Yang Pergi

27 April 2013 13:24:27 Diperbarui: 24 Juni 2015 14:31:30 Dibaca : Komentar : Nilai :

Gerimis yang menyisir jendela kamar


tiba-tiba menghujan semakin deras


menghentakan jiwa


***


Langit pun mendung


Yang berduka pun mulai larut


dalam relung kesedihan


***


Seperti mimpi …


baru saja kemarin,  gambarmu


putih bersih di layar kaca,


mengurai tawa, mengunggah rasa


***


Tak ada tanda tanda


Akan ada derai air mata bercerita


satu demi satu  kebaikan yang ditanam,


Yang membangkitkan ribuan langkah kaki kaki lunglai


menghantarkan kepulangan


sebagai prasasti kebaikan


***


Begitulah Tuhan bekerja


Menyembunyikan tujuan


yang sulit diurai nalar


Hanya iman berasakan  hikmah terdalam kematian


bagi mereka yang ditinggal


***


Yang pergi, biarlah pergi


menjadi cermin kehidupan


di masa depan


***


(26 April 2013, Gumilangsari, Bandung)

Asep Sudrasyah

/sudarsyahasep

TERVERIFIKASI

Membaca teks dan konteks
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.
LABEL puisi fiksi
Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana

Featured Article