HIGHLIGHT

Wahana Baru Ancol Harmoni Alam Ocean Ecopark dan Fantastique Magic Fountain Show

28 Agustus 2011 22:19:52 Dibaca :

Menjadi satu apresiasi tersendiri bagi saya, pusat rekreasi Taman Impian Jaya Ancol yang selama ini selalu terdepan mengusung ajakan gaya hidup ramah lingkungan. Salah satu yang paling berkesan adalah keberaniaan Ancol memimpin paling depan menolak penggunaan bahan beracun STYROFOAM sebagai wadah makanan dan minuman.
Selain karena STYROFOAM sebagai pencetus penyakit kanker bila makanan minuman yang terpapar zat beracun Benzana yang terkandung dalam butiran Styrene STYROFOAM dikonsumsi dalam jangka waktu panjang, juga merupakan pencemar limbah padat nomor 2 di perairan setelah sampah plastik.
Penetapan "Kawasan Bebas STYROFOAM" yang bisa mendidik masyarakat ini baru diikuti oleh Kebun Binatang Ragunan yang juga melarang para pedagang makanan berjualan kemasan mie instan bersyrofoam dan wadah pembungkus makanan yang sering dipakai karena alasan praktis, kelihatan bersih dan murah.

Pendidikan ramah lingkungan lainnya dari PT. Pembangunan Jaya Ancol Tbk adalah bersama Yayasan KEHATI dan Dinas Pendidikan DKI menginisiasi program gerakan anak remaja Teens Go Green yang terkenal dengan jargon "STYROFOAM? no, thanks! , ACT NOW...!"

Tanggal 25 Agustus 2011 kemarin para Kompasianer termasuk saya berkesempatan diundang oleh PT. Pembangunan Jaya Ancol Tbk. untuk kopdar dan mencoba wahana baru Fantastic Magic Fountain Show yang terletak dalam komplek Ocean Ecopark yang sama-sama mengusung kearifan lokal dan pendidikan serta mengajak gaya hidup ramah lingkungan.

Ecopark sendiri merupakan kawasan taman yang dirancang sedemikian rupa agar menyerupai alam liar kehidupan hutan pesisir seperti danau, rawa dan mangrove lengkap dengan berbagai kehidupan satwa.
Walaupun taman ini belum tumbuh sempurna, namun keasrian serta hijau pepohonan sudah mulai kelihatan. Berbagai pepohonan hutan dapat ditemui disini beserta deskripsi penjelasannya seperti pohon trambesi, mahoni, akasia daun lebar, eucalyptus, jenis tumbuhan mangrove dan beberapa jenis pohon langka. Disini juga dilengkapi kehidupan aneka satwa baik yang sengaja dipelihara seperti burung pelikan, burung kasuari, rusa maupun burung-burung liar yang memanfatkan taman ini sebagai tempat persinggahan yang nyaman. Berbagai burung liar yang tertangkap mata oleh saya diantaranya burung pentet, kutilang, tekukur, perkutut, dan beberapa jenis burung rawa seperti raja udang, cangak abu, burung ayam-ayam.
Ecopark ini juga dilengkapi sarana jogging dan track sepeda lengkap dengan penyewaan sepeda.
Saya melihat potensi Ecopark kedepan untuk pengamatan burung juga bagi para penggemar fotografi karena pemandangan nuansa alamnya cukup bagus.

Sedangkan Fantatique Magic Fountain Show merupakan wahana baru melengkapi keberadaan Ocean Ecopark. Pertunjukan perdana ini sekaligus pertanda dibukanya wahana ini menyambut libur lebaran.
Pertunjukan drama musikal dengan ragam etnik Indonesia ditampilkan dengan pelengkap teknologi laser dan proyeksi 3D dengan media bangunan benteng, kabut air dan air mancur.
Kisah yang ditampilkan kali ini adalah cerita rakyat Timun Mas dan Buto Ijo karya N.Riantiarno Ratna Riantiarno, Djaduk Ferianto. Legenda tanah air yang diangkat untuk menggali kembali kearifan lokal serta pesan-pesan moral untuk menjaga alam dan kekayaan budaya Indonesia.
Pertunjukan ini dikolaborasi dengan hebohnya makeup dan pernak-pernik kostum Jember Fashion Carnaval (JFC) oleh Dynand Fariz yang sudah menjadi icon tahunan Kota Jember dan tercatat menjadi kategori peringkat 7 Karnaval Terheboh di Dunia dan menjadi pemenang kompetisi kostum Internasional menyisihkan 40 negara di Taiwan dan Republik Dominika. Kostum terbaru dari JFC yang ditampilkan adalah konstum gaya etnik Toraja, Bali, dan Dayak.
Kapasitas tempat duduk penonton yang dapat menampung 2.000 orang menambah semarak dan tepuk tangan penonton yang terpukau oleh pertunjukan ini.
Pertunjukan Fantastique Magic Fountain menyambut libur lebaran ini setiap hari akan diadakan 2 kali yaitu jam 18.30 dan 20.00. Harga tiket yang ditetapkan per orang adalah 50 ribu pada hari biasa dan 60 ribu untuk akhir pekan dan hari libur.
Harapan saya semoga untuk ke depan harga tiket lebih terjangkau terutama oleh pelajar ekonomi menengah ke bawah dengan diadakan subsidi silang.

Foto dan Tulisan
Sudirman Asun

Sudirman Asun

/sudirman_asun

TERVERIFIKASI (HIJAU)

Setiap orang yang memperjuangkan hak atas lingkungan hidup yang baik dan sehat tidak dapat dituntut secara pidana maupun digugat secara perdata.
(Pasal 66 UU No.32/2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup)
http://sudirmanasun.blogspot.com/

Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?