Pentingnya Berpikir Cermat dan Objektif

21 September 2010 12:55:00 Diperbarui: 26 Juni 2015 13:05:06 Dibaca : Komentar : Nilai : Durasi Baca :

Manusia adalah makhluk sosial. Kalimat tersebut tentu saja sudah sering kita dengar, bahkan kita pelajari di sekolah, di kampus atau dilembaga pendidikan lainnya. Makhluk sosial adalah makhluk yang jumlahnya jamak atau lebih dari satu yang saling berkaitan dan saling membutuhkan. Sehingga, segala aktivitas atau sesuatu yang ingin dicapai dalam kehidupan ini tidak bisa dilakukan sendirian saja, pasti ada keterlibatan orang lain disetiap pencapaian-pencapaian itu.

Selain dari jumlah makhluk (manusia) tersebut yang lebih dari satu, karakter atau watak seseorang juga lebih dari satu, bahkan lebih dari dua. Watak seseorang tidak hanya Protagonis dan Antagonis (Baik dan Jahat), tapi bisa saja seseorang memiliki watak yang terkadang baik dan terkadang jahat, di depan baik dan di belakang jahat, atau di luar jahat dan di dalam baik, atau sebaliknya.

Pada suatu keadaan yang seharusnya hanya melibatkan 2 atau tiga orang pun mampu berakibat terhadap 4, 5, 9, atau sekelompok orang. Misal, terjadinya kerusuhan antara 2 daerah yang berbeda dengan disebabkan oleh pertikaian antara 2 orang dari daerah yang berbeda pula. Akibatnya, pertikaian antara 2 daerah tentu saja lebih merugikan dan lebih kacau dari pada pertikaian 2 orang. Bila pertikaian antara 2 orang bisa menjatuhkan korban maksimal 2 orang (sama-sama mati atau celaka), nah apabila pertikaian itu sudah merambah terhadap 2 daerah, tentu saja korban yang jatuh pun akan lebih dari 2.

Pada saat kita diharuskan mengambil suatu keputusan atau suatu tindakan, jangan pernah berpikir bahwa keputusan atau tindakan tersebut hanya akan berdampak pada saya, kamu, mereka atau golongan kami saja, melainkan keputusan atau tindakan yang kita ambil tersebut (walaupun kecil dan sepele) akan berdampak kepada kita semua, baik secara langsung maupun tidak langsung. Perlu diperhatikan pula, pada saat penimbangan pengambilan keputusan, jangan hanya memikirkan orang-orang disekitar kita yang sudah pasti terlibat, tapi juga orang-orang yang awalnya tidak terlibat namun berpotensi untuk ikut terlibat.

Maka dari itu, kita haruslah berpikir cermat sebelum bertindak, memikirkan segala sesuatunya dengan sangat matang sebelum mengambil sebuah keputusan. Lalu setelah keputusan itu diambil, segeralah mengadakan pengorganisasian/pengaturan, pengarahan dan pengawasan terhadap yang terkait dan yang berkemungkinan besar memiliki keterkaitan. Yang demikian itu akan membantu kita untuk meminimalisir terjadinya kekeliruan atau kesalahan yang semula tidak terpikirkan oleh kita pada saat proses pengambilan keputusan tersebut.

Akan tetapi, apabila kesalahan atau dampak negatif yang tidak terduga sebelumnya muncul, kita dituntut untuk segera menyelesaikannya. Dituntut untuk segera mengembalikan keadaan ke area yang sebagaimana mestinya. Namun, terkadang dalam hal mengatasi masalah, ada dari kita yang cenderung panik, lalu mengambil kesimpulan dari hal-hal yang sifatnya subjektif. Mengambil kesimpulan yang sebenarnya tidak perlu. Sehingga menyebabkan masalah itu semakin runyam dan beredar tidak terarah. Lalu apa yang semestinya kita lakukan? Dalam mengatasi suatu problem yang sejatinya dapat terselesaikan dengan baik (karena tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan), kita harus memandang sebab-sebab datangnya masalah itu dari berbagai sudut. Yakni dengan mengadakan investigasi dan observasi guna mengetahui datangnya masalah itu dari posisi riil, jelas dan terbukti. Setelah mengetahui proses datangnya kesalahan tersebut, tinggal mencari solusi yang tepat guna memecahkan problem itu dengan sebaik mungkin.

Jadi, kita sebagai pemimpin (setidaknya pemimpin untuk diri kita sendiri) harus mampu berpikir secara cermat dan objektif sebelum mengambil suatu tindakan. Baik sebelum maupun sesudah pengambilan keputusan dan memecahkan suatu masalah.

Susanna Bahri

/susannabahri

Public Relations - Aktivis - Muda, Berkarya, Berjaya | @susanbahri
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH PLATFORM BLOG, SETIAP ARTIKEL MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

NILAI :

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana

Featured Article