Waspadai Psikopat "Vickinisasi" di Sekitar Wanita

16 September 2013 18:50:04 Diperbarui: 24 Juni 2015 07:48:26 Dibaca : Komentar : Nilai : Durasi Baca :

Vickinisisasi menjadi fenomena yang heboh dan menjadi perbincangan di mana-mana. Tipuan dibungkus gaya komunikasi yang luarbiasa dan menebar janji surga di mana-mana. Berhasil menekuk hati puluhan artis cantik di negeri ini. Bahkan Kompas seperti tidak biasanya, sempat melemparkan sebuah judul yang cukup vulgar. Mungkinkah Vicky Prasetyo Alami Kelainan Jiwa?(16/6). Bila tidak memeriksa dengan seksama memang tidak bisa dan tidak boleh memvonis seseorang mempunyai kelainan jiwa. Tetapi tampaknya banyak contoh kasus Vickinisasi-Vickinisasi lain yang berkarakter sama bergentayangan di seluruh penjuru tanah air menebar seribu janji dan merenggut kemuliaan para wanita.



Meski tidak memvonis Vicky sebagai seorang psikopat. Tetapi tampilan gaya dan karakter "Playboy Vickinisasi" inilah yang hampir mirip dengan karakter seorang Psikopat. Penelitian menunjukkan bahwa 3 diantara 10 orang ternyata seorang Psikopat. Sehingga para wanita terhormat harus waspada para psikopat yang bergentayangan di sekitar kita. Gaya dan karakter Psikopat tersebut harus diwaspadai oleh para wanita-wanita terhormat di bumi ini agar terhindar dari rayuan maut dan jeratan janji yang memabukkan. Sehingga tanpa pikir panjang seorang dapat menyerahkan kemuliaannya sebagai wanita yang bermoral dan berprinsip tanpa berpikir panjang.Yang dibicarakan di sini sebenarnya bukan individu Vicky tetapi karakter "Vickinisasi"yang sedang dicermati. Sehingga penting diketahui agar Vickinisasi lainnya tidak menjerat korban wanita lainnya lebih banyak lagi.

Psikopat bukanlah kelainan jiwa tetapi suatu gejala kelainan yang sejak dulu dianggap berbahaya dan mengganggu masyarakat. Istilah psikopat yang sudah sangat dikenal masyarakat justru tidak ditemukan dalam Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorder (DSM) IV. Artinya, psikopat tidak tercantum dalam daftar penyakit, gangguan atau kelainan jiwa di lingkungan ahli kedokteran jiwa Amerika Serikat. Psikopat dalam kedokteran jiwa masuk dalam klasifikasi gangguan kepribadian dissosial. Selain psikopatik, ada gangguan antisosial, asosial, dan amoral yang masuk dalam klasifikasi gangguan kepribadian dissosial.


Psikopat berasal dari kata psyche yang berarti jiwa dan pathos yang berarti penyakit. Psikopat tak sama dengan skizofrenia karena seorang psikopat sadar sepenuhnya atas perbuatannya. Gejalanya sendiri sering disebut dengan psikopati, pengidapnya seringkali disebut “orang gila tanpa gangguan mental”. Menurut penelitian sekitar 1% dari total populasi dunia mengidap psikopat. Beberapa seorang ahli memprediksi tiga dari 10 laki-laki di Amerika Serikat dan satu dari 30 laki-laki di Inggris adalah psikopat. Prediksi ini didasarkan pada penelitiannya, yang sebagian besar respondennya adalah laki-laki.


