Apa Itu Batu Ginjal?

13 Agustus 2017   12:19 Diperbarui: 13 Agustus 2017   16:17 266 0 0
Apa Itu Batu Ginjal?
images-3-598ff9cfc36376333d6a95e2.jpg

Untuk mencegah penyakit ini, disarankan minum air putih sedikitnya 2 liter dalam sehari, diet seimbang dan olahraga. dr. Aditya Pramaviri, Sp.U, Dokter Spesialis Urologi dari OMNI Hospital Alam Sutera mengungkapkan.

Batu Saluran Kemih (BSK) adalah kondisi terbentuknya massa keras dari endapan kristal seperti batu yang berada di sepanjang saluran kemih atau saluran keluarnya urin. Banyak masyarakat mengatakan penyakit ini dengan istilah 'batu ginjal', yang dapat menyebabkan nyeri, timbulnya darah dari urin, penyumbatan saluran kemih dan infeksi.

Ukuran dan jenis saluran kemih sangat bervariasi dan semua orang punya risiko yang sama untuk memiliki batu saluran kemih, baik laki-laki maupun perempuan. Tetapi, laki-laki lanjut usia lebih dari 52 tahun lebih sering mengalaminya, terutama mereka yang menderita pembesaran prostat.

Saluran urine bisa tersumbat bila terdapat batu di dalam saluran kemih. Terhalangnya saluran urine tersebut bisa menyebabkan pembengkakan pada ginjal, rasa nyeri saat buang air kecil, kesulitan berkemih atau bahkan tidak bisa berkemih sama sekali.

Apa Penyebab Batu Saluran Kemih?

  1. Diet tidak seimbang yang banyak mengandung mineral-mineral pembentuk batu seperti asam urat dan oksalat
  2. Kurang asupan cairan
  3. Pembesaran prostat yang terutama pada kebanyakan pria berusia di atas 50 tahun
  4. Penyempitan pada saluran kemih
  5. Infeksi saluran kemih berulang
  6. Sistokel (kandung kemih turun) pada wanita yang mana salah satu area dinding kandung kemih melemah atau mengendur dan jatuh ke arah vagina
  7. Pemakaian alat-alat medis

Gejala Batu Saluran Kemih?

Beberapa gejala yang dirasakan semua penderita batu saluran kemih karena batu menyumbat saluran urine atau hanya melukai dinding kemih, diantaranya:

  1. Rasa nyeri saat buang air kecil
  2. Darah dalam urine
  3. Urine terlihat lebih pekat dan keruh
  4. Kesulitan buang air kecil
  5. Sering ingin buang air kecil
  6. Buang air kecil tidak lancar atau tersendat-sendat
  7. Perut bagian bawah terasa nyeri
  8. Rasa mual dan muntah
  9. Demam dan menggigil saat infeksi terjadi

Kadang kala batu saluran kemih juga tidak bergejala sehingga tidak dirasakan oleh penderita. Misalkan ukuran batu saluran kemih masih kecil bisa saja keluar bersama dengan urine. Dan bila sudah terinfeksi dan merasakan gejala seperti adanya perubahan frekuensi buang air kecil, terdapat darah pada urine, dan rasa nyeri yang hebat di bagian pinggang,  maka disarankan segera berkonsultasi ke dokter.

Apa Pengobatan Batu Saluran Kemih?

Jika menurut diagnosis, batu yang ada di dalam kandung kemih berukuran cukup kecil, mungkin dokter akan menyarankan untuk minum air putih minimal 2 liter dalam sehari, diet seimbang dan berolahraga, agar batu saluran kemih ikut terbawa keluar oleh urine. Namun jika ukurannya cukup besar ada beberapa tindakan medis yang bisa dilakukan untuk mengeluarkan batu saluran kemih dari tubuh, salah satunya adalah tindakan ESWL.

ESWL (Extracorporeal Shock-Wave Lithotripsy) merupakan tindakan medis non-invasif, tanpa memerlukan pembedahan atau memasukkan alat kedalam tubuh pasien sebagai sebuah solusi penanganan batu saluran kemih atau batu ginjal yang baru berukuran 5 mm - 2 cm. Akan tetapi jika ukuran batu ginjal melebihi 2 cm maka proses ESWL harus dilakukan berkali-kali hingga melalui proses pembedahan juga.

Pada metode ini, pasien cukup berbaring dan tubuh didekatkan dengan alat ESWL ke permukaan tubuh sesuai dengan lokasi batu, kemudian gelombang kejut (shock wave) dihantarkan melalui cairan dari luar tubuh ke batu selama 30-60 menit, tergantung pada ukuran dan tingkat kekerasan batu.