Talak (Perceraian)

13 Maret 2013 18:29:58 Diperbarui: 24 Juni 2015 16:50:11 Dibaca : Komentar : Nilai :

* Menceraikan istri dalam keadaan haidh (menstruasi ) , nifas,  atau dalam keadaan suci setelah digauli hukumnya  HARAM , namun  demikian talak tetap SAH.

* Menceraikan istri tanpa sebab hukumnya MAKRUH .

Tapi kalau ada sebab hukumnya HALAL , dan apabila pernikahannya itu membahayakan atau merugikan

Maka hukumnya SUNAT.

* Dalam masalah taLak ,

Tidak Wajib mentaati kedua orang tua .

* Siapa saja yang ingin menceraikan istrinya ,diharamkan baginya menjatuhkan talak lebih dari satu  .

*Ketika jatuh talak ,

Sang istri harus dalam keadaan suci dan belum digauli . lalu menceraikannya dengan talak satu ,

Dan membiarkannya tanpa menambah talaknya lagi sampai selesai mada iddahnya ,

*Bagi perempuan yang  diceraikan suaminya dengan talak RAJ'I , tidak boleh keluar dari rumahnya ,

suaminya mengeluarkannya sebelum sempurna masa iddahnya ,

* Talaakdinyatakan sah bila diucapkan , adapun kalau hanya sekedar niat saja ,Maka BELUM JATUH .

Teti Mulyati

/sweetoo

M'perbaiki diri untk Lbih baik...bwt K'pentingan diri sndiri & bwt orang2 yg q syang... Karna... S'mkin hari umur q jg S'mkin brkurang... Jdi brusaha jdi Lbih baik sblum Ajal q dtang ... Insya Allah !!' # Qu
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.