51 : 49

06 Juli 2012 13:08:46 Dibaca :
51 : 49
priwitan atau pluit, digambar oleh penulis

Membuat tulisan ke- 42.... Wasit yang betul-betul seimbang 50 : 50, itu secara nyata tidak akan ada. Termasuk penonton sepak bola, tidak akan ada yang tak memihak. Pasti memihak salah satu. Contohnya ketika laga Piala UEFA yang sudah berlalu. Penulis tidak mau memihak, lantaran kesebelasan yang dijagokannya kalah melulu. Tetapi seimbang-seimbangnya tak keberpihakkan penulis kepada sebuah pertandingan, akan ada pergeseran + 1, sehingga menjadi 51. Begitu juga dengan para penonton yang lain, meskipun secara tersirat. Terpatrilah 51 : 49. Contoh lainnya Wasit dan juri pertandingan tinju yang betul-betul 50 : 50 itu tidak ada. Faktor kedekatan atau faktor juara bertahan dan ketenaran bisa menjadi 51. Misalnya pertandingan adu jotos itu berakhir 2-1. Atau bisa 1-1, karena satu juri menyatakan angka sama untuk kedua petinju.Juri yang tak berpihak itu, sebenarnya juga berpihak. Karena jika dia memberikan +1 kepada yang lainnya, maka, akan menjadi 2-1 juga untuk kemenangan salah satu petinju dan membuat kalah petinju lawan. Apalagi jika penilaian yang obyektif membuat kalah yang didukungnya. Penialian subyektif lebih mengemuka, jika dibandingkan penilaian yang obyektif. Tetapi itulah kenyataannya. Di luar arena terjadi kubu-mengubu, karena itulah angka 51 : 49. Pertandingan sudah usai tapi pendukung klub masih saja begitu, hingga tidak selesai. Tetaplah di angka 51 : 49, tapi tidak keluar-luar arena pertandingan. Berakhir berapa ya kemarin antara Indonesia Vs Australia ? Aku berebut remote dengan anak-anakku. Kemarin Indonesia kulihat ketinggalan 1-0 dari Australia di babak pertama. Aku cinta Indonesia (ACI).

Azis Syahrul

/semampunya

TERVERIFIKASI (HIJAU)

Seorang Guru IPA SMP.
Lahir di Karang Tengah, Ciledug, Tangerang. Bahasa yang digunakan
"Betawi Ora" dan Bahasa Indonesia.
Tinggal di Cipondoh, Kota Tangerang.
Mengajar di Kota Tangerang Selatan.

Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?