Beruntunglah Yang Menulis

31 Juli 2012 23:38:15 Dibaca :

Beruntung sekali kita yang bisa dan mau belajar menulis. Kita dilimpahi keberuntungan, bukan karena memiliki harta berlimpah atau apa. Kita beruntung karena memiliki kekayaan di dalam diri kita, yang bisa kita tularkan ke orang lain, yang bisa kita bagi bersama. Beruntung karena kita bisa mengabadikan pemikiran dan perasaan menjadi sebuah karya.



Adanya media seperti kompasiana ini membuat banyak orang menjadi ketagihan menulis. Ketagihan menulis adalah ketagihan yang positif, setidaknya lebih baik dibandingkan ketagihan makan dan ketagihan tidur. Ketagihan menulis bikin perasaan lega dan pikiran tenang.



Semua pikiran yang berkecamuk dalam otak bisa tersalurkan, dengan cara yang sederhana dan bisa dinikmati. Perasaan dongkol, marah, resah dan gelisah juga bisa terlampiaskan dengan menulis. Bayangkan jika pikiran dan perasaan itu terus bercokol dan menjadi ‘penyakit’, penyakit mental psikologis yang bisa berdampak buat kehidupan kita sehari-hari.



Bayangkan jika perasaan galau dan gundah dilampiaskan dengan marah-marah, atau dengan melempar perabotan rumah tangga. Tentu akan jadi masalah baru, yang bukan saja bikin lelah fisik, tapi juga lelah mental. Bayangkan jika kita tidak tahu harus melampiaskannya dengan apa, yang ada perasaan jadi sedih terus menerus, tak menentu.



Beruntunglah kita yang menulis. Kita bisa mengabadikan pikiran dan perasaan kita menjadi karya yang bisa diapresiasi. Tidak melewatkan begitu saja detik-demi detik kehidupan kita. Kita tidak membiarkannya berlalu, tetapi mengisinya dengan sesuatu yang bermakna, buat diri kita dan buat orang lain.



Penulis juga dinaungi keberuntungan, karena terus menerus memacu dirinya untuk menorehkan sebuah karya. Proses menulis melibatkan pikiran dan perasaan, mengolah dan melatih keduanya agar semakin tajam dan tajam. Menjadikannya semakin peka dan merasakan apa yang terjadi.




Saya membayangkan jika kita semua, orang Indonesia menulis. Alangkah indahnya. Alangkah indahnya kekayaan pemikiran, budaya, bahasa, sastra. Alangkah indahnya kita bisa saling memperkaya, menghibur, mendidik, menginformasi dan mengapresiasi. Alangkah indahnya jika kita, sama-sama bisa menorehkan sebuah karya.



“Sampaikanlah, walau satu ayat”. Secara tidak langsung, kita telah menjalankan perintah ini, dengan apa yang kita bisa. Menyampaikan “ayat”, tanda-tanda yang ada di bumi, beserta kehidupan yang melingkupinya. Ayat yang bisa kita pikirkan, bahwa kebesaran Tuhan memang begitu adanya. Terbukti dari banyaknya ayat yang kita sampaikan dalam ide tulisan kita.





“Menulis itu penting, karena waktu bakal membuat kita lupa. Tapi lewat tulisan, bakal membuat kita mengingatnya. Makanya menulislah...” - Pidi Baiq



Sumber quote : Indonesiakreatif.net



Semoga bermanfaat


KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?