Makna Doa

18 Mei 2011 08:28:36 Dibaca :

Ada seorang pemuda yang rajin berdoa, namun entah kenapa ia selalu saja merasa kurang dalam doanya. Padahal setiap ada kesempatan ia selalu berdoa untuk siapa saja. Akhirnya dia sampai pada saat di mana ia merasa jenuh dengan doanya, karena seakan doanya tak mempunyai dampak apapun. Kemudian ia berusaha mencari jawaban dari pergumulannya itu. "Kenapa walau sudah sering berdoa, ia masih saja merasa sebuah kekosongan dalam hidupnya?" Akhirnya ia bertemu dengan seorang bijak, dan ia pun menanyakan kegelisahannya. " Bagaimana kamu berdoa?" Tanya si bijak. "Yah seperti kebanyakan orang pada umumnya, menutup mata dan mengatupkan tangan di dada." jawabnya " hmm...bagaimana kalau mulai saat ini, setiap kali kamu berdoa, bukalah matamu dan ulurkanlah tanganmu." Jelas si bijak. Mendengar itu si pemuda hanya mengernyitkan keningnya, tidak mengerti apa yang dimaksudkan si bijak tersebut. Terkadang kita bertanya apakah doa kita mempunyai dampak. Sadar atau tidak berdoa seakan sudah menjadi sebuah sikap refleks kita, tanpa kita mengerti makna doa. Apa yang dikatakan si bijak di atas mau menyadarkan kita bahwa berdoa itu bukan hanya engucapkan permohonan kita. Membuka mata dan mengulurkan tangan adalah bagaimana kita mampu peka dan emelihat segala sesuatu di sekitar kita, mengulurkan tangan berarti hendaknya juga kita mau mengulurkan tangan kita untuk menolong semampu kita. Sehingga doa tidak cukup hanya dengan menutup mata dan mengatupkan tangan tapi juga harus membuka mata dan mengulurkan tangan kita.

rudolf dayu

/rudolf_dayu

seorang pemimpi yang berusaha menerjemahkan hidup.... kemudian membahasakannya pada semua orang
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?