Apa Bagusnya Baju Kotak-kotak?

19 Juli 2012 03:19:52 Dibaca :
Apa Bagusnya Baju Kotak-kotak?
gambar dari www.forum.detik.com

Pilgub DKI periode 2012-2017 pada tanggal 11 Juli telah kita lalui bersama-sama dengan hasil perhitungan suara Quick Count tidak memenangkan satupun calon-calon yang ada dengan angka 50% + 1 sehingga bila hasil perhitungan KPUD benar demikian harus diteruskan dengan proses pilkada putaran kedua. Hasil perhitungan Quick Count itu menempatkan pasangan Calon Gubernur Nomor 3 menduduki peringkat teratas dengan perolehan angka 42%.

Bila dicermati nuansa-nuansa yang ada di seputar Pilgub DKI kemarin ada hal yang sangat menarik dan menjadi suatu fenomena. Hal tersebut adalah Baju Kotak-kotak.

Corak Baju Kotak-kotak Itu Ndeso

Beberapa minggu lalu saya sempat melihat sebuah kemeja kotak-kotak kecil dengan dominasi warna-warna gelap dipajang di sebuah Departemen Store ternama di Jakarta. Saya melihat dan memegangnya. Harganya sebenarnya tidak mahal dan mungkin mampu saya membelinya tapi akhirnya memang saya tidak membelinya. Saya hanya membayangkan baju dengan motif kotak-kotak kecil akan memberi efek sosok yang gemuk akan menjadi kurus apalagi sosok yang kurus yang pasti kurang pantas memakainya. Apalagi warnanya yang didominasi warna gelap akan membuat pemakainya yang berkulit gelap menjadi kurang sedap dipandang. Menurut saya buat mereka yang berpostur kurus dan berkulit gelap yang memakai baju kotak-kotak itu akan terlihat Norak alias Ndeso.

Ada Sesuatu Hal Yang Luar Biasa Pada Baju Kotak-kotak.

Kalau melihat model kemeja itu dengan motif kotak-kotak didominasi warna gelap sesungguhnya baju kotak-kotak itu sangatlah tidak menarik. Tapi hal yang terjadi adalah semakin lama semakin banyak orang-orang Jakarta yang memakainya. Begitu banyak orang Jakarta yang membeli baju kotak-kotak dan mungkin beberapa dari mereka memiliki lebih dari satu baju kotak-kotak.

Ada suatu hal yang luar biasa dari baju model begini yang menimbulkan efek semakin banyak orang yang menyukainya. Bukan hanya orang Jakarta saja yang menyukainya melainkan orang Indonesia lainnya juga. Memang aneh tapi itu sudah terjadi. Entah apa penyebabnyatapi  mungkin beberapa tahun kedepan kita akan menemui jawabannya.

Rully Syach

/rullysyah

TERVERIFIKASI (HIJAU)

Belajar dan Berbagi
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?