Karena Sekolah Adalah Tempat Untuk Mendidik

30 Januari 2010 01:27:48 Diperbarui: 26 Juni 2015 11:10:49 Dibaca : 759 Komentar : 0 Nilai : 0 Durasi Baca :

Tahun demi tahun sekolah itu semakin redup pamornya, muridnya semakin sedikit, prestasi-prestasinya menurun dan para guru tidak semangat lagi mengajar. Dalam berbagai rapat, satu per satu penyebab kemunduran sekolah dicari dan dianalisa. Namun dari sekian banyak alasan, posisi sekolah yang tidak strategis dan kemunculan sekolah-sekolah baru yang sejenis di berbagai kecamatan di tuding menjadi biang kerok utama.

Sekolah itu memang terletak di tengah kota dan mayoritas muridnya selama ini adalah anak-anak dari berbagai pelosok desa di sekitarnya. Untuk mencapai kota, dari rumah mereka harus berganti angkutan umum 2 bahkan sampai 3 kali sehingga biaya transportasi yang harus dikeluarkan orang tua per bulannya sangat besar. Sehingga ketika muncul sekolah-sekolah baru di kecamatan-kecamatan, para orang tua cenderung menyekolahkan anaknya di kecamatan terdekat.

Tidak semua orang di sekolah itu percaya analisa tersebut. Ada satu sosok yang menolak. Dalam pandangannya sekolah ini tidak sekedar "salah posisi" dan kalah bersaing, ada sebab lain. Tiap hari dia mengamati, para siswa semakin liar karena melakukan berbagai pelanggaran disiplin sekolah dibiarkan saja. Mereka seperti menemukan tempat kebebasan yang baru, there is no rules here....! Para guru sudah ogah-ogahan membina mereka dengan berbagai alasan: "Alah memang anaknya sulit diatur!",  "Ah sudah lah biarkan saja!", "Kalo memang bisa dinasehati ya dinasehati, kalo tidak ya sudah, anak kita sendiri belum tentu lebih baik daripada mereka!" Sedangkan kepala sekolah dan wakil-wakilnya seperti harimau kehilangan taringnya, tak punya semangat lagi untuk berubah dan menjalankan sekolah itu dengan prinsip "sudah yang penting jalani saja apa adanya". Terjadi pembiaran kondisi oleh hampir semua pihak pengambil kebijakan.

Sosok yang menolak tersebut memberontak, kondisi ini tidak bisa dibiarkan! Sekolah ini bisa mati kalo seperti ini terus. Para siswa harus diberi pelajaran tentang kedisiplinan, harus mengikuti peraturan-peraturan sekolah karena sekolah adalah tempat untuk mendidik mereka. Kalo dibiarkan saja apa bedanya sekolah ini dengan terminal dan jalanan.....? Di mana mereka bisa menemukan kebebasan.

Dia sadar tidak mudah untuk memulai perubahan karena sekolah ini sudah masuk tahap kritis bila merunut pada teori perubahan. Dibutuhkan energi yang besar untuk memutar balik arah yang salah selama ini kemudian meneruskannya dengan perubahan, mengawalnya dan akhirnya menyelesaikan perubahan itu sendiri (Rhenald Khasali : 2005). Tapi semua itu harus dilakukan...! Karena sekolah adalah tempat untuk mendidik....bukan untuk membiarkan para siswa berbuat sesuka mereka.

Mas Sapari

/saf4ry

Pekerja pendidikan yang masih ingin belajar tentang banyak hal.
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH PLATFORM BLOG, SETIAP ARTIKEL MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

NILAI :

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana