Rustian Al Ansori
Rustian Al Ansori Penulis Freelance

Pernah bekerja di lembaga penyiaran, berdomisili di Sungailiat (Bangka Belitung)

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Olahraga Masih Menjadi Objek, Potret Pilu Atlet Daerah

8 September 2017   21:35 Diperbarui: 8 September 2017   21:39 996 0 0
Olahraga Masih Menjadi Objek, Potret Pilu Atlet Daerah
Sumber fb Juki Marzuki


" Selamat berjuang tim Triathlon Bangka di Belitung tanggal 9 September 2017.meskipun tanpa dana dari pemkab bangka tapi kami tetap berusaha untuk juara,"tulis Juki Marzuki dalam laman facebooknya.

Juki Marzuki begitu ia menulis namanya di fb, saya sudah mengenal lama sebagai teman bersama ketika masih menekuni cabang olahraga Atletik pada tahun 80 an. Juki dengan spesialis nomor lari jarak menengah 400 m dan 800 m. Seiring perjalanan waktu dan kesibukan masing - masing, saya sudah tidak lagi di lapangan namun Juki masih menemani para atlet saat digelar pertandingan.

Ia sering mendampingi teman -- teman yang dulu menggeluti atletik sekarang mengikuti berbagai lomba Triathlon. Olagraga Triathlon yakni tiga cabang olahraga yang dikuasai sekaligus oleh seorang atlet meliputi cabang lari, bersepeda dan renang. Dalam laman fb nya tadi Juki menyemangati teman -- temannya yang akan bertanding di lombaTriathlon Sabtu (9/9) di Belitung. Kendati tanpa dana dari Pemda, para atlet Triathlon asal kabupaten Bangka ini menjajal berbagai event Triathlon di Indonesia. 

Mereka membawa nama daerah tidak hanya kabupaten Bangka namun juga Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Namun untuk mendapatkan bantuan dana dari Pemda sangat sulit, lagi -- lahi alasannya karena birokrasi yang tidak memungkinkan menggunakan dana dari APBD. Pernah Juki mengatakan kepada saya, alasan yang disampaikan Pemda karena Triathlon belum memiliki Induk Pengurus Cabang Olahraga. 

Sepertinya tidak ada upaya mendorong terbentuknya kepengurusan cabang olahraga Triathlon, sedang kabupaten Bangka memiliki event Triathlon berkelas internasional yang sudah menjadi kalender event setiap tahun. Situasi ini menunjukkan olahraga masih menjadi objek, hanya untuk sasaran tertentu yakni sebagai sport tourism guna meningkatkan kunjungan wisata. Sementara itu pembinaan dan perkembangan Traithlon di daerah tersebut tidak pernah diperhatikan.

Beberapa Atlet Triathlon asal kabupaten Bangka yang juga sebelumnya menekuni Atletik diantaranya Juharda, Cik Akil, Bram dan beberapa atlet lainnya selalu mengeluhkan sulitnya mendapatkan bantuan dana, Mereka belomba dari satu event ke event lainnya dengan mengharapkan dana pada setiap lomba dari hadiah yang didapat bila keluar sebagai juara.

Inilah catatan kecil potret pembinaan olahraga di daerah menunjukkan milintansi dan kemandirian para atlet untuk meraih prestasi adalah bekal utama, sedang olahraga masih menjadi objek oleh pemerintah.

Sekedar refleksi pada Hari Olahrga Nasional ( Haornas ) 2017, semoga olahraga kita lekas bangkit tidak terus terpuruk seperti pada Sea Games lalu.

Rustian Al Ansori