Selama ini mungkin tidak disadari psikopat banyak hidup di sekitar kita. Apakah tetangga, teman kerja, anggota DPR, bupati, gubernur bahkan apakah pasangan hidup kita adalah seorang psikopat. Penyimpangan perilaku itu adalah sikap egois, tidak pernah mengakui kesalahan bahkan selalu mengulangi kesalahan, tidak memiliki empati dan tidak punya hati nurani. Bila itu semua ada kecurigaan psikopat layak diberikan.Psikopat ditemukan di berbagai profesi dan kelas sosial, laki- laki dan perempuan. Karena yang dirugikan oleh kejahatannya tak hanya individu tetapi juga masyarakat luas, Pengidap ini sulit dideteksi karena sebanyak 80% lebih banyak yang berkeliaran daripada yang mendekam di penjara atau dirumah sakit jiwa, pengidapnya juga sukar disembuhkan. Dalam kasus kriminal, psikopat dikenali sebagai pembunuh, pemerkosa, pemabuk, penjudi, penipu, pelaku kekerasan dalam rumah tangga dan koruptor. Namun, kasus kriminal itu hanya terjadi pada sekitar 15-20 persen dari semua penderita psikopat. Selebihnya adalah pribadi yang berpenampilan sempurna, pandai bertutur kata, mempesona, mempunyai daya tarik luar biasa dan menyenangkan.


Sampai saat ini masih belum diketahui secara pasti penyebab psikopat. Berbagai teori dikemukakan oleh para peneliti. Teori kelainan struktural otak seperti penurunan intensitas beberapa bagian otak. Teori lain adalah gangguan metabolisme serotonin, gangguan fungsi otak dan genetik yang diduga ikut menciptakan karakter monster seorang psikopat. Selain ada anomali di otak, faktor genetik dan lingkungan juga berperan besar melahirkan karakter psikopat.



Terdapat beberapa karakter spesifik untuk mengenali psikopat. Di antaranya adalah emosi dangkal, manipulatif, pembohong, egosentris, pintar bicara, toleransi yang rendah pada frustasi, membangun relasi yang singkat dan episodik, gaya hidup parasitik, dan melanggar norma sosial yang persisten. Seorang psikopat selalu membuat kamuflase yang rumit, memutar balik fakta, menebar fitnah, dan kebohongan untuk mendapatkan kepuasan dan keuntungan dirinya sendiri. Beberapa tampilan lain psikopat adalah persuasif dan memesona di permukaan, menghargai diri yang berlebihan, butuh stimulasi atau gampang bosan, pembohong yang patologis, menipu dan manipulatif, kurang rasa bersalah dan berdosa, emosi dangkal, kasar dan hidup seperti parasit, buruknya pengendalian perilaku, longgarnya perilaku seksual, masalah perilaku dini sebelum usia 13 tahun, tidak punya tujuan jangka panjang yang realistis, impulsif, tidak bertanggung jawab atas kewajiban, tidak bertanggung jawab atas tindakan sendiri, pernikahan jangka pendek yang berulang, kenakalan remaja, melanggar norma dan keragaman kriminal.
Tanda dan gejala psikopat adalah sebagai berikut :


  1. Sering berbohong, fasih dan dangkal. Psikopat seringkali pandai melucu dan pintar bicara, secara khas berusaha tampil dengan pengetahuan di bidang sosiologi, psikiatri, kedokteran, psikologi, filsafat, puisi, sastra, dan lain-lain. Seringkali pandai mengarang cerita yang membuatnya positif, dan bila ketahuan berbohong mereka tak peduli dan akan menutupinya dengan mengarang kebohongan lainnya dan mengolahnya seakan-akan itu fakta.
  2. Impulsif dan sulit mengendalikan diri. Untuk psikopat tidak ada waktu untuk menimbang baik-buruknya tindakan yang akan mereka lakukan dan mereka tidak peduli pada apa yang telah diperbuatnya atau memikirkan tentang masa depan. Pengidap juga mudah terpicu amarahnya akan hal-hal kecil, mudah bereaksi terhadap kekecewaan, kegagalan, kritik, dan mudah menyerang orang hanya karena hal sepele.
  3. Manipulatif dan curang. Psikopat juga sering menunjukkan emosi dramatis walaupun sebenarnya mereka tidak sungguh-sungguh. Mereka juga tidak memiliki respon fisiologis yang secara normal diasosiasikan dengan rasa takut seperti tangan berkeringat, jantung berdebar, mulut kering, tegang, gemetar — bagi psikopat hal ini tidak berlaku. Karena itu psikopat seringkali disebut dengan istilah “dingin”.
  4. Egosentris dan menganggap dirinya hebat.
  5. Tidak punya rasa sesal dan rasa bersalah. Meski kadang psikopat mengakui perbuatannya namun ia sangat meremehkan atau menyangkal akibat tindakannya dan tidak memiliki alasan untuk peduli.
  6. Senang melakukan pelanggaran dan bermasalah perilaku di masa kecil.
  7. Psikopat juga teguh dalam bertindak agresif, menantang nyali dan perkelahian, jam tidur larut dan sering keluar rumah.
  8. Tidak mampu bertanggung jawab dan melakukan hal-hal demi kesenangan belaka.
  9. Hidup sebagai parasit karena memanfaatkan orang lain untuk kesenangan dan kepuasan dirinya.
  10. Sikap antisosial di usia dewasa.


Memang tidak semua playboy penipu ulung adalah psikopat dan tidak semua psikopat adalah playboy penipu ulung. Sehingga apakah karakter Vickinisasi adalah benar-benar karakter psikopat harus dilakukan pengamatan klinis lebih cermat dan menyeluruh. Bila dicermati beberapa perilaku yang dilakukan karakter Vickinisasi tampaknya mendekati seorang kriteria sosok Psikopat. Adapapun gejala yang menyerupai adalah sering berbohong, fasih dan dangkal. Psikopat seringkali pandai melucu dan pintar bicara, secara khas berusaha tampil dengan pengetahuan di bidang sosiologi, psikiatri, kedokteran, psikologi, filsafat, puisi, sastra, dan lain-lain. Seringkali pandai mengarang cerita yang membuatnya positif, dan bila ketahuan berbohong mereka tak peduli dan akan menutupinya dengan mengarang kebohongan lainnya dan mengolahnya seakan-akan itu fakta. Gejala lain yang mendukung adalah perilaku dan sikap seorang Playboy yang berkarakter seperti Vickinisasi yang sering memutarbalikkan fakta, berbohong, egosentris dan menganggap dirinya hebat. Seorang psikopat pasti adalah seorang egois yang mementingkan diri sendiri dengan memakan hak orang lain tanpa peduli, tidak memiliki empati dan tidak punya hati nurani. Seorang seperti Vickinisasi tidak akan memperdulikan akibat tindakannya dapat menyengsarakan puluhan wanita cantik dan kehormatan keluarganya. Namun demikian untuk memastikannya seorang psikopat atau bukan perlu kecermatan dan dibutuhkan penilaian seorang yang berpengalaman.
Diagnosis dan Uji Skrening


Tidak mudah mendiagnosis seorang mengalami psikopat. Alat diagnosis yang sering digunakan berdasarkan teori yang sudah teruji secara klinis dengan metode deduksi adalah MMPI, Primitive Defense Guide, Rorschach, ToM (Theory of Mind), SCT (Sentence Completion Test), dan NEO PIR. Pemeriksaan modifikasi yang terahkir dikembangkan adalah Psychopathy Checklist (PCL) dan versi revisinya Psychopathy Checklist-Revised (PCL-R). MMPI adalah metode yag selama ini digunakan untuk mendeteksi adanya gangguan jiwa secara umum, termasuk psikopat. Terdapat beberapa kumpulan pertanyaan yang harus terselesaikan dalam waktu kurun waktu 1,5 jam. Jawaban pertanyaan tersebut bersifat kualitatif, seperti ya atau tidak. Namun MMPI masih mempunyai kelemahan. Tidak sulit bagi seorang psikopat yang cerdas untuk merekayasa laporan dan berbohong. Adanya beberapa kelemahan tersebut akhirnya dikembangkan Psychopathy Checklist (PCL) dan versi revisinya Psychopathy Checklist-Revised (PCL-R). Pemeriksaan ini tampaknya dapat menunjukkan hasil yang valid dan benar tentang psikopat.
Penanganan dan Pencegahan

Pada dasarnya, psikopat tidak bisa diterapi secara sempurna tetapi hanya bisa terobservasi dan terdeteksi. Untuk tahap pengobatan dan rehabilitasi psikopat saat ini baru dalam tahap kopleksitas pemahaman gejala. Terapi yang paling mungkin adalan non obat seperti konseling. Namun melihat kompleksitas masalahnya, terapi psikopat bisa dikatakan sulit bahkan tidak mungkin. Seorang psikopat tidak merasa ada yang salah dengan dirinya sehingga memintanya datang teratur untuk terapi adalah hal yang mustahil. Yang bisa dilakukan manusia adalah menghindari orang-orang psikopat, memberikan terapi pada korbannya, mencegah timbul korban lebih banyak dan mencegah psikopat jangan berubah menjadi kriminal.



Beberapa penelitian faktor lingkungan juga sangat berpengaruh. Lingkungan tersebut bisa berupa fisik, biologis dan sosial. Tetapi kebanyakan orang-orang beresiko biasanya memasuki lingkungan yang sama yang berpotensi terjadinya kejahatan tersebut. Faktor lingkungan fisik dan sosial yang beresiko berkembangnya seorang psikopat menjadi kriminal adalah tekanan ekonomi yang buruk, perlakuan kasar dan keras sejak usia anak, penelantaran anak, perceraian orang tua, kesibukan orangtua, faktor pemberian nutrisi tertentu, dan kehidupan keluarga yang tidak mematuhi etika hukum, agama dan sosial. Lingkungan yang beresiko lainnya adalah hidup ditengah masyarakat yang dekat dengan perbuatan criminal seperti pembunuhan, penyiksaan, kekerasan dan lain sebagainya.
Pencegahan bila para wanita menghadapi seorang psikopat yang sangat mempesona dan menebar janji surga adalah dengan berpikir rasional. Waspadai seseorang yang berlebihan dalam "kejeniusan dan kehebatan dalam Kosakatasime dan bahasaisasi". Tetapi sebenarnya bila seorang yang mempunyai rasionalitas baik maka kehebatan dan niatan negatif seorang psikopat sudah dapat dihindari ketika dia mengatakan satu atau dua kalimat yang berlebahan dan tidak masuk akal. Tetapi sayangnya sebagian individu khususnya wanita sering mengabaikan rasionalitas tetapi mengutamakan perasaan. Bila perasaan ingin kudeta labil ekonomi. Bila ingin dimewahkan dan dimanjakan dengan kalimat "harmosisisasi bahasa Inggris" mempesona dan pemberian uang dan barang mewah yang tidak wajar. Ingatlah sikap Arjuna sejati, bahwa "Cinta bukan hanya kata-kata tetapi seribu tindakan". Harap waspada, maka apakah pria didekat anda itu seorang psikopat atau memang seorang Arjuna sejati yang sangat royal dan pintar bermanis kata. Tetapi tampaknya Arjuna sejati tidak pernah royal berlebihan dan menipu harmonisisasi hati. Arjuna sejati biasanya tidak mengeluarkan "Kosakatasime dan bahasaisasi Inggris yang sangat jenius" secara berlebihan untuk menarik hati wanita. Arjuna sejati sering berwacana bahwa: “Cinta itu tidak akan pernah salah, hanya kita saja yang memberikan cinta kepada orang yang salah”. Inilah pesan terakhir sang Arjuna sejati bagi para korban Vickinisasi : "Bila cinta di dusta, tak perlu ditangisi. Relakan saja, biarkan ia pergi. Cinta itu logika buka sekedar hati.



Artikel Terkait Lainnya

Widodo Judarwanto

/sandiazyudhasmara

TERVERIFIKASI

Dr Widodo Judarwanto, pediatrician. "We are guilty of many errors and many faults. But our worst crime is abandoning the children, neglecting the fountain of life" *** www.growup-clinic.com *** www.alergiku.com www.sulitmakan.com *** www.klinikanakonline.com
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

NILAI :

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana