di tujuan. Coba cek di KBBI, kata “selamat” jelas mengandung doa dan harapan. Sungguh, selagi jadi manusia, kita tidak akan pernah menyelamatkan. Kita hanya bisa menolong, membantu, atau mengamankan saja. Sok tau ahh ..... Iya udah kalo gak percaya.

 

Nah, jadi kalo kita bilang SAVE KPK, SELAMATKAN KPK. Apa sebenarnya yang kita mau? SAVE INDONESIA, SELAMATKAN INDONESIA, apa yang kita tuju?

 

Sungguh berat, gak sanggup jawabnya. Buat saya MENYELAMATKAN itu wilayah Tuhan. Sebagai manusia, kita hanya bisa prihatin dan mendoa agar semuanya baik-baik saja. Kalo kata orang yang lagi pacaran, “aku dan kamu” baik-baik saja hehehe.

 

Terus emang kenapa? Ya gak kenapa-kenapa. Hanya kita perlu tanya pada diri sendiri, sebenarnya apa yang kita perjuangkan, yang kita harapkan untuk Indonesia sekarang sebagai bentuk SUKA, SAYANG atau CINTA pada Indonesia?

 

Masa bodoh ahh. Pucing amat ngurusin SUKA, SAYANG apa CINTA Indonesia? Gak ada kerjaan banget sih. Iya juga ya. Yang penting kan maksudnya tahu. Iya deh. Tapi kan gak salah juga kalo kita merenungkan kata-kata indah itu. Karena SUKA, SAYANG ama CINTA itu beda. Gak sama. Cuma orang mabok yang bilang sama hehehe.

 

Biar kita gak seperti orang yang lagi kasmaran, ampe bingung kapan dia suka, kapan dia sayang, kapan dia cinta? Semuanya disamain aja, makanya jadi gak jelas. Apalagi laki-laki, baru ketemu ama cewek cakep, langsung bilang jatuh cinta? Apa itu bener jatuh cinta, atau cuma suka doang. Apalagi bilang langsung sayang, parah banget ya ....

 

Dari sekian banyak slogan, celoteh, tulisan, atau apapun yang sudah kita pikirkan, perjuangkan. KITA ini SUKA, SAYANG apa CINTA Indonesia?

 

Pucing banget sih. Mikirin suka, sayang, cinta Indonesia. Indonesia aja belum tentu mikirin kita ya. Apalagi mikirin dan bertindak untuk masyarakatnya yang membutuhkan. Doyannya berisik melulu hehe.

 

Kalo dari kasta lingusitiknya, SUKA itu paling rendah, SAYANG mendingan, dan yang paling luhur itu CINTA.

 

Kita akan bilang SUKA Indonesia karena lebih banyak tuntutan kepadanya, kalo SAYANG kita akan seimbang dalam memberi dan menerima untuk bangsa ini, sedangkan CINTA Indonesia, kita hanya berpikir ddan bertindak untuk memberi dengan ikhlas bagi bangsa ini.

 

Orang yang SUKA biasanya hanya akan menemani bila menguntungkan dirinya. Orang yang SAYANG akan selalu menemani di saat dibutuhkan bangsa ini. Orang yang CINTA pastinya akan selalu menemani di saat bangsa Indonesia dalam keadaan apapun.

 

Makanya, saat kita menyukai Indonesia, terbersit rasa ingin memiliki atas dasar ego diri kita. Berbeda saat kita menyayangi bangsa ini, kita ingin sekali membuatnya bahagia dan bukan untuk diri kita sendiri. Istimewanya saat kita mencintai Indonesia, maka kita akan melaukan apapun untuk kebahagiaan dan kebaikan bangsa ini ke depan walau harus mengorbankan jiwa dan raga.

 

Duh, ribet banget sih nih tulisan?

Iya gak apa-apa, sekali-kali pusing baca tulisan. Itu namanya anugerah Tuhan. Jadi, kita ini SUKA, SAYANG apa CINTA Indonesia ?

#SAVE INDONESIA hehehe

Mohon tunggu...

Lihat Konten Gaya Hidup Selengkapnya
Lihat Gaya Hidup Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun