Jenis Luka Serta Pertolongan Pertama dan Perawatannya

13 Mei 2012 03:32:24 Dibaca :

Dalam mejalani kehidupan ini terkadang kita tidak selalu berdiri pada area “keselamatan”. Tidak juga selalu terbang diluasnya rasa kebahagiaan. Satu waktu, mungkin kita ambruk dari kokohnya kuda – kuda kaki manusia yang tak kuasa melawan kehendak Rabb-nya. Satu masa, mungkin kita jatuh dari tingginya angan yang membumbung tinggi di angkasa. Dan itulah hidup!, tak selamanya terang, terkadang gelapun datang. Tak selamanya cerah, terkadang mendung pun tiba. Tak selamnya sehat, terkadang jatuh juga. Karena itu, kami ingin berbagi tips menangani “luka”, sehingga jatuh dan luka tak lagi mengkawatirkan. Dalam aktifitas sehari – hari mungkin kita sering mengalami kecelakaan – kecelakaan kecil yang menimbulkan luka pada tubuh. Pada dasarnya luka yang ditimbulkan karena kecelakaan dibagi menjadi 4 macam. Diantaranya luka sayatan, luka tusukan, luka goresan, dan luka memar. 1.Luka Sayatan Luka ini dikarenakan sebagaian dari anggota tubuh tersayat oleh suatu yang tajam.  Hal ini menjadikan kulit terbuka ( kulit robek ). Sehingga jika tidak segera dirawat akan lebih mudah menimbulkan infeksi. Terbuknya kulit menimbulkan perdarahan disekitar luka, dan menyebabkan timbulnya rasa nyeri. Jika luka sayatan dalam, darah dan cairan tubuh akan keluar dengan cepat sehingga dapat menyebabkan tubuh menjadi lemas dan diikuti penurunan fungsi – fungsi organ. 2. Luka tusuk Luka karena tusukan menyebabkan rusaknya lapisan epidermis dan jaringan dibawahnya atau organ yang lebih dalam. Sangat beresiko mengalami infeksi  karena masuknya benda yang terkontaminasi ke dalam tubuh. Menyebabkan perdarahan dalam dan luar yang menimbulkan rasa nyeri. Jika tusukan terkena organ dapat menyebabkan hilangnya fungsi organ secara sementara atupun permanent. 3.Luka goresan ringan Luka goresan biasa terjadi karena gesekan kulit dengan permukaan benda lain. Gesekan ini menyebabkan adanya kerusakan kulit pada bagian permukaan ( superficial ) yang tidak terlalu dalam, hanya mengenai bagian epidermis saja. Sedang jaringan yang di bawahnya aman ( tidak rusak ). Luka seperti ini tidak menggangu suplay darah dari pembulu darah utama, akan tetapi kewaspadaan akan resiko infeksi harus tetap ditegakkan. 4.Luka memar Luka memar atau luka tertutup adalah luka yang disebabkan karena benturan atau terpukul dengan benda tumpul dengan tekanan yang sangat keras.  Tekanan ini menyebabkan pecahnya pembulu darah pada jaringan yang terpukul, atau dengan kata lain perdarahan internal. Biasanya ditandai dengan luka lebam kebiruan disekitar luka memar. Adapun tips untuk pertolongan pertama yang bisa diberikan, 1. Pada luka sayatan dan goresan ringan - Bersihkan tangan terlebih dahulu dengan sabun anti septic, kalau ada bisa digunakan alcohol 70 % atau alcohol gel sebelum membersihkan luka. - Tekan sekuat mungkin pada daerah yang terjadi luka selama 10 menit untuk mengurangi perdarahan. - Jika perdarahan masih berlangsung, posisikan bagian tubuh yang terluka dalam posisi yang lebih tinggi dari jantung. - Oleskan salep antibiotic pada luka. - Tutup luka dengan selapis kasa perban setelah teroleskan anti biotic. 2. Pada luka tusukan yang menyebabkan perdarahan ringan - Pada luka ringan, biarkan darah mengalir keluar untuk membersihkan / mengeluarkan mikro oragnisme yang dibawa oleh benda “penusuk” - Usahakan untuk segera membuang benda penusuk yang masih berada / tertinggal didalam tubuh. - Bersihkan dengan rivanol 2 – 4 kali dalam sehari, kemudian keringkan dengan kasa steril kering dan oleskan krim anti biotic. 3. Pada luka memar - Usahakan segera kompres dengan air dingin ( es ), dan pertahankan kompres selama 10 menit dengan sedikit memberikan tekanan untuk mengurangi edema ( pembengkaan ). - Istirahatkan daerah yang memar pada posisi diatas posisi jantung. - Dua hari setelah trauma, gunakan kompres hangat selama 20 menit 3 kali dalam sehari. (Hal ini meningkatkan aliran darah ke bagian tubuh yang terjadi luka, sehingga proses penyembuhan berlangsung lebih cepat.Selain itu juga meningkatkan jumlah pengiriman leukosit dan antibiotic ke daerah luka.) - Perlu diingat; “ jangan sekali – kali membebat luka memar “ karena hal ini dapat memperpanjang proses penyembuhan. Hal – hal penting yang harus diperhatikan dalam penangan luka,

  1. Hilang kesadaran setelah terjadi luka, “ perlu segera mendapatkan pertolongan ke petugas pelayanan kesehatan “
  2. Terkadang sering diikuti oleh syok ( kringat dingin & kulit pucat ), usahakan untuk selalu tenang, jika anda sebagai penolong , “ tenangkan orang yang anda tolong “.
  3. Perdarahan yang terjadi sangat hebat atau darah mengucur sangat deras, “ Lakukan pembebatan pada luka untuk menekan perdarahan & segera cari pertolongan “
  4. Peradarahan masih berlangsung selama lebih dari 10 menit – 20 menit mengindikasikan luka yang dalam.
  5. “Awas bahaya“, luka sayat atau luka tusuk yang kedalamannya mencapai otot / tulang / terletak pada kepala atau wajah.
  6. “Awas bahaya”, luka sayatan yang panjangnya lebih dari 1 sentimeter dan terletak di bagian lekuk tubuh ( lutut, siku, dan sebagianya )
  7. “Perhatikan”. Terjadi infeksi dengan tanda – tanda;
    1. Demam / meriang
    2. Kemerahan disekitar luka
    3. Bertambah bengkak, nyeri, dan kekakuan disekitar luka

“Jika menjumpai tanda – tanda diatas segera usahakan untuk mencari pertolongan pada petugas pelayanan kesehatan agar segera mendapatkan pertolongan” Baca Juga : 1. Puasa Dari Sisi Kesehatan 2. Cara Cepat dan Tepat Mencegah dan Mengobati Sariawan 3. Launching SSG ” Sms Sehat Gratis “. Pendaftaran s.d. 10 Mei 2012 4. Masa Depan keperawatan… 5. Mengapa Harus Kurangi Tidur dan Makan” 6. Rahasia Kesuksesan “Profesi Kita”

Sahabat Perawat

/sahabatperawat

Kami merupakan media informasi diantara insan- insan keperawatan, sebagai media dakwah (mengajak) sehat masyarakat melalaui promosi kesehatan yang holistik dan usaha untuk meningkatkan kompetensi dan prefesionalisme perawat.
Untuk lebih mengenal kami dapat mengunjungi sahabatperawat.com atau @sahabatperawat

Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?