HEADLINE

Anak dengan Teman Fantasi, Normal atau Tidak Normal?

27 Agustus 2013 02:14:55 Diperbarui: 24 Juni 2015 01:46:06 Dibaca : 1056 Komentar : 3 Nilai : 0 Durasi Baca :
Anak dengan Teman Fantasi, Normal atau Tidak Normal?
13775727232130430249

Ilustrasi/Admin (Shutterstock)

Anak Dengan Teman Fantasi, Normal atau Tidak Normal ?

Saat ini orangtua si Anisa sering bingung ketika anaknya berbuat yang aneh-aneh. Seakan si kecil berbicara dengan sesuatu yang tidak bisa dilihat orang lain. Anisa kadang berbicara dengan Libi, begitu nama teman fantasi atau teman khayalannya itu. Bahkan dia bisa mendiskripsikan bahwa temannya itu tidak punya rambut dan bajunya aneh. Saat lainnya Anisa berbuat aneh lagi ketika dia berbicara dengan tembok. Anehnya Anisa mengatakan bahwa si Libi ternyata bisa masuk menembus tembok dan hilang tetapi tetapi bersuara dalam tembok. Seringkali sebagian klinisi menganggap hal tersebut adalah hal yang wajar bila dilihat dari segi psikologis. Tetapi pengamatan Pseudosains ternyata didapatkan berbagai keunikan dan keanehan tertentu. Saat dikonsultasikan pada psikolog maka jawaban klasik yang didapatkan adalah hal itu adalah merupakan kewajaran karena pengembangan imajinasi anak. Tetapi beberapa orang yang mencermati terdapat keanehan dan keunikan dalam tampilan teman fantasi tersebut. Sebagian orang yang pernah mengalami sendiri dan sering menyaksikan banyak kasus anak tersebut percaya bahwa hal tersebut adalah kemampuan lebih yang tidak dimiliki anak lainnya untuk melihat sesuatu alam lain. Kelompok orang tersebut sering disebut ilmu Pseudosains. Para ahli ilmiah sering menyebutkan alam bawah sadar, tetapi kalangan Pseudosains mengatakan bahwa hal tersebut dalam alam lain yang tidak semua orang bisa melihatnya. Menurut ilmu pseudoscientific bentuk transformasi manusia yang berevolusi memiliki kemampuan paranormal. Dalam menilai dan menginterpretasi anak yang mempunyai kelebihan atau sebagian orang menyebut indigo sangat luas dan bias bila ditinjau dari berbagai latar belakang keilmuan. Hal ini akan terjadi perbedaan pandang, perdebatan dan kontroversi yang luas bila bidang pseudo scientifis itu dibicarakan dalam bidang ilmiah. Tetapi memang fakta kehebatan anak kelompok itu ternyata ada tetapi sulit dijabarkan dalam bentuk ilmiah. Pseudosains (pseudoscience) adalah sebuah pengetahuan, metodologi, keyakinan, atau praktik yang diklaim sebagai ilmiah tapi tidak mengikuti metode ilmiah. Ilmu semu mungkin kelihatan ilmiah, tapi tidak memenuhi persyaratan metode ilmiah yang dapat diuji dan seringkali berbenturan dengan kesepakatan/konsensus ilmiah yang umum. Istilah pseudoscience muncul pertama kali pada tahun 1843 yang merupakan kombinasi dari akar Bahasa Yunani pseudo, yang berarti palsu atau semu, serta Bahasa Latin scientia, yang berarti pengetahuan atau bidang pengetahuan. Istilah tersebut memiliki konotasi negatif, karena dipakai untuk menunjukkan bahwa subjek yang mendapat label semacam itu digambarkan sebagai suatu yang tidak akurat atau tidak bisa dipercaya sebagai ilmu pengetahuan. Oleh karena itu, para pembela serta yang mempraktikkan pseudosains biasanya menolak klasifikasi ini. Pendapat Ilmiah Ketika keanehan itu dikonsultasikan kepada psikolog dengan bahasa klasik psikolog mengatakan bahwa Anisa mempunyai teman fantasi adalah hal yang normal karena merupakan imajinasi anak. Teman khayalan adalah dianggap kewajaran yang alami dalam proses tumbuh kembang anak. Bahkan menurut para pakar perkembangan anak, maka anak yang memiliki teman imajinasi bisa mengembangkan keterampilan bahasa, memiliki pikiran aktif, mampu memecahkan masalah dan mengasah kreativitas anak. Psikolog dan beberapa ahli lain mengatakan bahwa teman khayalan adalah hasil kreasi anak sendiri. Si anak akan memberikan nama untuk teman imajinasinya. Bisa saja, nama tersebut akrab dengan telinga ibu, karena berasal dari tokoh cerita di buku yang sering kamu bacakan untuknya! Tapi bisa juga anak akan menciptakan nama sendiri bagi teman khayalannya. Tokoh yang diperankan anak juga bermacam-macam sehingga membuat ia kreatif menciptakan peran yang akan dimainkan. Anak prasekolah yang suka bersosialisasi senang bila punya teman, dan kalau tak ada, mereka akan menciptakannya. Hampir separuh dari semua anak di dunia ini punya teman khayalan, seiring dengan berkembangnya imajinasi dan ketertarikan mereka terhadap dunia sandiwara. Selain itu, teman bermain khayalan ini membuat anak punya tempat untuk mengeksplorasi dunia, termasuk hal-hal yang mungkin baru atau mengesalkan. Jika orang di dunia nyata si kecil bisa sakit atau sedih, begitu pun mungkin dengan si teman khayalan. Karena anak menguasai apa yang dialami oleh si teman khayalan, bila ‘si teman’ berhasil melalui suatu insiden yang menakutkan bisa membuat mereka merasa tenang. Bila teman khayalan anak Anda pergi (banyak anak bilang kalau si teman sudah pindah atau malah meninggal), teman khayalan lain mungkin akan menggantikan untuk beberapa tahun mendatang. Para ahlipun mengatakan bahwa bermain dengan teman imajinasi bisa mendukung perkembangan anak, karena ia bisa belajar tentang peran, interaksi dua arah, kekuasaan dan mengontrol emosi. Anak akan menjadikan teman imajinasinya sebagai teman bermain. Jadi tidak heran kalau setiap kali kamu memperhatikan, anak seakan-akan bicara sendiri atau menggunakan boneka alat peraganya. Namun pada kebanyakanan anak, ibu akan melihat anak bicara sendiri, seolah-olah ada teman bermain di depannya. Melalui tokoh khayalan, anak belajar untuk mengasah kosa kata dan melatih anak untuk berinteraksi. Saat berinteraksi anak ditantang untuk memiliki kosa kata baru karena sifatnya adalah dua arah, dimana anak harus bisa melatih dirinya agar percakapan dengan teman imajinasi berjalan lancar. Sehingga otak anak terus dirangsang untuk berpikir kreatif. Fakta Pseudosains Dalam praktek sehari-hari sebagai dokter anak penulis banyak sekali mengalami hal demikian. Awalnya penulis percaya bahwa hal tersebut adalah merupakan teman khayalan, teman fantasi biasa atau sekedarv yteman imajinasi. Tetapi saat dicermati ada beberapa keanehan dan keunikan serta berbagai gangguan yang menyertai saat anak mengalami hal tersebut. Fakta unik dari pengamatan sebagian kasus itu ternyata menunjukkan sesuatu hal yang misterius dan aneh.

  • Penulis mengadakan pengamatan dan penelitian awal sekitar 35 anak yang mengalami hal tersebut. Beberapa anak yang mempunyai teman fantasi sebagain besar bahkan hampir semuanya mempunyai kelebihan lain yang bisa melihat alam lain yang saat ini masih dipercayai sebagian orang yang mengalami. Ternyata sekelompok anak ini sering menunjuk-nunjuk kesesuatu obyek seperti di atas lemari, di pintu atau di pojok dapur yang gelap dan mengatakan melihat badut, nenek berambut panjang, atau binatang naga yang berjalan di tembok. Alhasil beberapa anak sering minta untuk menutup pintu atau korden kamar saat berteriak ketakutan. Sebagian anak saat bermain di luat terutama menjelang malam sering menunjukka nunjuk ada sosok tertentu di bawah pohon tetapi pendampingnya keheranan tidak melihat apa-apa.
  • Kelompok anak ini juga seringkali mempunyai keanehan saat masuk kamar hotel saat menginap di luar kota, si anak berteriak-teriak ketakutan dan selalu mengajakj pulang. Ketika orangtua memaksakan masuk kamar tersenbut si anak rewel terus bahkan sering menunjuk-nunjuk ke atas tempat tidur dan tidalk mau naik ke tempat tidur semalaman. Akhirnya sepanjang malam si buah hati dan ibunya harus tidur di lantai hotel. Saat anak di bawa ke luar kamar tampak anak tenang dan bergembira tidak ada nada ketakutan lagi.
  • Keunikan lainnya asebagian besar kelompok anak ini mengalami ketakutan dan menutup mata saat masuk beberapa rumah orang, masuk pintu mall, masuk pintu rumah makan. Anak tersebut selalu menunjuk-nunjuk ketakutan. Sebagian tidak mengatakan apa-apa, tetapi sebagian lain mengatakan melihat sosok badut atau orang tinggi besar bermata merah. Biasanya lokasi yang ditakutiu adalah tempat yang klasik, kuno, penuh patung dan dipenuhi berbagai barang-barang antik.
  • Kemisteriusan lainnya ternyata sebagian orang dewasa lain yang mempunyai kelebihan indera ke enam juga mengatakan bahwa melihat hal yang sama ketika anak mengalami hal yang aneh tersebut. Seorang ibu sering heran ketika beberapa minggu terakhir anak mempunyai kebiasaan meniup-niup dengkulnya dan meniup-niup teman fantasinya. Ternyata orang dewasa lain yang mempunyai kemampuan lebih juga mengatakan bahwa ternyata ada anak kecil tidak berambut yang juga sedang meniup-niup kakinya sendiri.
  • Sebuah buku karangan pengarang warga negara Inggris mengungkapkan, anaknya mengalami hal yang berlebihan tentang teman fantasi. Si anak sering meminta baju aneh-aneh saat berjalan di tempat perbelanjaan. Suatu saat seorang profesor ahli sastra teman ayahnya berkunjung ke rumahnya. Sang profesor mengatakan sesuatu yang mengejutkan. Ternyata anak tersebut melakukan pembicaraan dengan teman fantasinya dengan bahasa Inggris kuno. Dan saat itu anaknya menggunakan baju baju aneh tidak lazim seperti dipakai anak-anak jaman sekarang. Saat si Profesor menanyakan kepada orang tua, siap yang mengajari anak tersebut bahasa Inggris kuno. Ternyata ibunya dengan keheranan mengatakan bahwa selama ini tidak ada seorangpun di lingkungan rumah yang bisa berbahasa aneh tersebut.
  • Keanehan lainnya orangtua seorang anak dengan ketakutan mengirimkan MMS pada penulis seorang sosok kecil yang tidak berambut dan tidak mempunyai mata yang tampak hanya seperempat wajah. Orangtua mengatakan bahwa foto tersebut adalah hasil jepretan si anak yang berusia 11 tahun saat teman fantasinya mau masuk ke tembok.
  • Sebagian anak dengan teman fantasi juga punya keanehan ketika saat sekolah ketakutan hingga tidak mau masuk sekolah. Si anak dia tidak mau masuk atau sekedar melewati ruang kelas tertentu. Tetapi saat di halaman sekolah anak begrgembira bermain seperti anak lainnya. Ternyata sang guru senior di sekolah itu juga mengatakan bahwa hal itu sering dialami oleh anak lainnya dari tahun ketahun.
  • Sebagian orangtua kadang frustasi saat anaknya mempunyai keanehan dan kemisteriusan tersebut, Bahkan si Ayah karena takutnya sering mengingatkan isterinya agar jangan sekali-sekali bercerita kepada orang lain tetntang keanehan tersebut. Sang ayah kawatir kalau saja anaknya dianggap orang lain mempunyai kelainan jiwa.
  • Pada anak dengan teman fantasi biasanya bisa melihat tampilan sosok yang bersahabat atau yang aneh dan menakutkan. Saat wajah yang bersahabat itu bisa dilihat dan diajak berkomunikasi maka akan dianggap sebagai teman fantasi. Tetapi bila yang dilihat sosok yang menakutkan maka anak akan berlari ketakutan dan menutup matanya.
  • Fakta unik lainnya ternyata sebagian anak yang mengalami hal tersebut juga dialami oleh salah satu orangtuanya saat kecil. terutama yang orangtua wajahnya sama dengan anak. Bahkan ada beberapa orangtua dewasa masih mengalami hal yang sama. Ketika anaknya berbincang dengan teman fantasinya itu, dia juga melihat sosok yang sama dengan yang dilihat anak saat berkomunikasi
  • Ternyata sebagian besar anak sekitar 80% anak setelah usia 5-7 tahun sudah tidak mengalami hal tersebut lagi. Tetapi sekitar 20% anak mengalami hal yang berkepanjangan sampai dewasa. Meski saat dewsa kemampuannya tidak sekuat seperti usia anak.
  • Sebagian anak juga mempunyai feeling dan perasaan yang kuat sampai bisa mengatakan sesuatu kejadian yang akan terjadi. Seorang anak yang punya teman fantasi juga sering membuat keanehan pernah melihat orang bergeletakan berdarah-dareah di depan hotel JW Marriot beberapa hari sebelum kejadian bom yang diledakkan teroris di tempat itu. Beberapa anak yang mempunyai teman fantasi sering melarang ayah dan ibunya bepergian karena malamnya akan ada peristiwa hujan lebat atau banjir padahal saat itu siang hari uadara panas dan tidak mendung.

Hal yang menyertai

  • Pada sebagian besar kasus anak dengan teman fantasi mempunyai sensitif saluran cerna. Pada Bayi sebagain mengalami Gastrooesepageal Refluks, sering muntah atau gumoh, kembung,“cegukan”, sering Hiccup atau cegukan, buang angin keras dan sering. Sering rewel gelisah atau kolik menangis berkepanjangan dan menangis keras melengkin lebih dari 15 menit. Biasanya terjadi karena perutnya tidak nyaman atau sakit. Keluhan ini timbul terutama mulai sore hari hingga malam hari dan puncaknya saat dini hari atau saat subuh. Nyeri perut atau malam gelisah ini biasanya akan berkurang setelah usia 3 bulan. BAB lebih 3 kali perhari, feses cair, terdapat seperti biji cabe, sering berak sedikit sedikit tapi sering. BAB tidak tiap hari, Feses warna hijau,hitam dan berbau, disertai ngeden atau kadang berak darah. Sering “ngeden. Biasanya disertai Hernia Umbilikalis (pusar), Scrotalis, inguinalis atau hidrokel. Air liur berlebihan. Mulut sensitif: Lidah sering timbul putih kadang sulit dibedakan dengan jamur (candidiasis) atau memang kadang juga disertai infeksi jamur. Lidah atau mulut sering timbul putih, bibir kering dan kadang kehitaman sebagian. Bibir tampak kering atau kadang pada beberapa bayi bibir bagian tengah berwarna lebih gelap atau biru. Produksi air liur meningkat, sehingga sering “ngeces (“drooling”) biasanya disertai bayi sering menjulurkan lidah keluar atau menyembur-nyemburkan ludah dari mulut. Pada usia anak lebih besar atau orangtua yang mempunyai wajah yang sama dan kemampuan yang sama saat kecil ternyata juga mengalami sensitif saluran cerna. Diantyaranya keluhan muntah semakin berkurang tetapi masih sering mengalami mudah muntah bila menangis, berlari atau makan banyak atau bila naik kendaran bermotor, pesawat atau kapal. Sering mengalami mual pagi hari bila hendak gosok gigi atau sedang disuap makanan.Sering Buang Air Besar (BAB) 3 kali/hari atau lebih, sulit BAB (obstipasi), kotoran bulat kecil hitam seperti kotoran kambing, keras, sering buang angin, berak di celana. Sering glegekan, sering kembung, sering buang angin dan buang angin bau tajam. Sering nyeri perut. Pada penderita dewasa sering megalami gejala penyakit “Maag”, dyspepsia atau Iritable Bowel Syndrome.
  • Ternyata teori lama yang disebut teori "Gut-Brain Axis"yang masih menjadi kontroversi mungkin dapat menjelaskan ini semua. Anak-anak dengan gangguan saluran cerna sering mengakibatkan meningkatnya zat-zat mediator dalam tubuh yang dapat merangsang otak sehingga mengakibatkan kecerdasan intelektual dankecerdasan psedoscientific tetapi juga mengakibatkan gangguan perilaku nmulai ringan hingga tidak ringan. Dari penelitian awal penulis menunjukkan bahwa anak dengan kemampuan mepunyai teman fantasi yang mempunyai gangguan saluran cerna juga mengalami hiperkenetik (anak tidak bisa diam dan sangat aktif), gangguan tidur malam, emosi tinggi dan keras kepala, gangguan konsentrasi tetapi anak sangat cerdas, gangguan motorik kasar dan gangguan perilaku lainnya. Pada penderita ini biasanya sering terjadi pada anak alergi dan hipersensitif saluran cerna. Biasanya hipersensitif saluran cerna ini terjadi karena ketidak matangan saluran cerna (imaturitas saluran cerna) yang secara alamiah akan membaik setelah usia 5-7 tahun. Hal inilah yang menjelaskan mengapa berbagai gangguan pada anak tersebut akan menghilang saat anak usia din atas 5-7 tahun, Namun sebagian kecil lainnya akan menetap hingga dewasa.
  • Anak yang mempunyai kemampuan teman fantasi dengan gangguan saluran cerna biasanya mempunyai riwayat gangguan alergi seperti alergi kulit, hidung, sebagian lain mengalami asama dan mudah terkena batuk dan pilek.

Membedakan Teman Fantasi dan Teman Fantasi Pseudosains

  • Pada Teman Fantasi biasa sebenarnya biasanya anak akan berbicara dan bercerita dengan memegang obyek tertentu seperti boneka, mobil atau benda lainnya. Tetapi bisa dicurigai Teman Fantasi Pseudosains bila anak saat berbicara memandang obyek tertentu dan bermain seperti biasa tanpa memegang obyek boneka dan anak mempunyai kelebihan indera ke enam seperti yang disebut di atas.
  • Bila anak menyebutkan teman khayalannya itu nama tokoh supehero, tokoh komik atau tokoh film televisi maka biasanya adalah teman fanasi yang biasa. Tetapi bila si anak menyebut nama satu atau lebih nama yang disebut-sebut berulang dalam waktu yang lama maka harus dicurigai apakah teman fantasi pseudosains.

Pencegahan

  • Pada anak yang mengalami Teman Fantasi Pseudosains pendekatanmnya sulit dilakukan secara ilmiah bila tidak memahami latar belakang kejadian tersebut terjadi. Tetapi bila Pseudosains dikaitkan dengan pengetahuan ilmiah akan dikaitkan dengan Teori Gut brain Axis, maka gangguan alergi dan hipersensitif saluran cerna harus dikendalikan jangan sampai menunggu usia 5-7 tahun akan nmembaik sendiri.
  • Pada anak dengan teman fantasi biasa tanpa disertai gangguan Pseudosains makandapat dilakukan dengan mengenal si teman. Anak-anak senang, kalau orang tua menaruh perhatian terhadap ciptaan mereka. Mintalah si kecil melukis temannya, atau bergabunglah dengan mereka di dalam permainan. Membiarkan anak bertanggung jawab. Anak kecil tak punya banyak kesempatan untuk mengatur dunia di sekeliling mereka, jadi jangan coba-coba bicara pada si teman khayalan, atau bilang bahwa dia duduk di samping Anda sebelum anak Anda bilang begitu. Biarkan si kecil yang berinisiatif. Mengusahakan agar tetap bisa diatur. Biarkan anak mengarahkan respons orangtua. Jika ia tidak ingin orangttua memasuki pertemanan mereka, izinkan. Jika ia ingin orangtua ikut bermain, lakukan. Sebisa mungkin, jangan menambahkan ide cerita ke dalam plot imajinasi anak agar anak tetap berada di dunia nyata sekaligus memberi kesempatan dia mengembangkan imajinasi.
  • Jika teman khayalan selalu menjadi kambing hitam setiap kali anak melakukan kesalahan, segera fokuskan diri untuk mengambil konsekuensi. Misalnya, ketika anak mengatakan bahwa sat teman fantasinya memecahkan vas bunga , minta anak untuk berhati-hati agar tidak melakukan kesalahan seperti temannya itu. Lalu katakan, anda akan membantu dia membersihkan vas pecah berantakan yang telah ditumpahkan si teman fantasi anak.
  • Seiring pertambahan usia anak, kenalkan dia dengan berbagai kegiatan menarik yang bisa dia lakukan bersama teman satu kelas, kerabat, atau tetangga dekat. Dengan demikian, ia bisa merasakan kesenangan yang nyata dan perlahan ia akan meninggalkan teman khayalannya.

Artikel Terkait Lainnya

Widodo Judarwanto

/sandiazyudhasmara

TERVERIFIKASI

Dr Widodo Judarwanto, pediatrician. "We are guilty of many errors and many faults. But our worst crime is abandoning the children, neglecting the fountain of life" *** www.growup-clinic.com *** www.alergiku.com www.sulitmakan.com *** www.klinikanakonline.com
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH PLATFORM BLOG, SETIAP ARTIKEL MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

NILAI :

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana