HIGHLIGHT

Bila Panik Melanda, Bisakah Kita Tetap Tenang? Stay Cool, or... Menggila??

02 Mei 2012 17:20:42 Dibaca :
Bila Panik Melanda, Bisakah Kita Tetap Tenang? Stay Cool, or... Menggila??

Senin, 30 April 2012. Dua hari lagi menjelang ujian proposal Disertasi. Panik?? Hmm, tidak perlu lah. Hadapi berbagai situasi dan kondisi dalam hidup ini tanpa perlu menjadi histeris. Biasa saja bila temui suka dan duka, bahagia juga nestapa, terpuruk atau disanjung se antero dunia. Itu moto hidupku. Lagi pula, bukankah, sudah se bulan kuletakkan proposal di ruang akademik Pascasarjana dan menanti sekian lama sebelum akhirnya mendapat jadwal antrean pasti. Terjaga di pagi hari, awal minggu, selalu terjadi sedikit kehebohan. Yudha menangis menyadari buku Cetak Agama nya basah kuyup karena terkena tumpahan air botol minuman sepanjang malam, sedang dia belum menuntaskan 20 nomer peer. Hmmm, kulirik jarum jam di tembok rumah kami, waktu menunjukkan pukul 6 pagi. Sebagai orangtua, dituntut untuk mendampingi anggota keluarga sebisa mungkin dalam hadapi situasi dalam status galau begini, hhehehe. Maka, kutelpon Bu Ida Ayu Puspaadi, teman kantor sesama dosen, sekaligus tetangga berdekatan yang anaknya sekelas bareng Yudha. Pinjam buku cetak untuk digunakan bikin pekerjaan rumah yang diberikan oleh sang guru. Pukul 7 pagi, urusan persiapan sekolah beres, kedua anakku berangkat sekolah. Aku harus tiba pagi hari di kantor pelayanan samsat. Urusan perpanjangan STNK. Maka, segera meluncur ke sana. Dengan gagah perkasa parkir motor di bagian penggosokan rangka mesin. Alamaakkk...... baru kusadari, motor yang kukendarai adalah honda astrea 800, sedang motor yang STNK nya akan ku samsat adalah honda astrea grand. Hiks.... Pulang lagi sejauh 10 km untuk bertukar motor? Ah, masih ada esok hari untuk samsat. Maka, kupilih mengikuti ujian sidang terbuka promosi doktor di gedung Pascasarjana Universitas Udayana. Hmmm, menyaksikan Dr. Drs. I Ketut Suardika, S.Pd., M.Si, bersama istri tercinta, dan ke tiga putra dan putri. alangkah indahnya. Beliau menuntaskan Disertasi dengan topik Keterpinggiran Pendidikan Dasar dalam Masyarakat Nelayan Suku Bajo di Desa Saponda Kec. Soropia Kab. Konawe Prop. Sulawesi Tenggara. Sungguh sebuah analisis mengenai bagaimana mengupas keterpinggiran anak bangsa dan mencerdaskan mereka sebagai bagian dari masa depan bangsa dan negeri ini. Karena mencerdaskan selalu berawal dari pembenahan pendidikan semenjak usia dini. Scholae Non Vitae Sed Discimus. Kita belajar demi hidup itu sendiri. Karena prestasi tidak diukur dari tumpukan gelar dan ijasah, maupun deretan piala dan harta, tapi dari usaha dan perjuangan dalam meraih setiap cita dan harapan. Dari ujian sidang terbuka promosi doktor, aku bergerak menuju kampus Sanglah, Gedung Prof. Bagus, memastikan jadwal ujianku dan distribusi proposal disertasiku. Kusempatkan pula mengikuti Bedah buku Prof. I Nyoman Kutha Ratna, berjudul Antropologi Sastra: Peranan Unsur-unsur Kebudayaan dalam Proses Kreatif, sekaligus peringatan Hari Chairil Anwar dan pembacaan puisi2 Beliau. 13359790607886814781335979095829813550 Tuntas disini, aku mendapat energi kembali untuk konsentrasi sepenuh hati pada disertasiku. Astungkara.... Multitasking seseorang, di jaman kini dituntut untuk serba bisa, bukannya menjadi cerdik cendekia hebat maupun heroik, namun bisa dan mau berusaha dalam berbagai bidang, situasi dan kondisi kehidupan.

santi diwyarthi

/santidiwyarthi

a wife, a mother, a worker....
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?