Sigit Pamungkas
www.kompasiana.com/sigitpam

suka membaca
Kompasianer sejak:
7 April 2012
Tulisan : 43 artikel
Komentar : 28 tanggapan
Rubrikasi
Arsip Tulisan s
Terbaru

Puisi

Kidung Purba

03/12/2014 Di beranda itu sering terdengar lagu sedih Saat hari belum beranjak petang Saat hujan masih setia bertandang “itu bukan lagu sedih, seseorang menggumamkan kidung Desember,” katamu Dan kita melihat Hari ...

FIKSI | 4 December 2014 17:50

10   1   dibaca 0

Puisi

Perahu-perahu

30/11/2014 Perahu-perahu telah pergi Meninggalkan pantai Saat senja begitu dingin Hujan telah jatuh seharian di dermaga ini, menyisakan basah yang kedap juga angin yang menggigilkan segala perasaan sunyi yang ...

FIKSI | 1 December 2014 11:00

7   0   dibaca 0

Puisi

Suwung

Hanya ada senja yang suwung Hujan yang seharian turun telah meluruhkan segala hangat Cahaya-cahaya senja yang biasanya hadir di bangku taman kini terlambat (atau bahkan) – tidak ...

FIKSI | 1 December 2014 10:51

4   0   dibaca 0

Puisi

Mozaik Kenangan

masihkah kau, kekasih, setia merawat gulma rindu yang mengakar dan menjalari segenap ruang sunyi? kita merindukan nyanyian hujan, dan hal-hal yang riuh dalam ingatan namun angin musim ...

FIKSI | 24 September 2014 20:33

11   0   dibaca 0

Puisi

Hujan di Jendela

Kabut masih menebal di luar sana Juga rinai hujan yang tak berjeda, memeluk hijau pepohonan: begitu kedap Ricik airnya melanggamkan nyanyian-nyanyian purba Ini Juli, kekasihku, dan hujan sudah ...

FIKSI | 13 July 2014 10:37

14   0   dibaca 0

Puisi

Hujan yang Terlupakan

Di hari kemarin itu kita telah menjelma menjadi hujan Yang singgah di jalan-jalan juga getas reranting perdu di sudut taman Kita saling menggenggam, melerai gigil yang merajam ...

FIKSI | 2 July 2014 23:02

22   0   dibaca 1

Puisi

Tak Ada Percakapan di Kedai Itu

Tak ada percakapan di kedai itu Hanya ada angin sore yang singgah sesaat di jendela yang rapuh Setiap orang sibuk dengan sunyi masing-masing: juga gelas-gelas kopi Sesekali terdengar ...

FIKSI | 10 June 2014 19:17

17   0   dibaca 0

Puisi

Jalan-jalan Sunyi

Telah kita lalui jalan-jalan sunyi yang tercipta dengan ribuan air mata. Maka terbentuklah sungai dengan arus yang landai dan batu-batu kali seumpama luka yang nganga. Hingga tiba ...

FIKSI | 10 June 2014 19:07

17   0   dibaca 0

Puisi

Punggung yang Menghilang

Hujan masih menetes di semesta senja yang semakin renta Kabut bersama lembab yang melindap di dahandahan kastuba membisikkan sunyi Pada percakapan-percakapan yang kita eja bersama nyeri perpisahan… Ada ...

FIKSI | 2 February 2014 23:57

28   2   dibaca 0

Puisi

Jejak Senja

Senja seakan tak terbaca Hilang jejak, saat semesta tak lagi menorehkan warna merah saga Dari tempat yang jauh angin mendesaukan rapuh; menyeluruh Daun-daun kuning tua perlahan tanggal dari ...

FIKSI | 30 December 2013 17:47

39   0   dibaca 0
1 2 3 ... 5 Next »

Subscribe and Follow Kompasiana: