Ketika Istri Terpaksa Menggugat Cerai

06 April 2012 01:07:22 Dibaca :

Mila menatap halaman rumahnya, beraneka ragam
jenis tanaman bunga ada di sana,  mulai dari bunga melati, kembang sepatu, serta beberapa jenis anggrek, tumbuh subur berkat cinta serta tangan dinginnya terhadap tanaman. Begitu indah tanaman yang dilihatnya tapi tidak bisa menutupi hatinya yang GALAU.
Sebentar lagi ia akan meninggalkan ini semua. rumahnya yang asri, kebun bunganya serta dapurnya yang bagus dan bersih,
Iya, Mila akan menggugat cerai Ilham, suami yang sangat di cintainya. Dia terpaksa melakukan ini.

Mila tidak tahan lagi ............

Mila adalah seorang ibu rumah tangga yang setia. kesetiaan baginya adalah kepada apa yang telah mendampinginya dengan rutin, tetapi Ilham tidak pernah menghargainya.

Dua puluh lima tahun pernikahannya dengan ilham tidak pernah membuat Mila bahagia. Ilham yang tempramen, selalu melukai hatinya dengan kata-kata kasar, bahkan kadangkala tak segan -segan Ilham memukul Mila.

Sering  Mila merenung, apa salahnya, kenapa setelah menikah Ilham jadi berubah, sewaktu pacaran dulu, Ilham tidak pernah seperti ini.
Apa yang telah mempengaruhinya....

Pernah suatu kali Mila Memberitahukan masalahnya kepada mertuanya, tetapi mereka hanya menyuruh Mila bersabar, karena sifat Ilham seperti itu mungkin akibat terlalu di manja semasa kecilnya. Ilham adalah anak bungsu dari tiga bersaudara.

Yang paling menyakitkan adalah kata-kata yang selalu di ulang-ulang Ilham apabila sedang marah..."kamu itu taunya apa, kuliah juga enggak selesai".
Padahal itu semua Ilham yang memintanya, untuk tidak menyelesaikan kuliahnya dan fokus menjadi ibu rumah tangga saja.

Untuk keperluan rumah tangga dan segala kebutuhannya, Mila memang tidak pernah kekurangan , tetapi sifat Ilhamlah yang membuat Mila ingin bercerai dan tidak bisa lagi mempertahankan rumah tangganya. Padahal Mila sangat mencintai Ilham.
Andaikan Ilham mau berubah........

Sebenarnya sudah sejak lama Mila ingin menggugat cerai suaminya tapi dia tidak mempunyai keberanian, lagi pula ia tidak tega melihat Maura anak tunggalnya mempunya orang tua yang bercerai dan sedikit banyak akan memberi efek yang buruk kepada Maura.

Tapi sekarang Maura telah menikah dan tinggal bersama suami yang sangat menyayanginya. Maura justru yang mensupport nya untuk bercerai dan mengajak ibunya tinggal besamanya, apabila orang tuanya nanti berpisah.

" Maura nggak tega lihat mama di sakiti terus sama papa."...begitu kata Maura.

Senin pagi di temani anaknya Maura, Mila mendaftarkan  gugatannya ke Pengadilan Agama jakarta Selatan.

Mila sengaja tidak memakai jasa pengacara, karena Maura anaknya adalah sarjana Hukum jadi sedikit banyak mengerti bagaimana cara membuat dan mendaftar gugatan.

Ilham tidak menyadari sedikitpun kalau dia akan digugat cerai oleh Mila isterinya. Dalam pandangannya,
Mila adalah sosok perempuan lemah yang tidak berani bertindak apapun, karena semua kebutuhannya tergantung pada Ilham semata.

Dua minggu setelah pendaftaran gugatan cerai ke Pengadilan agama, surat panggilan untuk sidang pertama sampai kepada Ilham dan Mila.

Mila hanya tersenyum dingin membaca surat panggilan tersebut....dia bingung dengan perasaannya apakah harus sedih ataukah senang.

Berbeda dengan MIla, Ilham membuka surat tersebut dengan gemetar,

tidak menyangka akan mendapat surat dari pengadilan.
Setelah membaca isi dari surat tersebut, seluruh tubuhnya bergetar, Ilham langsung berteriak memanggil Mila, teriakan yang selalu didengar Mila apabila dia sedang marah.
" Milaaaaaaaaaa".............

Mila mendekat, tiba- tiba Ilham mengangkat tangannya hendak menampar Mila, sebelum tangan kasar Ilham menyentuh wajah istrinya, Ilham jatuh tersungkur, stroke menyerangnya.
Mila histeris dan langsung melarikan suaminya ke rumah sakit terdekat. karena cepat di tolong, beruntung Ilham hanya kena stroke ringan tapi tetap  harus menjalani therapi.

Dalam menjalani therapinya, Ilham yang selalu di dampingi oleh Mila, meminta maaf dan mohon ampun kepada istri yang selalu setia menemaninya. Hampir setiap hari dia meminta maaf dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya lagi.
Ilham juga memohon kepada Mila, agar mencabut gugatannya...." Papa tidak akan bisa hidup tanpa Mama, tolong maafkan Papa Ma"
Ilham menangis....tangisnya yang deras membuat luluh hati Mila.

Mila tidak tega meninggalkan Suaminya seperti ini......

Mudah-mudahan kali ini Ilham benar-benar bertaubat dan tidak akan mengulangi perbuatannya lagi .

Ada rasa menyesal dalam hatinya mengapa harus menggugat cerai suaminya, hingga menyebabkan
Ilham seperti ini.

Tapi ini mungkin  jalan yang harus ia lalui agar keluarganya kembali utuh dan tidak ada perpisahan.

Yang terpenting adalah Ilham telah MEMINTA MAAF dan tidak akan menyakiti fisik maupun fsikisnya lagi.

Hari itu Mila telah melihat cahaya terang dalam pernikahannya  yang selama ini sangat gelap, sehingga hati siapapun tidak akan dapat melihatnya.
Tangisan Ilham dan permintaan maafnya telah meluluhkan hatinya.
Besok pagi  ia akan bersiap-siap ke Pengadilan Agama untuk mencabut gugatan cerai terhadap Ilham suami yang sangat di cintainya.

Mila berdoa,  semoga perkawinan mereka akan kekal abadi sampai maut  memisahkan.

Sri Kuala

/srikuala

TERVERIFIKASI (HIJAU)

Belajar menulis
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?