Supartono JW
Supartono JW Penulis

Untuk apa sembuhkan luka, bila hanya tuk cipta luka baru? (Supartono JW.15092016) supartonojw@yahoo.co.id @supartono_jw

Selanjutnya

Tutup

Bola Artikel Utama

Mengalahkan Thailand Lebih Bergengsi dari Sekadar Juara 3

14 Juli 2018   12:01 Diperbarui: 14 Juli 2018   18:32 1705 1 1
Mengalahkan Thailand Lebih Bergengsi dari Sekadar Juara 3
Sumber ilustrasi: bolasport.com

Menjadi tuan rumah dan didukung langsung oleh ribuan suporter di stadion, nyatanya tidak dapat membangkitkan penggawa muda Garuda memiliki mental juara.

Hasilnya, untuk ke sekian kali, Indonesia tersungkur di tangan Malaysia.

Saat Indonesia meladeni Malayasia, bila membandingkan posisi penjaga gawang saja. Sejak menit awal, penjaga gawang Malaysia sangat percaya diri di bawah mistar. Hingga akhirnya dapat menjadi pahlawan kemenangan setelah berhasil memblok dua tendangan anak Garuda.

Tengok betapa mindernya penjaga gawang kita. Gol penyeimbang Malaysia pun hanya dilihatnya saja.

Setali tiga uang, demikian juga dengan pemain Garuda lainnya yang bahkan hingga adu pinalti pun tak percaya diri memenangkan tim. Praktis hanya Sang Kapten yang dapat dijadikan contoh bagi penggawa lain. Berjuang hingga titik darah penghabisan, terus meladeni permainan cepat lawan, tak pernah kehilangan menit bermain dan terus dapat diandalkan.

Memang meski dukungan suporter tidak dapat membantu menaikkan mental pemain, Indra Syafri pun cukup berperan membuat kinerja Tim U-19 tidak pernah konsisten dalam bermain. Karena komposisi pemain yang diturunkan berbeda di setiap gym.

Terlebih, kekuatan Timnas U-19 di sektor tengah menjadi berkurang tatkala Indra menempatkan Egy menjadi second strikerĀ yang membuat serangan sangat Egy sentris dan sangat mudah dibaca Malaysia yang memiliki penjaga gawang super percaya diri.

Beberapa saat lagi, pasukan Garuda akan kembali meladeni Thailand. Apakah segala hal yang menjadi kekurangan Timnas U-19 akan diulang lagi oleh Indra dan pasukannya.

Jangan-jangan dengan alasan rotasi, sejatinya Indra masih ragu dengan tim utama yang dimilikinya sehingga bersembunyi di balik kata-kata ingin mencetak pemain, bukan ingin merebut gelar juara.

Sementara para pemain pun menjadi korban, karena menjadi kurang solid disetiap pertandingan yang akhirnya memaksakan diri di menit akhir mencari kemenangan.

Ayo semua penggawa U-19, percaya diri dan cerdas. Ayo Indra, tunjukkan Anda dapat memasang pemain terbaik dalam meladeni Thailand. Jangan sampai suporter berteriak, karena mereka lebih tahu mana pemain terbaik yang seharusnya masuk skuat sejak menit awal.

Meskipun sekadar meraih juara 3, tapi lebih penting lagi tidak kalah kedua kali di event ini oleh Thailand.

Ayo para pemain, cerdas intelegensi dan personaliti lah sehingga kita semua dapat melihat kalian bermain dengan penuh percaya diri. Tidak membuat rugi.

Piala Asia sebentar lagi. Mungkin pelatih dan pemain di U-19 ini yang akan tetap berpartisipasi mewakili negeri atau sebagian diganti. Libas Thailand!