Sajadah Hijau

28 April 2013 00:03:33 Dibaca :

Disini aku berdiri mengangkat tangan, dengan melapazkan AllahuAkbar..


Disini Aku Ruku’, bersujud, dengan penuh kerendahan


Disini, di kain sajadah inilah aku duduk, dengan mengucapkan AllahuAkbar..



Tak ada lagi pengharapan yang ku labuhkan pada yang lain


Selain kepadaNYA


Tak ada rasa takut, selain rasa takut atas MurkaNYA


Dan Sajadah Hijaulah yang menjadi saksi bisu


Mendengar setiap ungkapan rasa syukur, gundah, keluh-kesah, bahkan kesedihan yang amat dalam


Di Sajadah Hijau inilah, tempat Air mata menetes, perlahan membasahinya.. dan kering sendiri



Andaikan suatu saat nanti..


Sajadah Hijau ini dapat berbicara..


Tak perlu menerangkan luluhnya hati ku disaat menghadapNYA


Tak Perlu menggambarkan jeleknya paras dibasahi air mata malu, jika Memohon KepadaNYA



Karena….


Ketika Ku Bersuka cita


Ketika ku Rapuh, rindu dan resah


Ku tepis dengan dzikir sebagai pengobat laraku


Dan pada Sajaddah Hijau.., disitulah aku duduk menangis mengharapkan RidhoNYA



Masohi


Sabtu, 27 April 2013


11.56 WIT

Roesda Leikawa

/rusda

TERVERIFIKASI (HIJAU)

[Admin Kompasianer Amboina] Saya menghargai Persahabatan dengan siapa saja tanpa melihat latar belakangnya, Aktivis sosial, menulis, puisi dan juga photografy adalah kesenangan yang sangat berharga.
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?