Suci Wulandari
www.kompasiana.com/suciwdd

menuju pelajar yang kritis :)
Kompasianer sejak:
25 March 2012
Tulisan : 11 artikel
Komentar : 37 tanggapan
Rubrikasi
Arsip Tulisan s
Terbaru

Catatan Harian

Jurang Kematian

Aku berada diantara jurang yang memisahkanku dengan impian dan kenangan. Apa yang harus kulakukan? Aku hanya diam tak berbuat apapun. Aku bingung harus memperjuangkan apa? Yang ...

REP | 1 June 2012 19:29

117   2   dibaca Nihil

Puisi

Menunggu, Tapi Tak Berdaya

aku kembali termangu dibawah terik awan biru menunggu dirimu dalam rindu hiruk-pikuk jalan ini seakan menyindir diri yang sering tersakiti oleh apa yang dinanti Penuh sesak alunan angin menunggangi cemas angan harap dirimu kemari tapi apa ...

FIKSI | 17 May 2012 19:54

109   2   dibaca Nihil

Catatan Harian

Apakah Aku Benar-Benar “Salah”?

Siang tadi aku menerima sms dari salah satu temanku yang isinya, dia ngundang pengurus OSIS untuk datang ke rumahnya. Ada acara makan-makan gitulah. Ya, karena ...

OPINI | 16 May 2012 19:48

114   2   dibaca Nihil

Puisi

Maksud Hati

maksud hati hendak menunduk tapi dipijak maksud hati hendak tersenyum tapi teracuhkan maksud hati hendak berteman tapi dibenci maksud hati hendak merangkul tapi kalah tangkas maksud hati hendak bicara tapi tak didengar maksud hati hendak ...

FIKSI | 14 May 2012 20:09

169   6   dibaca Nihil

Catatan Harian

Ketika Avtur Digunakan Layaknya Minyak Tanah

Ada sebuah pernyataan yang menarik yang aku kutip dari teman-temanku ketika diskusi kimia. Aku rasa semua berawal dari pertanyaan yang aku ajukan, yaitu “Kenapa terjadi ...

REP | 14 May 2012 19:05

377   2   dibaca Nihil

Puisi

Kamu

kamu yang dulu berseri kini tak berkilau pucat pasi tak berdarah kamu yang dulu lincah kini tak bergerak kaku, ditempatmu menyerahkan takdir pada yang Kuasa kamu yang dulu tersenyum kini tak berair muka datar hampa tak bermakna kamu yang dulu kesana-sini mengantar kami kini dibawa ...

FIKSI | 13 May 2012 12:32

70   2   dibaca Nihil

Puisi

Kerinduan

rindu perlahan menghampiri menusuk pori-pori masuk ke dalam raga ini mencabik-cabik hati mengitari kusutnya pikiran memadukan perseteruan diri dalam satu makna, rindu rindu tak kala dia bergeming menemani lanjutnya hariku mengiringi detik hidupku membayangkan hangatnya dirimu bila kau ...

FIKSI | 19 April 2012 10:15

85   0   dibaca Nihil

Puisi

Harapan Hampa

sunyi, tak bergeming hiruk pikuk menusuk kulit menggetarkan bulu roma memaksa masuk ke celah-celah hati yang kosong tanpa makna harap dapat harap terjadi hanya harap tak lebih dari harap bagai angin, ya angin yang tak ...

FIKSI | 19 April 2012 09:10

67   2   dibaca Nihil

Catatan Harian

Bukit Sampah

2 jam yang lalu, aku diajak papa pergi ke kantornya. Di TPA (tempat pembuangan akhir) paal X. Waktu di perjalanan, udah ga enak banget. Kenapa? ...

OPINI | 16 April 2012 11:02

85   8   dibaca 1 menarik

Puisi

Sesalku

aku berhenti menatapmu sekedar menundukkan wajahku menghela nafasku menghapus air mataku sesak, tak dapat ku berpaling tak dapat ku beralih tak sanggup ku berkata aku , menyayangimu berakhir, ya berakhir aku tak ingin kata itu aku ...

FIKSI | 14 April 2012 14:48

104   4   dibaca 1 menarik

Subscribe and Follow Kompasiana: