PILIHAN

Analisis Visual pada Film Spirited Away

19 Mei 2017 13:45:41 Diperbarui: 19 Mei 2017 15:54:18 Dibaca : Komentar : Nilai : Durasi Baca :

Spirited Away: Anime Jepang yang Sarat Makna

Jepang adalah negara di kawasan Asia yang terkenal dengan anime. Anime adalah animasi Jepang yang digambar dengan tangan maupun menggunakan teknologi komputer. Kata anime sendiri singkatan dari bahasa Inggris yaitu animation. Anime Jepang seringkali terkenal hingga keluar negeri. Hal ini disebabkan cepatnya penyebaran informasi melalui internet dan kemajuan teknologi. Namun, setiap anime selalu memasukan unsur budaya Jepang di dalamnya. Sehingga walaupun film mereka sudah go international,namun budaya Jepang masih melekat di dalamnya.

Salah satu rumah produksi di Jepang yang terkenal dengan animenya adalah Studio Ghibli. Studio Ghibli memproduksi film anime yang sukses di pasaran. Cerita yang mereka angkat biasanya seputar kehidupan anak di Jepang dan budaya di sana. Pada tahun 2001, Studio Ghibli mengeluarkan film berjudul “Spirited Away” atau 千と千尋の神隠し (Sen to Chihiro no Kamikakushi). Film yang disutradarai Miyazaki Hayao ini berhasil mendapatkan beberapa penghargaan, salah satunya menjadi pemenang pertama Best Animated Featured Filmdi Academy Awardspada tahun 2002. Spirited Away bercerita mengenai seorang anak yang berjuang mengembalikan wujud asli kedua orangtuanya yang disihir menjadi babi.

Film Spirited Away dinilai menjadi salah satu anime yang penuh makna tersembunyi dan mengungkap banyak tragedi yang mewarnai kehidupan anak-anak di Jepang, terutama anak perempuan. Kisah Spirited Away dimulai ketika Chihiro diharuskan untuk pindah rumah mengikuti kedua orangtuanya. Chihiro merasa keberatan dengan keputusan kedua orang tuanya karena ia harus pergi meninggalkan teman-temannya. Pagi itu, Chihiro bersama ayah dan ibunya mengendarai mobil menuju rumah baru mereka. Namun karena ayahnya yang memilih jalan pintas, mereka tersesat di suatu tempat. Mereka berhenti di depan sebuah gerbang berwarna merah yang besar. Ayah dan ibunya penasaran akan apa yang ada di dalamnya. 

Awalnya Chihiro menolak untuk ikut dan melarang kedua orang tuanya untuk masuk ke dalam erbang tersebut. Akhirnya, Chihiro mengikuti kedua orang tuanya untuk masuk ke dalam gerbang itu lebih jauh lagi. Sesampainya di ujung gerbang, mereka disambut dengan hamparan rerumputan dan pemandangan desa yang indah. Karena penasaran, kedua orang tua Chihiro memutuskan untuk berkeliling di desa tersebut. Desa yang mereka datangi kosong dan tidak ada kehidupan, namun mereka tergiur dengan harumnya bau masakan yang disajikan di sebuah kedai. Kedai itu tidak berpenghuni, namun banyak makanan lezat yang tersaji. Kedua orang tua Chihiro memutuskan untuk makan-makanan tersebut. Mereka makan dengan lahapnya tanpa peduli keadaan sekitar. Awalnya, Chihiro sudah memperingatkan kedua orang tuanya untuk berhenti makan dan kembali ke mobil, tetapi orang tua Chihiro tidak menghiraukannya.

Akhirnya Chihiro memilih untuk melihat-lihat desa tersebut. Di sebuah jembatan, Chihiro bertemu dengan Haku, seorang anak laki-laki yang terlihat sebaya dengannya. Haku memperingatkan Chihiro untuk keluar dari desa tersebut sebelum matahari terbenam. Larilah Chihiro menuju kedai tempat orang tuanya makan tadi. Alangkah terkejutnya Chihiro  ketika menemukan kedua orang tuanya telah berubah menjadi sesosok babi yang besar. Chihiro kemudian berlari tanpa tahu arah. Di perjalanannya, Chihiro berpapasan dengan segerombolan makhluk-makhluk aneh yang belum pernah ia jumpai sebelumnya. Lama-kelamaan, Chihiro merasa tubuhnya menghilang dan menjadi kasat mata. 

Saat Chihiro ketakutan dengan keadaan tubuhnya, Haku pun datang. Haku pun berjanji untuk menyelamatkan Chihiro dan kedua orang tuanya serta membantunya keluar dari tempat ini. Haku pun memberikan pil kepada Chihiro dan menyuruhnya meminumnya. Perlahan-lahan tubuh Chihiro kembali menjadi sedia kala. Untuk membantu menyelamatkan Chihiro keluar dari tempat itu, Haku menyuruh Chihiro bekerja pada Kamaji, orang tua yang menjaga ketel uap. Jika tidak, maka Yubaaba, si penyihir tua, akan merubahnya menjadi hewan. Sebelum bekerja di ketel uap, Kamaji meminta Chihiro untuk membuat perjanjian dengan Yubaaba. Begitu persetujuan antara Yubaaba dan Chihiro dibuat, Yubaaba mengubah namanya menjadi Sen dan lama-kelamaan Chihiro tidak mengingat nama aslinya.

Dalam perjalanan mengembalikan wujud orang tuanya kembali ke sedia kala, Chihiro bertemu banyak makhluk aneh yang hidup dalam desa tersebut. Salah satunya adalah No Face atau Kaonashi. Kaonashi adalah makhluk seperti hantu yang tidak memiliki kepala, ia sangat menyukai Chihiro dan mengikuti kemanapun ia pergi. Bahkan ternyata Kaonashi memiliki kemampuan untuk menghasilkan emas. Singkat cerita, akhirnya Chihiro berhasil melakukan misi yang diberikan Yabaaba kepadanya. Orang tuanya pun kembali berubah wujud menjadi manusia dan Chihiro kembali mengingat nama aslinya. Akhirnya Chihiro keluar dari gerbang desa aneh tersbeut dan melanjutkan perjalanan bersama kedua orang tuanya.

Analisis Visual dalam Film Spirited Away

Film Spirited Away merupakan film yang dibuat oleh Hayo Miyazaki. Film karya dari Hayo Miyazaki terkenal banyak menggunakan tema hubungan manusia dengan alam dan teknologi, serta sulitnya menjaa etika perdamaian. Seperti film-film Hayo Miyazaki yang sebelumnya, terdapat pesan-pesan terselubung yang disematkan Miyazaki pada karyanya. 

Tanda atau simbol-simbol tersebut disematkan pada gambar ataupun penokohan pada setiap kharakter film tersebut. Singkatnya, sebuah film yang diproduksi Miyazaki bukan hanya sekedar film yang menghibur pada penontonnya melainkan memiliki makna dibalik film itu sendiri. Ada banyak hal yang dapat dianilisis secara visual dalam film Spirited Away, antara lain:

  • Simbol pada rumah pemandian: Dalam film Spirited Away, diceritakan Chihiro terjebak dalam dunia yang dikuasai penyihir bernama Yabaaba. Yabaaba adalah pemimpin utama desa tersebut sekaligus pemilik pemandian air panas (di Jepang terkenal dengan nama Onsen). Di pemandian tersebut, Yabaaba memperkejakan banyak orang terkhusus perempuan untuk melayani penunjung yang datang. Pada pemandian tersebut, terdapat tulisan “ゆ” (dibaca“yu”). Dalam bahasa Jepang simbol ゆ atau "Yu" merujuk pada 温泉 ( dalam bahasa Jepang berarti onsen atau pemandian air panas) dan 銭湯 (sento: Pemandian umum) atau tempat pemandian Jepang (translate.google.com). Kata “Yu” dalam bahasa Jepang memang berarti air panas, namun dibalik itu semua terdapat makna lain yang terkandung di dalamnya. Menuru Widarahesti (2014), pada periode zaman Edo, “Yu” atau pemandian umum air panas terkenal di antara kaum lelaki. Hal ini dikarenakan banyak perempuan yang bekerja di dalamnya. Rumah-rumah mandi ini terkenal dengan nama “Yuna Baro” sedangkan perempuan yang bekerja di sini diberi nama “Yuna”. Tugas dari seorang Yuna di sini adalah memandikan laki-laki yang datang dan menjual seks. Kata “Yuna” sendiri juga diartikan sebagai “wanita air panas”. Jadi pada dasarnya, Yuna yang berkeja di tempat ini adalah tuna susila atau pelacur.
  • Dalam film Spirited Away, terdapat tokoh bernama Kaonashi atau カオナシ atau “No Face (hantu tanpa wajah)”. Kaonashi menyukai Chihiro, dengan kemampuannya menghasilkan emas, Kaonashi menawarkan sejumlah uang kepada Chihiro. Walaupun Chihiro menolaknya, Kaonashi tetap berusaha menjadi dekat dengan Chihiro. Hingga pada akhirnya, Kaonashi dan Chihiro berteman. Seperti film yang dibuat oleh Miyazaki sebelumnya, ia selalu memberikan unsur metafora dalam setiap karyanya. Tokoh Kaonashi dimunculkan secara sengaja oleh Miyazaki. Kaonashi disimbolkan sebagai laki-laki di Jepang yang suka “membeli” jasa seks dari anak-anak di Jepang. Mengingat di Jepang, industri seks di Jepang berkembang pesat dan anak-anak seringkali dijadikan korban dalam industri tersebut.
  • Dalam film ini dikisahkan orang tua Chihiro berubah menjadi babi. Mereka menjadi babi karena keserakahan mereka dan ketamakannya. Babi sendiri merupakan hewan yang suka melihat pasangannya di setubuhi babi lain, atau justru membantunya. Ini sindiran kepada orang tua Jepang yang menjual anaknya sebagai tuna susila demi mendapatkan keuntungan dari pekerjaan tersebut. Selain itu, babi juga disimbokan sebagai kerakusan yang terjadi saat Jepang reses pada tahun 1980-an.
  • Yubaaba juga memberikan nama lain kepada Chihiro yaitu Sen. Nama ini diberikan agar Chihiro lupa dengan nama aslinya dan tidak bisa kembali ke dunianya yang asli. Di Jepang, “Sen” terdengar seperti julukan yang diberikan untuk penari telanjang. Ini berarti Yubaaba memberikan nama lain kepada Chihiro dengan tujuan menjadikan Chihiro sebagai pekerja seks seperti yang lainnya.

Penutup: Spirited Away dan Kepedulian Akan Industri Seks di Jepang

Jepang dan industri seks merupakan dua hal yang sangat berkaitan. Kita tahu, industri seks di Jepang berkembang begitu pesat. Miyazaki selaku pendiri Studio Ghibli selalu memberikan metafora dan menyiratkan makna dalam setiap karyanya. Spirited Away sekilas kita lihat hanya film anak-anak yang bercerita mengenai kehidupan seorang anak perempuan yang menjelajahi dunia makhluk-makhluk berbentuk lucu. Namun di balik itu semua, Spirited Away memiliki pesan lain. Melalui film Spirited Away, Miyazaki mengajak para penontonnya untuk peduli dengan anak-anak korban pelacuran di Jepang. 

Anak-anak di Jepang, khususnya perempuan, seringkali terjebak dalam situasi di mana ia diharuskan untuk bekerja (dalam film Spirited Away mereka bekerja di pemandian air panas) untuk memuaskan hawa nafsu para laki-laki. Hal ini juga terjadi karena orang tua mereka justru lepas tangan saat anaknya menjadi tuna susila karena mereka juga mendapatkan keuntungan dari pekerjaan tersebut. Spirited Away mengajak kepada kita untuk menyadari bahwa anak-anak yang terkena dampak itu pada usia dini adalah suatu masalah. Film Spirited Away juga menjadi salah satu sindirian untuk industri film porno yang marak terjadi di Jepang.

KOMPASIANA ADALAH PLATFORM BLOG, SETIAP ARTIKEL MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.
LABEL hiburan

NILAI :

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana