Ke Mana Arah Masa Agus - Silvy dan Demokrat

17 Maret 2017 11:31:29 Diperbarui: 17 Maret 2017 11:48:06 Dibaca : 57 Komentar : 0 Nilai : 0 Durasi Baca :

Sejak awal saya menduga, Agus - Silvy dan Demokrat akan memilih jalan tengah dalam putaran kedua Pilkada DKI. Sikap ini pula yang dilakukan SBY dan Demokrat pada Pilpres lalu. Sebuah pilihan yang kurang gentle dalam hemat saya. Pilihan politik ini tentu melalui pertimbangan matang, dan dapat menekan gejolak kasus yang menyeret Demokrat.

Sebut saja misalnya, kasus e KTP yang kembali mencuat akhir - akhir ini. Kasus ini bermula diera kepemimpinan SBY. Lalu kemana arah dukungan kader dan simpatisan Agus - Silvy dan Demokrat diputarkan kedua ?.

Ini tentu menarik untuk dikaji, mengingat Suara Agus - Silvy cukup signifikan, dan dapat menjadi penentu kemenangan Anis - Sandi dan Ahok - Djarot. Secara sosiologis emotional pemilih Agus - Silvy lebih dekat ke Anis - Sandi. Politik aliran menjadi pemicu pemilih Agus - Silvy lebih nyaman merapat ke Anis - Sandi.

Apakah kubu Ahok - Djarot tidak ikut terlarut dalam politik aliran ?. Hemat saya, Ahok - Djarot juga ikut bermain. Cuma pendekatannya yang berbeda. Kalo Anis - Sandi lebih terbuka, dan Ahok Djarot agak tertutup. Pertanyaannya kemudian adalah, apakah politik aliran bertentangan dengan sistem demokrasi kita ?.

Ini tentu butuh diskusi yang panjang, karena ada yang pro dan juga ada yang kontra

KOMPASIANA ADALAH PLATFORM BLOG, SETIAP ARTIKEL MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

NILAI :

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana