Talak (Perceraian)

13 Maret 2013 18:29:58 Dibaca :

* Menceraikan istri dalam keadaan haidh (menstruasi ) , nifas,  atau dalam keadaan suci setelah digauli hukumnya  HARAM , namun  demikian talak tetap SAH. * Menceraikan istri tanpa sebab hukumnya MAKRUH . Tapi kalau ada sebab hukumnya HALAL , dan apabila pernikahannya itu membahayakan atau merugikan Maka hukumnya SUNAT. * Dalam masalah taLak , Tidak Wajib mentaati kedua orang tua . * Siapa saja yang ingin menceraikan istrinya ,diharamkan baginya menjatuhkan talak lebih dari satu  . *Ketika jatuh talak , Sang istri harus dalam keadaan suci dan belum digauli . lalu menceraikannya dengan talak satu , Dan membiarkannya tanpa menambah talaknya lagi sampai selesai mada iddahnya , *Bagi perempuan yang  diceraikan suaminya dengan talak RAJ'I , tidak boleh keluar dari rumahnya , suaminya mengeluarkannya sebelum sempurna masa iddahnya , * Talaakdinyatakan sah bila diucapkan , adapun kalau hanya sekedar niat saja ,Maka BELUM JATUH .

Teti Mulyati

/sweetoo

M'perbaiki diri untk Lbih baik...bwt K'pentingan diri sndiri & bwt orang2 yg q syang... Karna... S'mkin hari umur q jg S'mkin brkurang... Jdi brusaha jdi Lbih baik sblum Ajal q dtang ... Insya Allah !!' # Qu
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?