PILIHAN HEADLINE

Inilah 5 Hal yang Harus Dihindari Saat Wawancara Kerja

21 April 2017 11:50:12 Diperbarui: 21 April 2017 17:06:12 Dibaca : Komentar : Nilai : Durasi Baca :
Inilah 5 Hal yang Harus Dihindari Saat Wawancara Kerja
Sumber gambar|huffingtonpost.com

Bagi para pelamar kerja yang masih berusaha mendapatkan perusahaan penerima, saya ingin membagikan sedikit tips saat kamu akan melakukan sesi wawancara di Perusahaan penerimamu nanti. Beberapa tips dari pengalaman pribadi serta pengamatan dari teman-teman pekerja yang berada di posisi HRD. 

Biasanya tips yang dibagikan adalah cara-cara supaya dapat diterima bekerja setelah wawancara dilakukan, namun kali ini berbeda. Tips yang saya akan berikan adalah hal-hal yang harus kamu hindari saat akan mengikuti sesi wawancara. 

Tak jarang para pelamar kerja harus bersaing dengan puluhan bahkan ratusan orang untuk mendapatkan panggilan kerja. Jangan sampai juga momen mendebarkan tersebut harus berlalu dengan sia-sia, karena kesalahan yang tidak seharusnya kamu lakukan. 

Bagi sebagian orang, kesan yang ditampilkan saat mengikuti sesi wawancara adalah modal utama untuk menentukan diterima atau tidak kamu sebagai kandidat calon karyawan baru. Saya menganggap hal ini benar, namun perlu ada pembuktianya juga.

Perusahan yang sudah mapan dalam arti sudah lama berdiri yang mempunyai departemen seperti HRD, akan melakukan seleksi ketat untuk menentukan para kandidat calon karyawan baru. Berbeda halnya dengan Perusahaan yang baru mulai berdiri. Contoh perusahaan Jepang, bukan mengenyampingkan penampilan namun skill-lah yang lebih diutamakan.

Tak perlu juga berlebihan dalam memakai pakaian saat wawancara, rapi serta menjaga sopan santun saat sesi wawancara sudah cukup. Kecakapan saat menjawab saat menghadapi para pewawancara sangat dibutuhkan, yang pasti jangan sampai grogi. Pelajari terlebih dahulu profile perusahan yang akan mewawancarai kamu, jangan sampai ketika ditanya asal usul perusahaan kamu tidak bisa menjawabnya.

Tips dibawah ini hanya sebagai masukan agar sesi wawancara kamu berjalan dengan lancar. Untuk itu hindarilah hal-hal yang ada di bawah ini dan bukan malah melakukanya.

1. Datang Terlambat

Datang terlambat saat sesi wewancara adalah hal yang fatal, terlalu cepat juga kurang baik katanya. Jadi kalau sudah tau tempat wawancara, datang saja 30 menit lebih awal. Terlalu cepat anda datang kadang malah merepotkan orang Perusahaan.

Pihak Perusahaan (HRD) tidak mau tahu masalah keterlambatan kamu, untuk itu akali hal itu dengan cara berangkat lebih awal dan survey tempat wewancara. Namun akan berbeda cerita kalau Perusahaan yang membutuhkan kamu, tapi bukan berarti  boleh santai kemudian datang terlambat. 

2. Menjelekkan Perusahaan Lama

Siapa sih yang berniat menjelek-jelekan Perusahaan yang sudah memberi kita sumber rezeki, namun terkadang pihak HRD yang memancing kita. "Apa kekurangan Perusahaan kamu sehingga memutuskan untuk resign?" Hello..!! Ini adalah pertanyaan yang kadang menjebak, kadang tanpa bisa kontrol akhirnya seperti orang curhat kita ngomongin kejelakan Perusahaan lama dengan nada berapi-api.

Jadi, sebagai pihak yang di wawancarai kita harus bisa mengontrol diri. Jangan sampai terjebak dan malah membuka kekurangan kita diperusahaan yang lama. Ini akan menjadi nilai kurang jika sampai pihak HRD menyimpulkan bahwa kitalah yang bermasalah, sehingga memutuskan resign atau tidak diperpanjang kontrak ditempat kerja lama.

3. Telepon Berdering Saat Wawancara

Kejadian seperti ini mungkin pernah kamu alami atau tidak sama sekali. Namanya lupa ya mau gimana lagi, kalau kamu lupa mematikan handphone, sebaiknya biarkan saja sampai sesi wawancara selesai. Kalau teringat dan langsung mematikanya, khawatir pihak pewawancara menganggap kamu menyepelekan mereka padahal tidak sama sekali.

Agar tidak sampai terjadi, matikan saja setelah sampai tempat berlangsungnya wawancara. Jangan coba-coba hanya mengecilkan volume, getaran handphone akan terdengar jelas saat ada telpon masuk. Silent atau handphone kamu matikan, keputusan ada di tangan kamu.

4. Tidak Kontak Mata Saat Wawancara

Kalau soal yang satu ini peserta wawancara sering mengabaikanya, padahal kontak mata dengan pewawancara sangat penting. Menatap mata lawan bicara mengambarkan keseriusan seseorang. Bagi orang Jepang, manatap mata lawan berbicara saat sesi wawancara menandakan orang itu serius dengan pekerjaan yang ditawarkan. Jangan kamu berbicara namun pandangan jalan-jalan di awang, selain tidak sopan juga dianggap meremehkan.

5. CV Tidak Sesuai Kenyataan 

Masalah yang ini tak kalah penting juga. Sinkron antara Curriculum Vitae  dengan kenyataan. Banyak para pelamar kerja mencantumkan kelebihan yang tidak dimilikinya. Salah, tentu tidak jika kita dapat mempertanggungjawabkan isi dari CV yang kita miliki. Jangan sampai kamu malu karena isi CV yang aduhai tapi ternyata tidak sebagaimana aslinya.

Tips terakhir ini hanya tambahan saja dan sifatnya mengingatkan. Untuk kamu yang suka goyang-goyang kaki saat duduk, pegang-pegang rambut biar kelihatan cool, ngupil sembarangan, tolong saat wawancara ditinggal dulu kebiasaan tersebut. Pihak pewawancara suka Ilfil jika kandidat melakukan kegiatan-kegatan aneh itu.

Kemudian soal penampilan. Bagi kamu yang cowok, jangan lupa rambut harus rapi, pake minyak rambut pemode biar lebih rapi dan nambah kegantengan kamu. Kaya tips dari Mas Kaesang itu loh hehehe.... Terus badan harus wangi, jika sampai di tempat wawancara baju kamu basah karena keringat, lebih baik ganti dari pada orang seruangan pada mabok gegara bau burket kamu. 

Saya ingatkan kembali, rapi itu tak mesti mahal, minimal di setrikalah baju yang digunakan. Pakai juga parfum agar lebih percaya diri saat mengikuti sesi wawancara, seperti yang di utarakan salah satu Kompasianer kita yang cantik itu hehehe...

Terakhir, berdoalah agar sesi wawancara berjalan dengan lancar. Jika sudah berusaha sebaik mungkin dan kabar baik belum juga kamu terima, itu artinya kamu harus lebih bersabar dan ditambah sedikit lagi usahanya.

 

Bekasi, 20170421

Sigit

/sigit_aze

TERVERIFIKASI

Dibalik kesuksesan seorang anak ada doa ibu yang selalu menyertainya, kasih sayangnya takan pernah luntur, dan takan tergantikan.
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH PLATFORM BLOG, SETIAP ARTIKEL MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

NILAI :

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana