Alibi Polisi Cepat Sekali Berubah Sungguh Tidak Masuk Akal!!

04 Juni 2012 06:36:00 Dibaca :

1. Dalam pemberitaan tadi malam kapolrestabes surabaya dalam konpers menjelaskan bahwa tembakan gas airmata di gunakan untuk menyelamatkan anggota brimob yang terjebak di lorong.

Dalam pandangan mata saya, brimob masuk ke lorong selatan untuk mengejar bonek dan suporter di tribun marah sehingga terjadi pelemparan botol aqua. Tapi di sini Anggota brimob sudah bersenjata tameng dan pentungan. Janggal sekali apabila hal tersebut yang di jadikan alasan.

2. Dalam wawancara dngan wartawan tadi pagi kapolrestabes surabaya mengatakan bahwa tindakan represif di gunakan karena bonek turun ke lapangan untuk menyerbu pemain persija

Dalam pandangan mata saya, setelah peluit panjang di bunyikan hanya wasit dan assisten saja yang di beri pengawalan polisi dengan menggunakan tameng. Sedangkan pemain persija masih di tengah lapangan dengan pemain persebaya. Kira2 10 menit kemudian baru pemain persija jalan ke ruang ganti dengan nyaman. Dalam artian tidak ada lemparan botol, penyerbuan bonek dsb. Bahkan tanpa ada pengawalan sedikitpun dari polisi. Dan juga saya melihat diego michel masih bisa tersenyum di sapa pacar saya.

Di sini sebenarnya dapat di lihat bahwa tindakan polisi ini seperti ada yang menginstruksikan. Perlu di ketahui juga bahwa dalam babak 1 tidak ada polisi yang Berjaga di sekeliling stadion. Polisi baru mengitari stadion setelah bonek pembawa bendera besar turun ke lapangan. Itu terjadi di saat persebaya mendapat hadiah penalti.
Ini di luar kebiasaan pengamanan. Biasanya sebelum pertandingan pun polisi sudah berjaga mengitari stadion.
Sungguh sangat biadab tindakan represif yang di lakukan polisi.
Turut berduka cita juga buat alm. Purwo adi utomo. Semoga engkau tenang di sana.

Salam 1 Nyali, WANI!!

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?